SURYAMALANG.COM, MALANG - Perum Bulog Cabang Malang mulai menyalurkan Minyak Kita ke pasar-pasar tradisional di Malang Raya dan Pasuruan, Rabu (28/1/2026).
Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menahan laju kenaikan harga minyak goreng menjelang bulan suci Ramadan 2026.
Penyaluran dilakukan Bulog Malang bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat.
Saat ini, stok Minyak Kita yang dikelola Bulog Malang tercatat mencapai 136.404 liter.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 55.891 liter sudah didistribusikan ke berbagai titik pasar.
Baca juga: Penataan Parkir di Jalan Semeru Kota Malang Harus Terintegrasi dengan Kawasan Kayutangan
Pemimpin Cabang Bulog Malang, M Nurjuliansyah Rachman mengatakan, distribusi difokuskan ke pasar tradisional agar masyarakat lebih mudah mendapatkan Minyak Kita dengan harga terjangkau.
"Distribusi Minyak Kita kami lakukan bersama Diskoperindag ke pasar-pasar tradisional supaya pasokan tetap terjaga dan bisa langsung diakses masyarakat," kata Nurjuliansyah kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, Minyak Kita disalurkan dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.
Adapun harga beli di tingkat pedagang ditetapkan sebesar Rp 14.500 per liter.
Harga tersebut diharapkan dapat memberi ruang keuntungan bagi pedagang tanpa membebani konsumen.
Penyaluran Minyak Kita dilakukan melalui berbagai saluran.
Mulai dari pasar tradisional SP2KP, ritel modern, KDMP, hingga jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
Untuk wilayah Kabupaten Malang, distribusi mencapai 7.392 liter, sedangkan Kota Malang sebesar 840 liter.
Sementara itu, penyaluran ke Kabupaten Pasuruan tercatat sebanyak 7.992 liter dan Kota Pasuruan juga sebesar 7.992 liter.
Selain melalui pasar tradisional, distribusi melalui RPK, ritel modern, dan KDMP di wilayah Malang Raya mencapai 31.675 liter.
"Dengan adanya distribusi Minyak Kita ini, kami berharap harga minyak goreng di pasaran bisa ditekan sehingga tetap stabil."
Hasil pemantauan Bulog menunjukkan, harga Minyak Kita di sejumlah pasar SP2KP di wilayah Malang dan Pasuruan masih stabil dan sesuai HET, yakni Rp 15.700 per liter.
Menurut Nurjuliansyah, penyaluran Minyak Kita ini merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat, Bulog mendapat mandat menyalurkan 35 persen domestic market obligation (DMO) bersama ID Food dan Agrinas Palma.
Selain minyak goreng, Bulog Malang juga memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman menjelang Ramadan.
"Bulog juga akan terus melakukan penyerapan gabah petani, terutama saat memasuki musim panen raya, sebagai upaya menjaga ketahanan stok pangan di wilayah Malang Raya," tandasnya.