SRIPOKU.COM - Christiana Budiyati masih belum lepas dari laporan polisi meski sudah meminta maaf.
Bu Budi, sapaan akrabnya, dilaporkan ke polisi pada Desember 2025 oleh seorang wali murid lantaran tak terima sang guru menasehati anaknya.
Bu Budi yang mengajar di salah satu SD kawasan Pamulang bahkan sudah meminta maaf.
Namun, orangtua murid masih belum mencabut laporan polisi.
Baca juga: Tanpa Menampar atau Mencubit, Guru Dilaporkan Polisi Usai Nasehati Murid
Peristiwa ini diketahui publik setelah ramainya petisi mendukung Bu Budi.
Petisi bertajuk "Keadilan Untuk Seorang Guru" itu bisa ditemukan di situs Change.org.
Bunyi opetisi, teguran yang diberikan Bu Budi merupakan bentuk nasihat dan pembinaan kepada seluruh murid, tanpa kata-kata kasar dan tidak ditujukan kepada individu tertentu.
Nasehat yang diberikan Bu Budi bermula saat sekolah tempat dirinya mengajar sedang menggelar lomba.
Saat itu seorang murid terjatuh ketika digendong temannya yang belum siap.
Murid yang meminta digendong disebut tidak menolong temannya yang terjatuh dan meninggalkan lokasi bersama murid lainnya.
Anak tersebut kemudian mendapat teguran dari Bu Budi selaku wali kelas.
Teguran itu dipersepsikan oleh salah satu murid sebagai kemarahan di depan kelas, hingga berujung laporan ke Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Pendidikan, serta polisi.
Seiring berjalannya waktu, pada Rabu (28/1/2026), Bu Budi dengan orangtua murid yang bikin laporan ke polisi sudah dipertemukan.
Baca juga: Fakta Video Guru Dianiaya Pelajar Viral, Ternyata Korban Satpam Sekolah
Mereka diharapkan mencapai kata sepakat untuk berdamai.
Akan tetapi, pihak wali murid masih memutuskan melanjutkan laporan mereka.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, mengatakan, pelapor mengaku masih butuh waktu untuk komunikasi atau membicarakannya terlebih dahulu dengan sang anak.
Orangtua murid tersebut juga belum menentukan batas waktu untuk mengambil keputusan apakah akan dicabut laporannya atau tidak.
Namun, mereka disebut telah membuka diri terhadap upaya penyelesaian masalah dugaan kekerasan verbal itu.
Bu Budi juga telah meminta maaf kepada orangtua murid tersebut saat mediasi berlangsung.
"Dari pihak terlapor menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya jika dalam hal mendidik anak ada kata-kata kurang berkenan dari anak atau pun wali murid tersebut," jelas Wira.