Berita Populer Persib Bandung Minggu 25 Januari 2026: Kode Kurzawa Menguat Hingga Barba Bertahan
January 25, 2026 07:42 AM

Atmosfer panas kembali menyelimuti Kota Bandung. Menjelang laga penting menghadapi PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (25/1/2026), Persib Bandung menjadi pusat sorotan.

Bukan hanya karena pertandingan krusial yang akan menentukan posisi di papan klasemen, tetapi juga karena isu transfer besar yang mulai mengemuka serta kepastian masa depan salah satu bek andalan mereka.

Hari ini, ada tiga topik utama yang mengisi perbincangan hangat di kalangan Bobotoh.

Pertama rumor kedatangan Layvin Kurzawa, kepastian Federico Barba yang tetap bertahan, dan analisis jelang duel hidup-mati melawan PSBS Biak.

Baca juga: Jadwal dan Prediksi Susunan Pemain PSIM vs Persebaya Live Indosiar Gali dan Ze Valente Main

  1. Senyum Bojan, Sinyal Kedatangan Kurzawa

Isu tentang Layvin Kurzawa kian menguat. Mantan bek kiri Paris Saint-Germain itu disebut-sebut telah berada di Bandung dan tinggal selangkah lagi resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Persib.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, memilih tidak membantah kabar tersebut. Saat disinggung dalam sesi jumpa pers di Stadion GBLA, ia hanya tersenyum sambil melempar candaan.

“Mungkin ada satu pemain. Tapi jika kamu ingin tahu, silakan ikuti sosial media Persib. Anda akan tahu dalam waktu dekat,” ujar Bojan sambil tersenyum.

Meski terdengar santai, pernyataan itu justru dianggap sebagai sinyal kuat bahwa transfer tersebut benar adanya. Ketika ditanya lebih jauh mengenai posisi pemain anyar, Bojan mengungkapkan alasan logis di balik kebutuhan tim.

Persib saat ini kehilangan beberapa pemain yang sebelumnya berstatus pinjaman. Selain itu, jadwal padat membuat risiko cedera semakin tinggi.

“Kami harus memainkan banyak pertandingan. Jadi kami perlu seseorang yang bisa bermain sebagai bek kiri atau stoper kiri,” jelasnya.

Menurut Bojan, sektor bek kiri menjadi perhatian khusus karena saat ini diisi oleh Frans Putros yang bukan berkaki kiri, sementara Dewangga meski tampil bagus, tetap membutuhkan pelapis.

“Di setiap posisi, saya butuh dua atau tiga pemain,” tegasnya.

Profil tersebut sangat identik dengan Layvin Kurzawa. Ketika nama Kurzawa kembali ditegaskan, Bojan hanya tertawa kecil.

“Mungkin dia suka cuaca di sini,” katanya, tanpa menutup kemungkinan apa pun.

2. Federico Barba Akhirnya Buka Suara

Di tengah isu transfer, kabar menggembirakan datang dari Federico Barba. Bek asal Italia itu dipastikan tetap bertahan bersama Persib hingga akhir musim.

Sebelumnya, Barba sempat dikabarkan akan kembali ke Italia karena persoalan keluarga. Isu tersebut berkembang luas dan memicu kekhawatiran Bobotoh.

Namun Bojan Hodak menegaskan bahwa masalah tersebut telah diselesaikan dengan dukungan klub.

“Barba masih punya kontrak dua tahun lagi. Dia memang punya masalah keluarga, tapi kami mencoba membantunya,” ujar Bojan.

Setelah berdiskusi panjang dengan keluarga dan manajemen, Barba akhirnya memilih tetap bertahan.

“Sekarang dia 100 persen fokus. Dia akan tetap sampai akhir musim. Itu kabar baik untuk kami,” lanjutnya.

Keputusan Barba menjadi krusial karena Persib masih harus berjuang di dua kompetisi besar. Selain Super League, Maung Bandung juga akan berlaga di babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026 melawan Ratchaburi FC di Thailand pada 11 Februari 2026.

3. GBLA Jadi Medan Tempur Penentuan

Laga melawan PSBS Biak bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah momen penentuan bagi Persib untuk kembali ke puncak klasemen.

Saat ini, Persib mengoleksi poin yang sama dengan Persija, yakni 38 poin, sementara Borneo FC memimpin dengan 40 poin. Artinya, kemenangan menjadi harga mati.

Legenda Persib menilai bahwa pertandingan di kandang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Bermain di hadapan Bobotoh memberikan energi tambahan, tetapi juga menuntut konsistensi penuh selama 90 menit.

Pada putaran pertama, Persib menang telak 3-0 atas PSBS Biak. Namun, kondisi kini berbeda. PSBS yang berada di posisi ke-15 pasti datang dengan motivasi berlipat untuk mencuri poin.

Dalam sepak bola, Persib sering menjadi “lawan impian” bagi tim papan bawah. Mengalahkan Maung Bandung bukan hanya soal poin, tetapi juga prestise.

Karena itu, Persib tidak boleh lengah. Setiap peluang di depan gawang harus dimanfaatkan, karena sedikit kelengahan bisa berujung petaka.

Kunci kemenangan terletak pada komunikasi antarlini, fokus sepanjang laga, dan penyelesaian akhir yang efektif. Jika semua itu terjaga, Persib berpeluang besar kembali ke puncak dan menjaga asa juara tetap menyala.

(tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.