TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Kuliah Program Studi Kebidanan STIKes Adila Bandar Lampung tidak hanya belajar soal kehamilan hingga melahirkan. Tapi, juga belajar mengenai anatomi tubuh manusia.
STIKes Adila terus berkomitmen mencetak lulusan bidan yang profesional, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja. Hal ini disampaikan oleh Yuhelva Destri, Kepala Program Studi Kebidanan STIKes Adila.
Dia membeberkan sistem pembelajaran dan keunggulan Prodi Kebidanan STIKes Adila. Sejak awal perkuliahan, mahasiswa telah dibekali berbagai mata kuliah dasar yang dirancang untuk memberikan pondasi pengetahuan dan keterampilan kebidanan.
Mata kuliah tersebut meliputi Anatomi dan Fisiologi, Konsep Kebidanan, Etika dan Hukum Kesehatan, Komunikasi dan Konseling dalam Praktik Kebidanan, serta Pendidikan Karakter yang menjadi mata kuliah khas STIKes Adila.
“Mata kuliah anatomi dan fisiologi mempelajari struktur dan fungsi sistem reproduksi perempuan sebagai dasar memahami kehamilan,” jelasnya Kamis (29/1/2026).
“Sementara konsep kebidanan membahas filosofi, paradigma, peran dan fungsi bidan, standar profesi, hingga model asuhan kebidanan yang menjadi dasar praktik profesional,” tambahnya.
Ia mengatakan bahwa pada mata kuliah Etika dan Hukum Kesehatan, mahasiswa dibekali pemahaman kode etik profesi bidan serta aspek hukum dalam praktik kebidanan guna mencegah pelanggaran profesional.
Sedangkan mata kuliah Komunikasi dan Konseling melatih mahasiswa berkomunikasi efektif dalam memberikan edukasi kesehatan serta membangun hubungan yang baik dengan pasien dan keluarga.
Keunggulan lain atau mata kuliah unggulan di Prodi Kebidanan STIKes Adila adalah mata kuliah Pendidikan Karakter. Mata kuliah ini bertujuan membentuk lulusan bidan yang tidak hanya kompeten secara keilmuan. Tetapi juga memiliki karakter kuat seperti tanggung jawab, kejujuran, disiplin, kerja keras, serta empati terhadap sesama.
“Memasuki tahun berikutnya, mahasiswa akan mempelajari Asuhan Kebidanan yang mencakup kehamilan, persalinan, nifas, menyusui, serta kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga secara komprehensif,” tuturnya.
Yuhelsa mengatakan bahwa prodi Kebidanan STIKes Adila hanya memiliki satu fokus peminatan yaitu pada kesehatan ibu dan anak. Fokus ini diwujudkan melalui mata kuliah unggulannya yaitu Literasi Digital, Pendidikan Karakter, dan Community Project.
Saat ini, Prodi Kebidanan STIKes Adila memiliki 9 orang dosen yang merupakan lulusan S2. Menurut Yuhelva dengan dukungan tenaga pengajar yang kompeten, lulusan D3 Kebidanan STIKes Adila memiliki peluang kerja yang luas dan menjanjikan di bidang kesehatan.
“Lulusan dapat bekerja di berbagai sektor, baik pemerintah maupun swasta, seperti rumah sakit, puskesmas, klinik bersalin, klinik pratama, praktik mandiri bidan, tenaga pelayanan kesehatan ibu dan anak, hingga asisten peneliti dan edukator kesehatan masyarakat,” ungkap Yuhelva.
Selain itu, lulusan juga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 dan profesi untuk meningkatkan jenjang karier dan kompetensi. Yuhelva menambahkan bahwa lulusan Prodi Kebidanan STIKes Adila telah terserap dengan sangat baik di dunia kerja.
“Banyak alumni yang berkarier sebagai PNS dan PPPK di rumah sakit dan puskesmas, mengelola klinik mandiri, menjadi dosen, bahkan bekerja di luar negeri seperti Arab Saudi dan Jepang,” ujarnya.
Beberapa alumni juga berhasil menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia melalui jalur kesehatan. “Hal ini menunjukkan bahwa lulusan kami memiliki kompetensi unggul, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/ Bintang Puji Anggraini)