Respons Berkelas Shayne Pattynama Dikritik Gabung Persija: Mereka Meremehkan Negaranya Sendiri
January 29, 2026 01:35 AM

SURYAMALANG.COM, - Kedatangan Shayne Pattynama ke Persija Jakarta memicu perdebatan hangat lantaran bek Timnas Indonesia itu dianggap masih berada dalam usia emas untuk berkarier di Eropa.

Menanggapi pro-kontra tersebut, Shayne memberikan jawaban berkelas dengan menegaskan ekosistem sepak bola Indonesia saat ini sedang bertransformasi ke arah yang lebih baik.

Shayne eminta para penggemar untuk tidak bersikap terlalu negatif dan merendahkan kualitas liga lokal, karena kemajuan tim nasional tidak akan pernah tercapai tanpa perkembangan kompetisi dalam negeri yang kuat.

Shayne Pattynama memang belum lama ini didatangkan Persija Jakarta dari klub Thailand Buriram United.

Pemain keturunan Indonesia-Belanda tersebut didatangkan dengan durasi kontrak 2,5 tahun atau hingga 2028.

Baca juga: Kondisi Asnawi Mangkualam Cedera Parah: Operasi, Asa Bela Timnas Indonesia di FIFA Series Mengecil

Shayne Pattynama diharapkan bisa membantu Macan Kemayoran dalam perburuan gelar juara Super League 2025/2026 ini.

Namun, setelah bek Timnas Indonesia diumumkan sebagai pemain Persija Jakarta, tak sedikit yang melempar kritikan untuknya.

Respons Berkelas Shayne Pattynama Dikritik Gabung Persija

Pemain berusia 27 tahun tersebut menyadari banyak pihak yang mengkritik keputusannya untuk berkarier di Indonesia.

Alih-alih menganggap hal tersebut dengan negatif, Shayne justru memberikan respons berkelas.

“Menurut saya, Anda tahu, tentu saja orang-orang selalu mengkritik, dan, saya mengerti bahwa orang-orang ingin para pemain di liga terbaik,” ujar Shayne di Sawangan, Selasa (27/1/2026).

Namun, Shayne juga mengingatkan bahwa saat ini Indonesia memiliki kompetisi yang bagus. Untuk itu, ia mengingatkan agar tak ada pihak yang justru meragukan kompetisi domestik.

Baca juga: 2 Pemain Super League Ini Masuk Radar John Herdman untuk Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Pasalnya, Shayne sebagai pemain Timnas Indonesia pun mengakui ingin bisa meningkatkan kompetisi domestik.

Oleh karena itu, Shayne sangat menyayangkan ada pihak yang justru melarang pemain Timnas Indonesia berkarier di Indonesia.

Padahal, saat ini semua pemangku kepentingan seperti PSSI dan I.League berusaha meningkatkan kualitas kompetisi Tanah Air.

“Tapi, saya juga perlu, orang-orang juga perlu mengerti bahwa kita sebagai negara sedang berkembang dalam hal sepak bola,” kata Shayne Pattynama.

“Jadi, kita sedang memiliki liga yang lebih baik. Kita mendapatkan Timnas yang lebih baik, dan saya merasa ketika orang-orang mengatakan, 'Oh, jangan pergi ke Indonesia. Jangan pergi ke liga kita. Liga kita buruk'. Saya merasa mereka meremehkan Indonesia, itu tidak baik,” ucapnya.

Pentingnya Keseimbangan Antara Liga dan Tim Nasional

Shayne menekankan semua pihak, termasuk federasi, sedang berupaya membawa sepak bola Indonesia ke level berikutnya.

“Karena kita sedang berkembang, dan, banyak waktu yang dihabiskan oleh federasi (PSSI) untuk itu baik dari presiden (Erick Thohir), liga (I League), semuanya berusaha untuk membawa liga ke level berikutnya" ucapnya.

"Jika Anda menginginkan Timnas Indonesia berkembang, kita juga harus berkembang sebagai liga, dan, saya merasa ketika orang-orang berkata, 'Oh, ini tidak bagus, ini tidak bagus', mereka meremehkan negaranya sendiri, menurut saya, dan, saya tidak mempercayainya.” tegas Shayne. 

Baca juga: PSSI Gandeng Kelme sebagai Apparel Resmi untuk Timnas Indonesia

Pemain yang pernah bermain di Norwegia dan Belgia tersebut mengatakan cukup paham kenapa banyak suporter yang mengkritik pemain yang memilih bermain di Indonesia.

Namun, Shayne tak ingin semua pihak hanya melihat dari sisi negatifnya saja. Pasalnya, ia juga berharap kompetisi domestik yakni Liga Indonesia bisa terus berkembang.

“Saya mengerti Anda bisa mengkritik dan saya juga mengerti Anda ingin yang terbaik untuk kita. Tapi, Anda juga harus mengerti bahwa kita harus berkembang sebagai negara dan ini adalah bagian darinya,” ungkap Shayne.

Tren Pemain Diaspora di Liga Indonesia dan Harapan ke Depan

Tak hanya Shayne Pattynama yang baru bergabung dengan Persija saja yang mendapat kritikan.

Hal ini karena banyak pemain diaspora yang belakangan memilih bermain di Liga Indonesia.

Bahkan saat ini diketahui ada beberapa pemain keturunan yang memutuskan bermain di Super League, seperti Thom Haye, Eliano Reijnders (Persib Bandung), Jordi Amat, Dion Markx (Persija Jakarta), Rafael Struick (Dewa United Banten FC), dan Jens Raven (Bali United FC).

Shayne Pattynama berharap tak ada lagi pihak yang memandang remeh kompetisi domestik.

“Jadi, menurut saya, yang ingin saya bawah ke kompetisi ini, Anda tahu, kualitas, pengalaman. Seperti pemain lainnya seperti Thom Haye, Eliano (Reijnders), Marc Klok di sini, dan banyak pemain lainnya" jelas Shayne. 

"Saya tidak berpikir mereka tidak harusnya berbicara negatif mengenai hal ini,” imbuhnya. 

Baca juga: Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Tempel Ketat Malaysia yang Terancam Sanksi Berat AFC

Sebagai pemain, Shayne mengaku tetap menerima kritikan dari penggemar karena ia paham banyak pihak yang ingin ia berkembang.

Akan tetapi, Shayne juga ingin bisa membantu Timnas Indonesia dan kompetisi dalam negeri.

“Kita perlu saling membantu untuk berkembang seperti para fans, pemain, semuanya. Jika hanya berbicara negatif, mengkritik, iya kita butuh kritik. Tapi, harus seimbang" paparnya. 

"Jadi, saya percaya mereka tidak boleh terlalu negatif tentang Indonesia karena itu merendahkan negara ini. Itu pendapat saya. Tapi, setiap orang berhak memiliki pendapat,” jelas Shayne. 

Kejutan Kepindahan ke Persija dan Reaksi Sandy Walsh

Bergabungnya Shayne Pattynama ke Persija Jakarta dengan meninggalkan Buriram United membuat Sandy Walsh kaget.

Meski demikian, Sandy Walsh akhirnya menerima keputusan Shayne Pattynama yang memilih melanjutkan kariernya di sepak bola Indonesia.

Sebelumnya, Shayne Pattynama merupakan rekan kerja Sandy Walsh di Buriram United dan Timnas Indonesia. Keduanya memiliki keakraban selama membela klub papan atas Thailand tersebut.

Shayne Pattynama tidak berbicara kepada Sandy Walsh bahwa ia akan meninggalkan Buriram United dan bergabung ke Persija.

Perbincangan baru dilakukan setelah proses kepindahannya ke Macan Kemayoran resmi diumumkan.

"Saya baru berbicara dengannya setelah semuanya resmi, karena memang prosesnya sangat cepat. Sebelumnya saya hanya berdiskusi dengan keluarga dan istri," cerita Shayne.

Lanjut Shayne, saat pertama kali mendengar kabar tersebut, Sandy Walsh mengaku terkejut.

Meski demikian, bek kanan Timnas Indonesia itu tetap memberikan dukungan penuh.

Sandy Walsh turut merasa senang atas keputusan Shayne Pattynama melanjutkan karier di Persija.

"Ketika saya memberi tahu Sandy, dia sempat kaget. Tapi pada akhirnya dia mendukung dan ikut senang,” ungkap Shayne.

Komunikasi Tetap Terjaga Meski Berbeda Klub

Shayne Pattynama tidak sempat berpamitan secara langsung dengan Sandy Walsh.

Meski begitu, hubungan keduanya tetap terjalin dengan baik. Ia menyebut komunikasinya dengan Sandy Walsh akan terus terjaga meskipun kini bermain di klub yang berbeda.

"Kami tidak benar-benar berpamitan karena kami tahu akan tetap berkomunikasi," kata pemain berusia 27 tahun itu.

Shayne Pattynama juga menegaskan tidak mengajak Sandy Walsh untuk berkarier di Indonesia atau bergabung dengan Persija. Semua keputusan ada di tangan Sandy Walsh dan tidak boleh dipaksakan.

"Tidak. Itu sepenuhnya keputusan dia. Ini adalah kariernya dan dia yang menentukan,” tegas Shayne Pattynama.

Shayne Pattynama mengatakan saat ini Sandy Walsh masih terikat kontrak bersama Buriram United.

Meski begitu, Shayne tidak menutup kemungkinan adanya peluang di masa depan.

"Mungkin suatu hari bisa terjadi, tetapi itu bukan sesuatu yang saya dorong. Saat ini dia masih terikat kontrak di Buriram United," pungkas Shayne Pattynama.

(BolaSport.com/BolaSport.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.