BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah berencana mengoptimalkan penataan dan pemanfaatan aset milik pemerintah daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini diambil menyusul tekanan terhadap keuangan daerah akibat pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda mengatakan, optimalisasi aset daerah menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga keberlanjutan keuangan daerah. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta aktif menghadirkan inovasi yang berpotensi menambah pendapatan.
"Kami meminta seluruh OPD untuk meningkatkan potensi pendapatan daerah ya. Jadi apapun yang akan menghasilkan uang, ayo kita proses, tapi harus sesuai dengan ketentuan ya tentunya," ujar Efrianda, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, langkah ini juga telah dirumuskan melalui di bentuknya Tim Percepatan PAD sejak akhir 2025 kemarin.
Namun diketahui, jika pengoptimalan aset itu membutuhkan payung hukum agar tidak menyalahi aturan. Sehingga perlu adanya rumusan-rumusan ketentuan baru.
"Pak Bupati membentuk Tim Percepatan Pendapatan Asli Daerah. Dan tim ini sudah bekerja dan beberapa hari ini sudah kelihatan hasilnya ya. Jadi rupanya kita belum bisa memanfaatkan karena terganjal ya, terganjal dengan tata ruang dan sebagainya," kata dia.
"Jadi hari ini kita benahi sedikit-sedikit, yang tata ruangnya untuk misalnya untuk RTH (Ruang Terbuka Hijau) mungkin akan kita rubah, kita ganti RTH-nya di mana, kita ganti sebagai tempat lain, kira-kira begitu," tambahnya. (Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)