Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
TRIBUNFLORES.COM, TAMBOLAKA - Masyarakat kembali menemukan korban ketiga dalam hal ini Aldianto Mete (8) di pesisir Pantai Mara Uma, Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Bhalagar, Sumba Barat Daya, Rabu 28 Januari 2026 sekitar pukul 06.30 wita.
Korban Aldianto ditemukan sekitar 3 km ke arah barat dari titik tenggelamnya tiga korban di Pantai Waibuku, Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Bhalagar, Sumba Barat Daya, Senin, 26 Januari 2026 sekitar pukul 14.00 wita.
Sedangkan dua korban lainnya yakni Ipran Mete dan Alfred Mone telah ditemukan warga di pesisir Pantai Waibuku, sekitar 1,5 km kearah barat dari lokasi kejadian di Pantai Waibuku, Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Bhalagar, Sumba Barat Daya, Selasa 27 Januari 2026 pagi. Ketiganya adalah anak-anak sekolah dasar.
Camat Kodi Bhalagar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Paskalis Muda Tari Mada, S.TP yang biasa disapah Adi Mada menyampaikan hal itu melalui telepon selulernya, Rabub28 Januari 2026.
Baca juga: 3 Siswa SD Tenggelam di Pantai Waibuku, Sumba Barat Daya NTT, 1 Belum Ditemukan
Menurut Camat Adi Mada, tadi pagi, masyarakat mulai melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang pantai Waibaku, Marapu dan Pantai Mara Uma. Dan sekitar pukul 06.30 wita, masyarakat menemukan korban di pesisir Pantai Mara Uma, sekitar 3 km ke arah barat dari lokasi tenggelamnya 3 orang anak itu di Pantai Waibaku, Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Bhalagar, Sumba Barat Daya, Senin 26 Januari 2026 sekitar pukul 14.00 wita.
Kini, korban telah dibawah ke rumah duka di Desa Waipakolo, Kecamatan Kodi Bhalagar, Sumba Barat Daya untuk pengurusan pemakamannya.
Sebelumnya, siang itu, Senin 26 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 wita, tiga anak masing-masing Ipran Mete, Alfred Mone dan Aldianto Mete bersama teman-temannya tiba di Pantai Waibuku, Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Bhalagar, Sumba Barat Daya.
Ketiganya adalah anak-anak sekolah dasar yang baru saja pulang sekolah.
Ketiganya datang hanya ingin bermain dan ingin melihat sebuah bangkai kapal kayu berukuran besar terdampar di pinggir pantai itu. Kondisi kapal itu sudah rusak parah akibat terhantam gelombang besar.
Saat itu, tidak hanya ketiganya tetapi juga bersama teman-teman lainnya. Mereka terus bermain seraya menyaksikan sebuah bangkai kapal kayu terdampar di pesisir pantai itu.
Diduga ketiga anak itu asyik bermain, tanpa memperhatikan lagi kondisi alam gelombang laut sangat tinggi yang sedang terjadi.
Tak menyangka tiba-tiba saja gelombang laut dasyat muncul menyeret 5 orang termasuk ketiga korban itu sekitar pukul 14.00 wita.
Dua korban berhasil selamat. Sedangkan tiga korban lainnya hilang sekejap terbawa gulungan arus gelombang yang besar.
Dua orang korban telah ditemukan masyarakat di pesisir pantai itu, berjarak sekitar 1,5 km ke arah barat dari titik tenggelam tiga anak itu, Selasa 27 Januari 2026 sekitar pukul 07.00 wita.
Niat datang hanya bermain dan melihat bangkai kapal, sayang nyawa terenggut oleh ganasnya gelombang laut pantai Waibuku.
Kini kedua korban telah dibawah ke rumah masing-masing untuk proses pemakamannya.
Demikian penuturan Kepala Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Bhalagar, Sumba Barat Daya, Petrus Pati Dita di Pantai Waibuku, Sumba Barat Daya, Selasa 27 Januari 2026.
Menurutnya, sesaat setelah kejadian itu, pihaknya melakukan koordinasi lintas sektor dan bersama masyarakat melakukan pencarian. Upaya pencarian sampai malam tidak membuahkan hasil.
Selanjutnya, Selasa 27 Januari 2026, masyarakat menemukan 2 korban tenggelam di pesisir Pantai Waibuku, sekitar 1,5 km ke arah barat dari titik tenggelamnya para korban itu.
Untuk itu, ia menghimbu orang tua agar menjaga anak-anaknya untuk sementara waktu jangan bermain ke Pantai Waibuku karena arus gelombang laut sangat dasyat.
Perlu diketahui hingga hari kedua pencarian ini, masih ada satu korban atas nama Aldianto Mete belum ditemukan.