Tolak Autopsi, Keluarga Lula Lahfah Bakal Dipanggil Polisi Dimintai Keterangan, Kombes Budi: Pasti
January 28, 2026 06:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Keputusan keluarga Lula Lahfah untuk menolak dilakukannya autopsi membuat tanda tanya.

Pihak kepolisian akan segera memanggil keluarga Lula Lahfah terkait hal tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.

Pihak kepolisian akan memanggil pihak keluarga untuk dimintai keterangan terkait kematian Selebgram Lula Lahfah.

Nantinya pihak keluarga akan didalami terkait keputusan menolak dilakukannya autopsi terhadap jenazah Lula.

"Ya pasti, karena ada pertanyaan kenapa pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi," kata Budi saat ditanya terkait apa yang akan didalami dari keluarga Lula, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Sosok Arief Fadillah, Laporkan Suderajat Jual Es Kue Pakai Spons hingga Diduga Dianiaya Oknum Aparat

Lanjut Budi, berdasarkan keterangan dari dokter, pihak keluarga menolak autopsi karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di jenazah Lula

"Ini kami sampaikan bahwa hasil keterangan dari dokter, pernyataan dokter yang kemarin sempat diminta keterangan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, pertama tidak adanya tanda-tanda kekerasan, tidak ada tanda-tanda penganiyaan," ucapnya.

"Sehingga pihak keluarga memutuskan menerima dan tidak ingin dilakukan bedah mayat atau lebih kita kenal autopsi," katanya.

Meski demikian, ia belum menyampaikan lebih lanjut ihwal kapan pemeriksaan terhadap keluarga Lula akan dilakukan.

Ia hanya memastikan, proses pemeriksaan terkait kematian Lula dilakukan pihak Polres Metro Jakarta Selatan.

Budi menuturkan tidak menutup kemungkinan adanya penambahan saksi yang akan diperiksa.

"Pasti ada, (saksi) nanti akan bertambah, seperti teman yang bersangkutan saudari V ini kan belum hadir, termasuk orang yang datang setelah kejadian tersebut, ada pacar almarhum, ada dokter dari klinik yang di Depok yang mengeluarkan surat keterangan kematian, ada manager, nah ini kan kita harus melakukan pemeriksaan. Tidak ada maksud lain, kita hanya ingin melihat secara runtun," jelasnya.

Sebagai informasi, sejauh ini polisi telah memeriksa sebanyak 10 saksi.

Mereka di antaranya asisten rumah tangga (ART), sopir, teknisi apartemen, asisten pribadi hingga kekasih Lula, Reza Arap.

Polisi Akan Dalami Isu Overdosis

Beredar isu liar di media sosial terkait penyebab kematian selebgram Lula Lahfah.

Salah satunya yaitu isu yang menyebut bahwa Lula meninggal dunia karena overdosis.

WHIP PINK

(kiri) Ilustrasi whip pink / (kanan) Reza Arap cium pusara Lula Lahfah di TPU Rawa Terate, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2025) | Kematian selebgram Lula Lahfah dikaitkan dengan Whip Pink. Istilah ngebalon Whip Pink kini viral di media sosial setelah kematian kekasih Reza Arap tersebut. 

 (Kolase @whippink.co | Grid.id Ulfa L)

Menanggapi isu tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto meminta masyarakat berempati kepada keluarga korban.

"Jadi gini, ayolah bijak kita membangun simpati, membangun empati terhadap orang yang sudah meninggal," kata Budi, Rabu (28/1/2026).

"Jangan bias kita menuduhkan, ini kan rekam digital kepada keluarga. Kalau kita ingin menyatakan akibat kematian, akhirnya harus dilakukan autopsi, itu scientific investigation yang harus kita lakukan," ujar dia.

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan akan mendalami isu tersebut.

Baca juga: Kisah Chiki Fawzi Dicopot dari Petugas Haji 2026 Tanpa Alasan, Sudah Jalani Diklat PPIH Semi Militer

“Oh iya, (dugaan overdosis) pasti akan kami dalami,” kata Budi saat ditemui wartawan, Rabu (28/1/2026).

Menurut dia, kepolisian akan menyampaikan seluruh fakta dan kronologi kejadian secara rinci kepada publik setelah proses penyelidikan selesai.

Saat ini, polisi masih mengupayakan percepatan pemeriksaan saksi dan pengujian barang bukti agar seluruh fakta dapat segera terungkap.

Sebelumnya, Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence, Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) sore lalu.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih menjelaskan, petugas keamanan apartemen menerima laporan kondisi korban sekitar pukul 18.44 WIB.

Saat polisi mengecek lokasi, Lula ditemukan tergeletak di atas kasur.

"Ditemukan dalam posisi tidur telentang berselimut dengan menggunakan kaus putih dan celana pendek warna hitam," ucap Murodih dalam keterangan resminya, Sabtu (24/1/2026).

Baca juga: Sosok Kombes Abdul Waras Kapolres Metro Depok Beri Motor Untuk Suderajat Penjual Kue Gabus

Di lokasi kejadian, polisi dilaporkan mengamankan sejumlah barang bukti obat-obatan dari penyakit yang diidap Lula.

“Ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI," kata Murodih.

Reza Arap Jalani Pemeriksaan Polisi

Reza Arap menjalai pemeriksaan polisi soal kematian kekasihnya, Lula Lahfah.

PROFIL Reza Arap, Ngaku Depresi dan Minta Publik Jangan Sok Perhatian: Tak Punya Energi Berdebat
Reza Arap (Instagram @ybrap)

Ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (26/1).

Reza Arap memenuhi panggilan polisi pukul 11 malam setelah menghadiri pengajian tiga hari meninggalnya Lula Lahfah di kawasan Buaran, Jakarta Timur.

"(Reza Arap) jam 23.00 datang," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah, Selasa (27/1/2026), dilansir Tribunjakarta.com.

Dalam pemeriksaan tersebut, Reza Arap dicecar 30 pertanyaan terkait kematian Lula Lahfah.

Iskandarsyah menjelaskan, pemeriksaan Reza berlangsung selama sekitar 4,5 jam hingga pukul 03.46 wib.

Baca juga: Tuduh Suderajat Jual Es Kue Pakai Spons, TNI Minta Tak Ada Tuntutan, Oknum Polisi Diperiksa Propam

"Sampai jam 03.46, ada 30 pertanyaan," ujar dia.

Sebelumnya, AKBP Iskandarsyah menyampaikan pemeriksaan Reza Arap sebagai saksi berkaitan dengan meninggalnya Lula Lahfah.

Reza Arap diduga ada di tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni di apartemen tempat Lula Lahfah ditemukan tak bernyawa. 

"Sampai saat ini dugaan untuk pacarnya ada dari keterangan bahwa ada di TKP. Oleh karena itu, jadi kita tetap melakukan klarifikasi dan saudara RA (Reza Arap) ini, pacarnya LL (Lula Lahfah)," jelas Iskandarsyah.

Pemanggilan Reza Arap tidak sembarangan. Iskandarsyah menyebut nama Reza muncul setelah polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa saksi-saksi.

Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan masih terus mendalami kasus meninggalnya selebgram Lula Lahfah (LL) yang ditemukan tak bernyawa di apartemennya pekan lalu.

Lula ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya di kawasan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026) malam.

Baca juga: Sosok Erwin Istri Pertama Capt Andy Dahananto Pilot Pesawat ATR 42-500, dari Keluarga Militer

Berdasarkan kesaksian asisten rumah tangga (ART) berinisial A, ketika itu Lula berada di kamar yang terkunci dari dalam.

"Pada hari jumat tanggal 23 Januari saksi A di luar kamar, sedangkan almarhumah ada di dalam. Pintu dalam keadaan terkunci," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Murodih, Sabtu (24/1/2026).

Respons Reza Arap Usai Penuhi Panggilan Polisi

Terkait pemanggilan dirinya oleh pihak kepolisian untuk memberikan keterangan lebih lanjut, Reza Arap memberikan jawaban singkat yang menyiratkan duka mendalam.

Ditemui saat menghadiri rangkaian acara untuk mendiang Lula Lahfah, Reza Arap tampak masih terpukul.

Ia tiba mengenakan busana serba hitam dan didamping beberapa pria bertubuh kekar.

Anggota Weird Jenius itu bergegas menuju rumah duka dan langsung menyalami keluarga. Usai acara tahlilan, Reza Arap juga sempat berbincang dengan ibunda Lula Lahfah.

Namun ketika ditanya mengenai kesiapannya memberikan keterangan kepada penyidik, ia memilih bungkam.

Pria dengan nama panggung YB ini mengaku belum bisa memberikan banyak pernyataan.

"Lagi berduka bang. Punten banget ini mah. Punten, punten," ujar Reza Arap saat ditemui di kawasan Buaran, Jakarta Timur, Senin (27/1/2026), dikutip Grid.id.

(Bangkapos.com/TribunnewsBogor.com/KompasTV)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.