Cara Kabur Napi Rutan Kelas IIB Nganjuk Terekam CCTV, Manfaatkan Dapur yang Kosong
January 23, 2026 01:35 AM

SURYAMALANG.COM, NGANJUK -  Seorang narapidana (napi) melarikan diri dari jeruji besi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Nganjuk., Kamis (22/1/2026) siang.

Kamera pengawas milik Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Nganjuk merekam detik-detik aksi seorang napi kabur. 

Napi tersebut diketahui, Mohammad Hairul warga Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. 

Hairul dijebloskan ke penjara lantaran terlibat kasus pencurian, Pasal 362 KUHP. 

Baca juga: Pasutri Tewas Terjebak dalam Rumah yang Terbakar di Nganjuk, Insiden Kebakaran Diselingi Ledakan

 

Pernyataan Kepala Rutan


Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya mengatakan berdasarkan kamera CCTV, Hairul kabur dengan cara menyelinap melalui dapur Rutan. 

Setelah itu, Hairul naik ke plafon dan bergerak merayap. 

"Dia menyelinap pukul 11.04 WIB. Kondisi dapur sudah kosong sejak pukul 10.30 WIB. Sementara makan siang untuk warga binaan dibagikan pukul 10.00 WIB," katanya. 

Setelah berhasil merangsek ke plafon Hairul tak tersorot kamera pengawas. 

Beberapa menit berselang, keberadaan Hairul kembali terekam kamera pengawas pukul 12.02 WIB. 

Ia sedang merusak kawat berduri yang terpasang di atas tembok pembatas. 

Tuntas merusak kawat, Hairul turun menuju area halaman Rutan dari tembok pembatas setinggi sekitar 6 meter itu. 

Sesampainya di halaman, dia melompati pagar dan kabur. 

Kendati demikian, alat yang digunakan Hairul untuk merusak kawat berduri belum dapat dipastikan pihak Rutan. 

"Aksi dia merusak kawat berduri dan turun dari tembok terekam kamera pengawas parkiran mobil," ungkapnya. Dari situ disimpulkan, proses Hairul kabur dari lapas memakan waktu satu jam. 


Sebetulnya, lanjut Arief, sebetulnya di sisi selatan Rutan terdapat menara pos penjagaan. 

Hanya saja, pos tersebut kosong ketika pagi atau jam kunjungan tatap muka. 

Penjagaan difokuskan di menara pos sebelah utara. 

"Prioritas penjagaan kami di menara pos utara. Sebab, dulu ada informasi ada napi kabur lewat sisi utara saat jam kunjungan," paparnya.


Hingga kini, pihak rutan masih berupaya melakukan pengejaran terhadap Hairul. 

Baca juga: Ternyata Ada Motif Cinta Terlarang di Kasus Pembunuhan Istri dan Anak Polisi di Tempat Kos Nganjuk

Pedagang Es Melihat Langsung

Aksi napi tersebut dipergoki oleh seorang pedagang es cincau, Dede Andriana (31). 

Dede bercerita, kala itu ia sedang melayani dua pembeli. 

Bersamaan saat meramu es cincau, dia menatap bangunan Rutan sisi selatan.

Sebagai informasi tiap hari, Dede menjajakan es cincau di tepi Alun-alun Nganjuk yang persis berhadapan bangunan Rutan. 

"Saya melihat ada seseorang meloncat keluar melewati kawat berduri tembok pembatas Rutan," katanya, Kamis (22/1/2026). 


Dede mengungkapkan, setelah berhasil lolos, napi tersebut berjalan dengan langkah cepat. 

Napi itu lantas bergerak ke arah Jalan KH. Agus Salim, Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk. 

"Saya lantas buru-buru melapor ke petugas Rutan jika ada seorang napi kabur. Petugas Rutan menindaklanjutinya," ungkapnya. 

Dede menyebut, napi tersebut berperawakan kurus dan potongan rambut pendek. 

Kala kabur, napi itu mengenakan celana panjang hitam serta kaus hitam. 

"Dia juga mengenakan kemeja krem. Namun saat kabur, kemeja itu tersangkut kawat. Dia melepasnya dan menyampirkannya ke bahu," paparnya. (nen) 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.