BANJARMASINPOST.CO.ID - Dikenal sebagai seniman dan aktivis kemanusiaan, Chiki Fawzi mendapatkan tantangan baru Tahun 2026 ini.
Putri musisi Ikang Fawzi itu terpilih menjadi salah satu Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 Hijriyah/2026.
Bukan jadi tugas ringan, amanah tersebut menuntut Chiki untuk memiliki sederet keahlian khusus.
Tak heran, Ia bersama para kandidat PPIH lainnya dilatih secara khusus.
Bukan cuma pelatihan teknis tentang segala hal untuk mendukung aktivitas para jemaah Haji di Arab Saudi, Chiki juga harus memahami dasar-dasar bahasa Arab.
Rangkaian pelatihan tersebut dijalani Chiki di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
"Diklatnya seru, menarik,dan menempa ya. Di sini jadi banyak belajar, banyak catch up, belajar bahasa Arab yang basic-basic, dan insya Allah ini akan bermanfaat banget ketika bertugas nanti," ujar Chiki di Asrama Haji Pondok Gede, Senin (26/1/2026) dikutip dari Tribunnews.com.
Ia mengakui materi Bahasa Arab menjadi tantangan tersendiri selama mengikuti diklat petugas haji. Meski demikian, suasana belajar yang kolaboratif membuatnya lebih mudah beradaptasi.
"Materi yang aku sukain sebenarnya semuanya. Fiqih Petugas juga menurut aku interesting banget. Sejujurnya tantangan aku di Bahasa Arab, susah banget. Aku tuh masih nanya kanan kiri, masih lambat belajar Bahasa Arab ya, tapi ya semoga bisa catch up," tuturnya.
Lebih dari sekadar mendapatkan materi, Chiki merasa diklat PPIH tahun ini menjadi ruang pertemuan banyak orang dari berbagai latar belakang yang memiliki niat sama, yakni melayani tamu-tamu Allah.
"Kayak ada filternya gitu. Yang ikut ini memang sudah niat untuk membersihkan hati dan melayani tamu Allah," kata Chiki yang akan bertugas di daerah kerja (daker) Makkah dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Baca juga: Terekam saat Tak Sadarkan Diri di Ranjang Perawatan, Kondisi Baim Wong Picu Reaksi Rekanan Artis
Menjelang penugasan di Arab Saudi, Chiki berharap bisa terus meningkatkan kesiapan diri dan memanfaatkan sisa waktu diklat untuk belajar dari rekan-rekan sesama petugas.
"Yang penting kita dipersiapkan di sini supaya benar-benar bisa melayani jemaah dengan sebaik mungkin, se-optimal mungkin. Terlebih kita dipersiapkan untuk membuat haji tahun ini menjadi haji ramah perempuan dan ramah lansia," ucapnya.
Chiki pun berharap pengalaman pertamanya sebagai petugas haji ini dapat memberi manfaat, baik bagi jemaah maupun bagi dirinya secara pribadi.
"Biar pahalanya double-double," tutupnya.
Sebelumnya, Chiki Fawzi turut terlibat dalam misi kemanusiaan untuk warga Gaza, Palestina.
Chiki Fawzi sudah mempersiapkan diri untuk ikut pelayaran kemanusiaan menuju Gaza bersama tim Global South Flotilla.
Namun rencananya itu terpaksa harus batal.
“Perasaannya ya terus membersamai mereka karena harusnya aku di sana sama mereka,” ujar Chiki Fawzi di kawasan Jakarta Selatan, dikutip dari Tribunnews.com, Senin (6/10/2025).
Selama berbulan-bulan, Chiki sudah mengikuti pelatihan intensif sejak akhir Agustus mengenai skenario berlayar hingga strategi menghadapi intersepsi Israel.
Harapannya hanya satu yaitu bisa ikut mengantarkan bantuan kemanusiaan untuk Gaza.
Namun ketika semua sudah dipersiapkan, keputusan besar harus diambil putri musisi Ikang Fawzi ini
“Aku harus menerima kenyataan bahwa Indonesia mayoritas nggak bisa berlayar karena keputusan pembinaannya itu ya udah lebih baik kita serahkan seat kepada orang-orang dari negara lain,” ungkapnya.
Selain itu, waktu keberangkatan tersebut juga bertepatan dengan tanggal wafat sang ibu. Sehingga ia tidak mau meninggalkan sang ayah seorang diri.
“Kalau aku ikut berlayar kemarin, di tanggal dan jam yang sama ketika teman-teman pelayaran kami diculik Israel, itu adalah tanggal dan jam yang sama di tahun lalu ketika Allah ambil ibu aku,” kata Chiki.
“Jadi setelah aku pikir-pikir, udah qadarullah sih aku nggak ikut berlayar. Aku harus berempati sama ayah,” sambungnya.
Walaupun gagal dalam misi kemanusiaan kali ini, Chiki Fawzi menegaskan perjuangannya tak berhenti di situ.
“Kita akan bikin pelayaran baru dari Indonesia. Itu terakhir dari meeting, itu adalah plannya. Jadi kita enggak akan stop sampai sini aja,” tegas Chiki.
Meski tak ikut kapal, Chiki tetap menyalurkan bantuan lewat jalur darat di Yordania.
“Selama masih bisa jalan, jalan,” imbuh Chiki.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnnews.com)