DPRD Kabupaten Serang Minta Anggaran Perbaikan Irigasi Ditambah, Kadis PUPR : Kita Hitung Ulang
January 24, 2026 05:02 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas menyebutkan, anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), untuk perbaikan irigasi akibat bencana meteorologi dinilai sangat kecil hanya sekitar Rp2,450 miliar.

Anggaran tersebut, dinilainya tidak balance atau tidak seimbang dengan jumlah wilayah yang terdampak bencana, yang jumlahnya kurang lebih sekitar 25 kecamatan dan 90 lebih desa.

Komisi IV DPRD Kabupaten Serang meminta menghitung ulang kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi, untuk bisa menambahkan anggaran penanganannya.

"Kita tadi menyikapi masalah proses penanganan banjir yang ada di bidang SDA, ternyata anggaran yang disediakan hanya Rp2,450 miliar. Kami menilai, bahwa ini tidak balance dengan kondisi Kabupaten Serang, yang mana ada 25 kecamatan dan 90 lebih desa kena bencana sedikit sekali dengan anggaran segitu tidak cukup," ujar Anas, Sabtu, (24/1/2026).

Baca juga: Jarnas Pemuda Hijau Mulai Gerakan di Kali Cibanten Serang, Target Tanam 1.500 Pohon Kelor

Anas menyarankan, adanya penambahan anggaran untuk penanganan perbaikan irigasi dan pendukung lainnya, supaya dapat merata serta tahan lama dan tidak mudah rusak lagi.

Menurutnya, ada banyak perbaikan yang harus dilakukan tidak hanya memerbaiki irigasi yaitu :

  • Membeli alat berat agar tidak ketergantungan pinjam ke Pemprov Banten
  • Membangun tanggul air di sungai agar tidak meluap dan sebagainya.

"Kalau niatnya untuk membantu masyarakat saya harap jangan setengah-setengah, harus optimal supaya kedepannya tidak banjir lagi. Jadi, tidak hanya perbaikan irigasi, bisa untuk beli alat berat agar tidak sewa atau pinjam, atau buat tanggul air sungai yang kuat, pasti ada anggarannya," ujarnya.

Dikatakan Anas, pihaknya memberikan target ke DPUPR Kabupaten Serang untuk menghitung ulang, kebutuhan yang harus dilakukan sekaligus menambahkan anggarannya.

Dirinya menyayangkan, adanya alokasi anggaran sebesar Rp10 miliar untuk meneruskan pembangunan tempat pembuangan sampah di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja.

Menurutnya, tidak perlukan lagi karena Pemkab Serang sudah bekerjasama dengan Pemkot Serang, terkait pembuangan sampah yang nilainya puluhan miliar.

"Ngapain kita mau kembali meneruskan di Bojong Menteng, soal pembangunan tempat sampah karena yang dulu aja bermasalah, lebih baik digunakan untuk pekerjaan yang lainnya. Kami beri waktu satu Minggu, untuk bergeser anggaran silahkan rapatkan dengan TAPD," ucapnya.

Akan Hitung Ulang

Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Serang Mochamad Ronny Natadipraja mengatakan, untuk penanganan bencana meteorologi dianggarkan sebesar Rp2,450 miliar, yang digunakan untuk perbaikan irigasi namun dinilai masih minim oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Serang.

"Sudah teranggarkan, tapi menurut dewan sangat minim sekali, mereka mengusulkan agar ada penambahan lagi anggaran terhadap penanganan banjir tersebut," katanya.

Ronny mengakui, bahwa anggaran tersebut memang minim untuk bisa menyelesaikan semua kerusakan irigasi akibat bencana ini.

Sehingga, pihaknya akan menghitung kembali apa saja yang harus dikerjakan, untuk menghasilkan anggaran yang lebih besar.

"Memang betul kurang sekali sih, kita juga belum bisa menyebutkan angka idealnya berapa. Jadi, akan kami hitung dulu kebutuhannya dan lainnya," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.