TRIBUNNEWS.COM – Kehadiran destinasi wisata Kemuning Sky Hills di Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah membawa dampak positif untuk warga sekitar.
Pengelola wisata memastikan sebagian besar tenaga kerja berasal dari warga lokal desa Sumbersari, Kemuning.
Selain itu, kios-kios yang berada di kawasan wisata dikhususkan untuk penduduk desa setempat.
Potensi kebun teh seluas 20 hektar juga dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata sekaligus sumber penghasilan.
Kemuning Sky Hills menjadi salah satu ikon wisata di Karanganyar yang menawarkan pengalaman berjalan di atas jembatan kaca sepanjang 125 meter.
Dibuka sejak tahun 2023, wisata ini dilengkapi restoran, kafe, pusat oleh-oleh, area glamping, spot foto serta ruang tunggu.
Manajer Kemuning Sky Hills, Pardi, menerangkan banyak warga desa membutuhkan pekerjaan sehingga pembangunan wisata ini menjadi berkah tersendiri.
"Meskipun ini dikelola oleh kampung, jadi nanti orang luar kampung sini ya tidak diperbolehkan jualan di sini. Itulah pemberdayaan. Masalah orang di sini tuh perlu pekerjaan, dan sini ada potensinya," tuturnya, Senin (26/1/2026).
Pengelola juga membuka ruang kolaborasi dengan vendor wahana seperti Rainbow Slide dan Sky View.
Kawasan wisata ini dibagi menjadi beberapa divisi operasional meliputi tim pemeliharaan, petugas loket parkir, loket kawasan, loket jembatan kaca, serta staf restoran dan kafe.
Meski terbagi menjadi banyak divisi, namun karyawan harus saling membantu jika salah satu area mengalami kesulitan.
Baca juga: Destinasi Wisata Ramah Anak di Kota Solo, The Nice Park Hadir dengan Konsep Unik
Pardi menambahkan manajemen melakukan sistem perputaran posisi, agar karyawan yang telah bekerja bertahun-tahun tidak bosan.
"Orang itu kalau bekerja di satu tempat mengatakan setahun, dua tahun, sampai tiga tahun, terus di sini kadang-kadang juga jenuh. Ya saya rolling. Dia fresh lagi."
"Misal mau di jembatan sini, tak rolling ke depan sana, di loket tengah. Loket tengah rolling sana loket depan," katanya.
Ke depan, pengelola berencana membuka wisata edukasi kebun teh yang diperuntukkan para siswa.
Tak hanya memetik teh, siswa akan diperkenalkan proses pembuatan teh hingga bisa diminum.
"Daripada outing class ke sana ke sana hanya orang piknik nyemplung kali, ke sana nyemplung laut, pantai ke sana sudah nggak ada ilmu, masuk ke sini untuk pelajaran ilmu edukasinya," imbuhnya.
Salah satu karyawan bernama Khistari mengaku senang dengan keberdaan wisata Kemuning Sky Hills karena dapat bekerja di dekat rumah.
"Dampaknya lumayan bagus karena membuka banyak lapangan pekerjaan. Warga sekitar juga terdampak karena bisa berdagang. Sangat bermanfaat untuk masyarakat desa Sumbersari tepatnya," ucapnya.
(Tribunnews.com/Mohay)