10 Camilan dan Minuman Hangat Khas Sumedang yang Cocok Dinikmati Saat Hujan
January 23, 2026 10:35 AM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG — Hujan yang turun tiga hari berturut-turut, dan mungkin sampai akhir pekan ini di Sumedang bukan sekadar membawa udara dingin, tetapi juga menghidupkan kembali kebiasaan lama, menikmati camilan dan minuman hangat. 

Dari dapur rumah hingga warung kecil di pinggir jalan, camilan dan minuman ini biasanya tersedia. Dengan demikian, mudah didapat. 

Berikut ini sepuluh pilihan kudapan dan minuman khas Sumedang yang paling pas disantap saat hujan, lengkap dengan cara mendapatkannya serta manfaatnya bagi tubuh.

1. Bandrek

Bandrek mudah ditemukan di warung tradisional atau dibuat sendiri di rumah dengan jahe, gula aren, dan rempah seperti kayu manis serta cengkih.

Minuman ini dikenal mampu menghangatkan tubuh, melancarkan peredaran darah, dan membantu mencegah masuk angin, terutama saat hujan turun seharian.

Baca juga: Hujan Mengguyur Sumedang Tiga Hari Berturut-turut, BMKG Prediksi Hujan Berlanjut Hingga Akhir Pekan

2. Bajigur

Kandungan santan pada bajigur memberikan energi tambahan, sementara jahe membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil di udara dingin.

3. Kopi Tubruk Hitam

Kopi hitam tubruk dapat dinikmati di warung kopi kampung atau diseduh sendiri di rumah.

Selain menghangatkan, kafein dalam kopi membantu menjaga fokus dan mengusir rasa kantuk yang sering muncul saat cuaca mendung.

4. Teh Panas Gula Batu

Teh panas diseduh dengan gula batu atau gula aren cair. Minuman ini sederhana namun tetap jadi favorit.

Teh hangat membantu melegakan tenggorokan, memberi efek relaksasi, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi di cuaca lembap.

5. Surabi Oncom

Bukan singkatan dari "Suara Rakyat Bingung". Ini adalah camilan khas Sumedang dan Sunda pada umumnya, Surabi. Surabi oncom dibuat dari adonan tepung beras yang dipanggang dan diberi topping oncom berbumbu. Bisa ditemukan di penjual surabi tradisional.

Camilan ini mengenyangkan dan memberikan energi cepat, cocok disantap saat hujan membuat tubuh cepat lapar.

6. Colenak 

Colenak atau Peuyeum Bakar Saus Kinca dibuat dari tape singkong (peuyeum) yang dibakar lalu disiram kinca gula aren.

Fermentasi tape membantu pencernaan, sementara sajian hangatnya membuat perut lebih nyaman saat udara dingin. Kalau melintas ke Jalan Cadas Pangeran, banyak sekali pedagang ubi Cilembu yang sekaligus menjajakan peuyeum gantung. 

7. Ubi Rebus 

Ubi rebus mudah dibuat di rumah dan kerap jadi camilan sore saat hujan. Ubi rebus ini bisa berbahan ubi dari Cilembu. Tapi umumnya, kalau di Sumedang, ubi Cilembu disajikan dengan cara dipanggang. 

Kandungan karbohidrat kompleksnya membantu menjaga stamina dan memberi rasa kenyang lebih lama, sekaligus menghangatkan perut.

8. Pisang Kukus 

Pisang kukus sering disajikan sederhana tanpa tambahan apa pun.
Buah ini baik untuk pencernaan dan menjaga energi tubuh, terutama saat aktivitas berkurang karena hujan.

9. Tahu Sumedang Panas

Tahu Sumedang paling nikmat disantap selagi panas, dengan cabai rawit atau sambal kecap. Sejak zaman Ong Bungkeng, tokoh legendaris perintis Tahu Sumedang, yaitu seorang imigran Tionghoa yang memulai usaha tahu sejak tahun 1917 di Sumedang, Tahu Sumedang semakin tersohor sebagai camilan yang enak. 

Protein nabati dalam tahu membantu menjaga daya tahan tubuh, sementara sajian panasnya membuat badan lebih hangat.

10. Wedang Jahe Murni

Wedang jahe bisa dibuat sendiri hanya dengan jahe geprek dan gula aren. Minuman ini efektif untuk menghangatkan tubuh, meredakan perut kembung, serta membantu mencegah masuk angin saat hujan berkepanjangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.