Puri Cikarang Hijau Masih Terendam Banjir, Warga Gotong Royong Bangun Dapur Umum
January 24, 2026 04:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Perumahan Puri Cikarang Hijau, Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi masih terendam banjir pada Sabtu (24/1/2026).

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (18/1/2026) lalu dan kini wilayah tersebut masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi mulai 30 hingga 60 sentimeter.

Salah seorang warga, Nadia, mengatakan banjir terjadi akibat hujan deras yang turun tanpa henti.

Selain itu, air kiriman dari beberapa titik lain yang lebih tinggi memperparah kondisi di lingkungan perumahan.

“Hujan deras terus kan ya, kemarin yang paling parah sampai satu meter lebih. Kalau sekarang mulai turun," katanya.

Warga Mengungsi ke Masjid dan Kerabat

Akibat banjir tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke masjid yang berada di dalam lingkungan perumahan.

Sebagian lainnya memilih mengungsi ke rumah sanak saudara di luar kawasan terdampak.

Para pengungsi saat ini sangat membutuhkan bantuan berupa makanan siap saji, obat-obatan, air bersih, serta pakaian bersih.

Banyak warga tidak sempat menyelamatkan pakaian ganti karena air naik secara tiba-tiba dan drastis.

“Kebanyakan warga tidak membawa pakaian ganti karena air naiknya mendadak,” tambah Nadia.

Warga Bikin Dapur Umum

Atas kondisi itu, warga sekitar yang tidak terdampak banjir berinsiatif membuka dapur umum karena korban banjir alat-alat untuk masaknya terendam.

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam, menyampaikan bahwa pendirian dapur umum di Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, merupakan inisiatif murni kemanusiaan yang digagas oleh warga perumahan yang tidak terdampak banjir.

Menurut Saeful, dapur umum tersebut didirikan karena Desa Karang Asih menjadi salah satu wilayah terdampak banjir cukup parah, sekaligus lokasinya sangat dekat dengan permukiman warga yang membutuhkan bantuan makanan siap saji.

“Ini murni kemanusiaan. Tanpa melihat unsur bendera, lembaga, atau kepentingan apa pun. Kami hadir untuk melayani masyarakat,” kata Saeful Islam.

Ia menjelaskan, dapur umum mulai beroperasi sejak kemarin.

Relawan bersama warga bergantian memasak menyiapkan makanan dan mendistribusikan ke warga terdampak banjir.

Meski belum dapat beroperasi secara maksimal, Saeful mengungkapkan bahwa dapur umum tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Baznas dan beberapa lembaga lainnya.

“Kami ucapkan terima kasih atas kontribusinya. Namun sekali lagi, ini tetap kami tegaskan sebagai gerakan kemanusiaan,” ujar Politisi PKS tersebut.

Dalam sehari, dapur umum tersebut mampu menyalurkan lebih dari 500 bungkus makanan per sekali distribusi. Jika dilakukan tiga kali pengiriman, jumlahnya bisa mencapai sekitar 1.500 bungkus per hari.

Namun, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan warga. Saeful menyebut, khusus di kawasan Perumahan Puri Cikarang Hijau, kebutuhan makanan siap saji bisa mencapai lebih dari 5.000 bungkus per hari.

“Oleh karena itu, kami sangat membuka diri dan mengajak organisasi maupun lembaga lain untuk mendirikan dapur umum tambahan. Ini tugas kemanusiaan, ayo kita sama-sama,” ucapnya.

Dapur umum akan terus beroperasi hingga kondisi banjir surut dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing. Pasalnya, banyak warga yang belum bisa memasak karena peralatan dapur mereka terendam banjir dan dalam kondisi kotor.

“Kebutuhan paling mendesak adalah makanan siap saji,” tambah Saeful. (MAZ)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.