Ulama asal Banten Laporkan Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya
January 23, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Ulama asal Banten bernama KH Matin Syarkowi melaporkan Komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026) malam.

KH Matin Syarkowi melaporkan Pandji Pragiwaksono terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea yang membahas salat.

"Dia mengatakan dalam narasi itu bahwa orang yang tidak pernah bolong salatnya alias rajin, apakah otomatis, kira-kira begitu ya, menjadi orang baik? Jawab dia 'enggak' gitu tapi bisa disebut orang rajin," tuturnya dikutip dari Tribunnews.com.

Menurut Matin, dalam keyakinan umat Islam, orang yang konsisten menjalankan salat diyakini sebagai orang baik karena salat menjadi fondasi akhlak.

Analogi yang dibangun Panji dinilai tidak sepadan dan mengarah pada pelecehan terhadap ibadah.

"Hadirin tertawa itu artinya sedang menertawakan perumpamaan orang yang rajin salat belum tentu baik dan goblok," ucap dia.

KH Matin Syarkowi mengatakan, ibadah tidak bisa dijadikan lelucon atas alasan apapun.

"Atas dasar apa Pandji menyatakan orang seperti itu (rajin salat) belum tentu baik? Kalau keyakinan kami sebagai umat Islam, itu pasti baik," ucap dia.

KH Matin Syarkowi menambahkan, tujuan pelaporan tidak sepenuhnya terkait pidana.

Ia membuka peluang agar bisa bertemu Pandji Pragiwaksono untuk secara langsung mendengarkan klarifikasi.

Profil KH Matin Syarkowi

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, KH Matin Syarkowi merupakan ulama kelahiran Serang, Banten, pada 12 Februari 1967. Ia kini berusia 59 tahun.

KH Matin Syarkowi lahir dari pasangan KH Syarqowi bin Rofiq dan Hj. Mahdiyah binti KH Rohmatullah.

Hidup di keluarga pesantren, sejak kecil dirinya ditempa dengan nilai-nilai agama yang kuat.

Dalam urusan pendidikan, KH Matin Syarkowi lulusan IAIN Sunan Gunung Djati di Serang dan lulus pada 1991.

Pimpinan Pondok Pesantren hingga Pendukung Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2024
KH Matin Syarkowi kini dipercaya memimpin Pondok Pesantren Al-Fathaniyah (Tengkele) Serang Banten.

Dikutip dari Instagram @ppalfathaniyah, dirinya juga menjabat sebagai A'wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2022-2027.

Serta jadi Ketua Dewan Pembina Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten, wadah diskursus alim ulama dalam mengawal perkembangan pondok pesantren salaf, bale rombeng di Banten.

Sebelumnya, ia dipercaya duduk di kursi Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang, Banten.

KH Matin Syarkowi juga menggagas Bintang Sembilan Wali (BIWALI), merupakan forum diskusi ulama, tokoh bangsa, pemuda dan seluruh elemen masyarakat dalam mengawal isu-isu strategis kebangsaan.

Dikutip dari Instagram pribadinya @khmatinsyarkowi, ia turut terlibat dalam politik praktis.

Di Pilpres 2014 dan 2019, KH Matin Syarkowi menyatakan dukungan ke Joko Widodo sebagai presiden.

Dukuan berlanjut di Pilpres 2024, ia menyatakan diri memberikan dukungan ke Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sebagai penerus Jokowi.

KH Matin Syarkowi aktif mengampanyekan calonnya di sejumlah kesempatan.

Seperti di Rapat Akbar Santri Milenial Banten pada Minggu (4/2/2024).

Kemudian dalam acara Santri Milenial Banten Gelar Dzikir & Doa Bersama Menyambut Tahun Baru Nasional 2024 pada 31 Desember 2023.

"Saya secara pribadi memilih kepada pasangan 02 (Prabowo-Gibran)," katanya, dikutip dari kanal YouTube BIWALI OFFICIAL.

KH Matin Syarkowi menceritakan alasan dirinya mendukung Jokowi lalu Prabowo di Pilpres.

Semua bermula pada 2014, ia merasa negara kurang mendapatkan perhatian oleh negara.

Kemudian perwakilan ulama Banten membuat kontrak politik fakta integritas dengan Jokowi jelang Pilpres 2014.

"Kita usulkan agar negara melindungi dan mengembangkan pendidikan pesantren ada tanda tangannya Pak Jokowi tanda tangan pada tanggal 5 Juli 2014.”

"Alhamdulillah Pak Jokowi terpilih, setelah terpilih dibuktikan oleh Pak Jokowi bahwa pesan (pesantren diperhatikan) kita itu diterima dengan baik, maka lahirlah hari santri nasional ada juga Kartu Indonesia Pintar (PIP) untuk para santri."

"Kemudian pesantren ini betul-betul diperhatikan oleh negara lalu tahun berikutnya lahirlah Undang-undang Pesantren," urai KH Matin Syarkowi.

KH Matin Syarkowi melanjutkan, jelang Pilpres 2024, ia bersama ulama lainnya bertemu Gibran di Solo, Jawa Tengah.

"Saya ke Solo bertemu dengan Mas Gibran yang kita sampaikan adalah nitip pesantren yang sudah diperhatikan terus dikembangkan disempurnakan. Alhamdulillah Mas Gibran menerima usulan itu maka dalam deklarasi pertama (dukungan)," tambahnya.

Atas dasar-dasar tersebut, KH Matin Syarkowi mantap mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

Ia yakin paslon yang didukungnya punya komitmen dan janji politik untuk memperhatikan pesantren.

"Hari ini menentukan sikap politik itu berdasarkan aspirasi berdasar keinginan saya. Setuju 02 menang?," kata KH Matin Syarkowi kepada jemaahnya.

Baca juga: Mantan Menpora Dito Ariotedjo Akan Diperiksa KPK Hari Ini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.