SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Cuaca ekstrem di puncak musim penghujan memicu tanah longsor hingga pohon tumbang di Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.
Dampak bencana merusak rumah warga, fasilitas umum seperti memutus saluran air pipanisasi dan irigasi pertanian tertimbun material longsor.
Kabel PLN yang melintang di kawasan hutan Jatirejo menuju Desa Jembul juga turut terkena imbas pohon tumbang, yang berakibat menganggu pasokan listrik di wilayah setempat.
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, dua lokasi longsor terjadi nyaris bersamaan saat hujan lebat mengguyur kawasan Jatirejo.
Di lokasi pertama, tebing jalan desa longsor menimpa rumah pasutri Nyono (45) dan Lestari (39). "Satu rumah terdampak longsor di bagian belakang, mengakibatkan tembok ambruk panjang 4 meter dan tinggi 3 meter," ucap Rinaldi, Kamis (22/1/2026).
Menurut Rinaldi, petugas gabungan BPBD bersama TNI-Polri dan potensi relawan dilibatkan dalam penanganan pasca bencana tanah longsor di Desa Jembul.
"Penanganan telah dilaksanakan untuk pembersihan material longsor, dan pembangunan dinding belakang dengan material dari desa," jelasnya.
Longsor di lokasi kedua, terjadi di areal tebing yang sempat menutup akses jalan desa. Akibatnya, pipa saluran air terputus dan irigasi tertutup material longsor.
Ada pun luas area yang terdampak longsor, panjang 20 meter dengan ketinggian sekitar 10 meter. "Kondisi terkini, sisa material longsor sudah dibersihkan dan saluran air pipanisasi sudah tersambung," pungkas Rinaldi.
Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim menambahkan, lokasi longsor pertama dan kedua berjarak sekitar 200-300 meter ke arah Selatan Desa Jembul.
Penanganan bencana juga melibatkan Pemdes setempat dan swadaya masyarakat untuk memperbaiki rumah terdampak bencana longsor.
Petugas BPBD cepat tanggap meski Desa Jembul berada di wilayah pelosok sisi Selatan, yang berjarak sekitar 27 KM dari pusat pemerintahan Pemkab Mojokerto, ditempuh sekitar 1 jam 48 menit.
"Kita koordinasikan dengan Pemdes terkait penanganan bencana tanah longsor, untuk material dari desa dan pengerjaan kerja bhakti oleh masyarakat setempat," bebernya.
Korban longsor, Lestari (39) menambahkan tembok rumahnya rusak tertimpa material longsor dari tebing jalan di belakang kediamannya.
"Tembok rumah sama lemari rusak terkena longsor, Alhamdulillah anak dan suami selamat karena sudah keluar dari rumah sesaat sebelum terjadi longsor," tandasnya. ****