TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Seorang korban dugaan pelecehan seksual berinisial SS, warga Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, mengungkapkan pengalaman traumatis yang diduga dilakukan oleh seorang guru ngaji berinisial SM.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 11 Desember 2025, di tempat mengaji terduga pelaku.
SS menuturkan, kejadian bermula saat SM mengajak para murid mengikuti kegiatan wiridan yang disebut sebagai pengisian spiritual.
Setelah kegiatan tersebut, para murid diminta untuk beristirahat dan tiduran di dalam ruangan.
"Setelah semua murid tidur, saya dibangunkan. Dia bilang bangun dulu, lalu memaksa saya melakukan tindakan tidak senonoh,” ujar SS kepada TribunBanten.com, Kamis, (22/1/2026).
Baca juga: Gadis asal Lebak Wangi Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru Ngaji, Modus Isi Tenaga Dalam
Menurut pengakuan korban, terduga pelaku menggunakan tekanan psikologis dengan membawa-bawa nama orang tua korban yang telah meninggal dunia.
SM disebut meminta korban untuk menuruti keinginannya agar almarhum orang tua korban merasa senang.
"Dia bilang saya harus nurut supaya orang tua saya yang sudah meninggal itu senang," katanya.
Usai melakukan perbuatannya, terduga pelaku diduga mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun.
Ancaman itu membuat korban memilih diam meski mengalami trauma mendalam.
SS mengaku telah mengikuti kegiatan mengaji di tempat terduga pelaku selama sekitar enam bulan sebelum peristiwa itu terjadi.
Pasca kejadian, korban mengalami gangguan psikologis hingga memilih mengurung diri di rumah.
"Setelah kejadian itu saya trauma, tidak berani keluar rumah," ujarnya.
Sebagai korban, SS berharap aparat penegak hukum segera menindak tegas pelaku sesuai perbuatannya agar tidak ada korban lain.
Ia juga mengungkapkan bahwa setelah dirinya berani bersuara, diketahui terdapat korban lain dengan pengalaman serupa.
"Harapan saya pelaku cepat dihukum supaya tidak ada korban lain. Ternyata setelah saya bicara, ada banyak korban lain. Saya mengajak mereka agar berani bersuara," tegas SS.