TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus mendorong peran aktif mahasiswa dalam merespons tantangan sosial di era digital.
Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan edukasi literasi digital yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) UNIMMA di SD Negeri 2 Ringinanom Magelang, sebagai langkah pencegahan hoaks dan ujaran kebencian sejak usia dini.
Kegiatan tersebut berangkat dari kepedulian mahasiswa Ilkom UNIMMA yang diketuai oleh Cikal Cahyo Wicaksono bersama Arif Aditya, Muhammad Ridwan, Rizki Dwi Setiawan, Muhammad Alim, dan Audian Dwi Ahmad.
Mereka melihat kerentanan anak-anak usia sekolah dasar, khususnya di usia 10–12 tahun terhadap paparan informasi negatif di media digital.
Melalui mata kuliah Kewarganegaraan, tim merancang program edukasi yang tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga menanamkan sikap kritis dan etis dalam menyikapi informasi di media sosial.
Cikal mengatakan, dalam pelaksanaannya, tim menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan komunikatif, dengan mengajak siswa berdiskusi langsung serta mengikuti simulasi sederhana untuk membedakan informasi faktual dengan konten palsu atau provokatif.
Disebutkan, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran sejak dini agar siswa tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di internet.
“Kami ingin adik-adik terbiasa berpikir kritis sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. Dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, kami berharap mereka bisa lebih bijak saat menggunakan media digital,” tuturnya.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan pemahaman tentang dampak cyber bullying dan pentingnya menjaga etika dalam berinteraksi di ruang digital.
Sebagai penutup, mahasiswa Ilkom UNIMMA berkomitmen untuk menyusun panduan literasi digital sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah dan orang tua.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran pendampingan terhadap anak-anak agar tumbuh menjadi warga digital yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Kewarganegaraan, Fadil Muhammad, S.H., M.H, menegaskan bahwa literasi digital merupakan bagian penting dari pembentukan karakter generasi muda.
Menurutnya, kecakapan digital harus berjalan seiring dengan penguatan nilai kebangsaan dan etika bermedia.
“Kegiatan yang dilakukan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini merupakan wujud dari implementasi nilai kewarganegaraan dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin generasi muda tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat untuk menolak segala bentuk konten yang dapat memecah belah bangsa, seperti hoaks dan ujaran kebencian,” ujarnya. (***)