Ancaman Nyata Donald Trump ke Iran, Kirim 10 Kapal Perang ke Timur Tengah
January 29, 2026 07:14 PM

 

 


TRIBUNJATIM.COM-  Suasana di kawasan Timur Tengah semakin memanas.
 
Itu setelah Amerika Serikat mengirim 10 kapal perang mereka di kawasan tersebut.
 
Dilansir dari Tribunnews, Amerika Serikat kembali memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan sejumlah kapal tempur induk tambahan.

Langkah ini membuat total kapal perang AS di kawasan tersebut mencapai 10 unit, sebuah kekuatan signifikan yang memberi Presiden Donald Trump daya tembak besar jika memutuskan mengambil opsi militer terhadap Iran.

Seorang pejabat Amerika Serikat, Rabu (28/1/2026) waktu setempat, mengonfirmasi bahwa armada tersebut mencakup kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln yang membawa hingga 90 pesawat dan helikopter.

Baca juga: Ternyata Tak Mudah Hilangkan Kewarganegaraan Syifa Tentara Amerika, Ada Sederet Proses Pemeriksaan

Termasuk jet tempur siluman F-35C, F/A-18 Super Hornet, serta pesawat peringatan dini E-2D Hawkeye

Mengawal kapal induk tersebut, Angkatan Laut AS mengerahkan kapal perusak kelas Arleigh Burke.

Kapal perusak ini dilengkapi sistem tempur Aegis, radar canggih, serta peluncur vertikal yang mampu menembakkan rudal jelajah Tomahawk, rudal pertahanan udara SM-2 dan SM-6, serta rudal anti-kapal.

Selain kelompok kapal induk, terdapat tiga kapal perusak tambahan yang beroperasi secara terpisah di kawasan Timur Tengah.

Kapal-kapal ini berfungsi memperluas jangkauan pengawasan, menjaga jalur pelayaran strategis, serta memperkuat sistem pertahanan rudal terhadap ancaman balistik atau serangan udara.


Tak sampai disitu, mengutip dari Aawsat, Amerika Serikat juga menempatkan tiga kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship/LCS) yang dirancang untuk operasi di perairan dangkal dan sempit, seperti Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Kombinasi kapal induk, kapal perusak, dan kapal tempur pesisir ini memberikan Amerika Serikat kemampuan tempur multidomain udara, permukaan laut, dan pertahanan rudal menegaskan skala kesiapsiagaan militer AS yang kini diarahkan ke kawasan Teluk.


Trump Kirim Pesan Terbuka ke Teheran

Bahkan konsentrasi ini dinilai telah menyamai pengerahan besar-besaran armada AS ke kawasan Karibia menjelang operasi mendadak Washington untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada awal tahun ini.

Skala kehadiran militer tersebut dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Washington tengah menempatkan kawasan Timur Tengah dalam tingkat kesiapsiagaan strategis yang sama, khususnya di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Hal tersebut diperkuat dengan cuitan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara terbuka mengomentari pengerahan armada tersebut melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.

Dalam unggahannya, Trump menulis bahwa “armada besar sedang menuju Iran,” sembari menegaskan bahwa kekuatan militer AS siap bertindak cepat dan keras apabila situasi menuntut langkah tersebut.

Ia membandingkan kesiapan armada itu dengan operasi AS terhadap Venezuela, menekankan bahwa militer Amerika berada dalam posisi siap, bersedia, dan mampu melaksanakan misi dengan kecepatan tinggi serta kekuatan penuh jika diperlukan.

Trump juga menyampaikan peringatan langsung kepada Teheran dengan menyatakan bahwa “waktu hampir habis,” sebuah pesan yang mempertegas tekanan politik dan militer yang sedang dibangun Washington.

 Ia mendesak Iran untuk segera mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat, menandakan bahwa opsi diplomasi masih terbuka, namun berada di bawah bayang-bayang ancaman penggunaan kekuatan militer jika tidak ada kemajuan yang diinginkan AS.

Iran Balas Ancaman AS
Sementara itu menanggapi pernyataan Trump, Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyampaikan sikap resmi melalui platform X.

Teheran menegaskan siap membuka pintu dialog, namun memperingatkan bahwa setiap tekanan atau agresi militer akan dibalas dengan kekuatan penuh.

Iran “siap untuk berdialog,” tetapi “jika dipaksa, kami akan membela diri dan merespons dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya,” demikian pernyataan tersebut.

Pernyataan balasan ini menegaskan sikap Iran yang menolak negosiasi di bawah ancaman militer, sekaligus menggarisbawahi potensi eskalasi konflik jika ketegangan terus meningkat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.