Naskah Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Peringatan Penting Al-Quran Tentang Generasi Muslim yang Rusak
January 23, 2026 10:35 AM

TRIBUNPRIANGAN.COM - Generasi baru, selalu merujuk pada mereka yang akan melanjutkan estafet kehidupan di masa sebelumnya.

Pada prosesnya, tiap-tiap generasi tentu punya zaman yang berbeda tergantung dengan kemajuan peradaban yang terus beregenasi.

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas RA, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassallam pun pernah besabda:

 عَلِّمُوا أَوْلَادَكُمْ عَلَى عَهْدِهِمْ فَإِنَّهُمْ خُلِقُوا لِعَهْدٍ غَيْرِ عَهْدِكُمْ

"Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zaman mereka, karena mereka diciptakan untuk zaman yang berbeda dari zamanmu." H.R at-Tirmidzi.

Sejalan dengan itu, Al-Quran juga telah menerangkan tentang hal tersebut secara detail.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 23 Januari 2025: 5 Keadaan yang Harus Dimiliki Muslimin Sebelum Masuk Ramadhan

Namun kenyataannya, banyak penyimpangan dari ketetapan aturan yang ada di Al-Quran mengenai perkembangan para generasi muslim saat ini.

Hal ini tentunya bisa jadi pengingat bagi para orang tua, tenanga pendidik, dan seluruh umat akan pentingnya pembangunan karakter yang sejalan dengan perintah dalam Al-Quran.

Salah satu alternatif pengingat bagi para penanggung jawab dalam pendidikan generasi tersbut, bisa dilakukan dalam berbagai kesempatan, salah satunya adalah melalui Khutbah Jumat.

Ya, seperti yang kita tahu, salah satu rukun pada pelaksanaan Shalat Jumat adalah penyamapaian Khutbah oleh khatib.

Adapun, ajuran untuk menyampaikan khutbah secara singkat terdapat di dalam sebuah hadits riwayat Muslim dan Ahmad yang berbunyi:

عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا (رواه مسلم وأحمد)

Artinya: "Dari Ammar Ibn Yasir (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesunggunguhnya panjangnya sholat dan pendeknya khutbah seorang khatib adalah tanda kepahaman seseorang tentang agama. Oleh karena itu panjangkanlah sholat dan persingkatlah khutbah; sesungguhnya dalam penjelasan singkat ada daya tarik." (HR Muslim dan Ahmad)

Dengan demikian, berbagai topik dan judul pun bisa saja diangkat dalam penyampaiannya.

Namun pada kesempatan ini, TribunPriangan ingin mengulas satu judul yang sejatinya harus terus menjadi pengingat bagi seluruh umat muslim yang masih diberi umur dan waktu.

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Syaban Bulan Persiapan Ramadhan

Khtubah Jumat: Peringatan Penting Al-Quran Tentang Generasi Muslim yang Rusak

Khutbah I

الحمد لله شَرَّفَا الانامِ بصاحِبِ المَقامِ الاعلى وكمَّلَ السُعُودَ باكرَمِ مَوْلُوْدٍ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه ذُوْالجَلاللِ والاِكْرامِ،  وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،ٍ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِييًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا، أَمَّا بَعْدُ، فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم}، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ  تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt 

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt yang telah memberikan nikmat iman dan Islam dan kesehatan sehingga kita dapat menjalankan salah satu perintah-Nya, yakni shalat Jumat.

Shalawat beserta salam, mari bersama kita haturkan ke Kanjeng Nabi Muhammad saw. Mudah-mudahan terlimpah kepada keluarga dan sahabatnya. Dan semoga kita semua juga mendapatkan syafaatnya kelak di hari kiamat nanti. Amin ya Rabbal alamin.

Dalam kesempatan yang baik ini, khatib mengajak jamaah sekalian untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt dengan sebaik-baiknya takwa.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt

Di antara bentuk ketakwaan itu adalah mempersiapkan kader Muslim terbaik di masa yang akan datang. Bukan hanya anak biologis, tetapi juga kader-kader ideologis atau generasi penerus yang siap menghadapi masa depan.

Perkembangan dunia sangatlah dinamis. Generasi di bawah kita menghadapi persoalannya sendiri. Kita perlu memberikan bekal terbaik kepada mereka agar dapat melalui tantangan itu dengan baik.

Dalam hal ini, Allah swt telah mengingatkan kita semua melalui firman-Nya dalam Al-Qur'an surat An-Nisa' Ayat 9.

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا

Artinya, "Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya)."

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 23 Januari 2026: 6 Pesan Nabi Muhammad SAW kepada Umatnya

Ayat tersebut melarang kita meninggalkan generasi yang lemah. Mafhum mukhalafah, atau pemahaman terbalik dari sana yang bisa kita petik adalah perintah agar mempersiapkan generasi yang kuat. Al-Ashlu fin nahyi, amrun an dliddihi, pokok dari larangan adalah perintah atas hal sebaliknya.

Hal itu harus dimulai dengan peningkatan ketakwaan kita kepada Allah swt. Namun tidak cukup itu, tidak berhenti di situ. Allah swt menegaskan agar kita berbicara dengan jujur, dengan benar. Dalam arti lain, sadida dimaknai sebagai lembut atau halus, bahkan adil.

Artinya, generasi terbaik nan kuat itu dimulai dari pembicaraan kita, komunikasi kita dengan mereka. Perkataan yang halus, omongan yang benar, dan pembicaraan yang adil membentuk sikap, karakter, dan perilaku anak.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt

Cita-cita mewujudkan generasi yang lebih baik di masa mendatang itu dimulai dari kita, sebagai orang tua, sebagai orang yang lebih tua. Menegaskan itu, Rasulullah saw melalui haditsnya meminta orang tua untuk memuliakan anak dan memperbaiki perilakunya.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكْرِمُوْا أَوْلَادَكُمْ وَأَحْسِنُوْا آدَابَهُمْ رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ

Artinya: "Dari sahabat Abdullah bin Abbas ra, dari Rasulullah saw bersabda, 'Muliakanlah anak-anakmu, perbaikilah adab mereka,'" (HR Ibnu Majah)

Oleh karena itu, jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt sudah sepatutnya mendidik anak dengan sepenuh adab dan memuliakan. Hal yang tidak boleh ditinggalkan adalah upaya memberikan kesadaran kepada mereka terhadap dua hal penting, yakni sosial dan lingkungan.

Di ranah sosial, kesadaran akan perbedaan dan keragaman masyarakat Indonesia dan dunia perlu ditanamkan kepada mereka. Hal ini penting sebagai bekal agar hidup dalam keamanan, kenyamanan, dan ketentraman sehingga rukun. Bagaimana pun, kita adalah makhluk sosial yang perlu saling mengenal satu sama lain.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt

Hal lain yang perlu ditanamkan pada generasi kita ke depan adalah ikhtiar kita dalam menjaga lingkungan. Karena, itulah tempat kita semua hidup.

Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan membiasakan pengumpulan sampah pada tempatnya. Syukur kalau bisa dipisah sesuai kategorinya. Anak-anak perlu ditanamkan dan dibiasakan melakukan hal tersebut. Bahkan jika pun dalam sebuah lokasi yang tidak ada pembuangan sampah, biasakan menyimpannya sampai menemukannya, tidak dibuang dengan sembarang.

Ala bisa, karena biasa. Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit. Demikian adagium yang akrab di telinga kita. Sejalan dengan itu juga adalah maqalah Arab, bahwa konsistensi atau istiqamah itu lebih baik dari seribu karamah.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Rezeki Halal Jadi Gerbang Kebahagiaan Sejati dalam Hidup

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt

Oleh karena itu, mari kita semua ikhtiar bersama-sama mewujudkan generasi emas, tidak malah generasi cemas. Hal itu dilakukan dengan menanamkan keaktifan sosial dan menumbuhkan kesadaran lingkungan. Dua bagian itu harus dijalin dengan kuat, sejalan dengan hubungan kita terhadap Allah swt.

Mudah-mudahan, kita semua memperoleh kekuatan untuk dapat memperteguh hubungan kita dengan Allah swt, dengan sesama masyarakat, dan lingkungan sehingga cita-cita generasi emas Indonesia 2045 bisa betul-betul tercapai dengan kehidupan yang aman dan nyaman. Amin ya Rabbal alamin.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مِنْ يَهْذِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . أَمَّا بَعْدُ.

Arab Latin: Innal hamdalillaah, nahmaduhuu, wa nasta'iinuhu, wa nastagh-firuh. Wa na'uudzu billaahi min syuruuri anfusinaa, wa min sayyi-aati a'maalinaa. Man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudh-lil falaa haadiya lah. Wa asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh. Ammaa ba'du. (berdasar HR Muslim no 868, Abu Dawud no 2118, dan an-Nasai no 1405)

Disadur dari laman resmi Masjid Raya al-Jabbar, untuk menutup khutbah Jumat, di bawah ini bacaan doanya:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً, اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين

Arab Latin: Innallaha wa malaaikatahu yushalluuna 'alan-nabiyyi yaa ayyuhalladzina aamanuu shalluu 'alaihi wa sallimuu tasliimaa. Allahumma shalli 'alaa muhammadin wa 'alaa aali muhammad.

Allahummagfirlilmuslimiina wal-muslimaat, wal-mu'miniina wal-mu'minaati al-ahyaai minhum wal-amwaat, innaka samii'un qariibun mujiibud-da'awaati. Rabbanaa laa tuakhidznaa in nasiinaa au akhtha'naa rabbanaa walaa tuhmil 'alainaa ishran kamaa hamaltahu 'alalladziina min qablinaa. Rabbanaa walaa tuhammilnaa maalaa thaqatalanaabih wa'fu 'annaa wagfirlanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa 'alal-qaumil-kaafiriin. Rabbanaa aatinaa fid-dunyaaa hasanah wa fil-akhirati hasanah, waqinaa 'adzaaban-naar. Wal-hamdulillahirabbil-'aalamiin.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Ramadhan Tiba, Siapkan Diri Berburu Ampunan, Rahmat dan Surga

Khutbah II    

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ  أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِييْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِككَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَاا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُننْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْببَرْ 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.