BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kalimantan Selatan sempat menunda proyek pembangunan perumahan yang dikerjakan para pengembang.
Setidaknya terendamnya jalan menghambat akses menuju lokasi proyek, begitu pula distribusi material tak bisa lancar.
Ketua DPD REI Kalsel, H Ahyat Sarbini, mengatakan, wilayah yang sempat terendam banjir adalah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Batola.
"Daerah Kabupaten Banjar itu salah satunya di wilayah Kecamatan Gambut yang di sana cukup banyak pembangunan perumahan, selain itu juga di Batola," ungkapnya.
Selebihnya di wilayah yang ramai pembangunan perumahan antara lain Banjarbaru kondisinya aman.
Baca juga: Kronologi Bocah Ditemukan Tenggelam di Kolam Pemancingan Sungai Ulin Banjarbaru, Warga Jalan Jeruk
Baca juga: Penjual Obat Daftar G Marak di Seberang Masjid Banjarmasin, Kampung Sasirangan Dapat Julukan Baru
"Kondisi alam memang tak bisa kita hindari. Tapi tentunya kami selalu pengembang selalu sinergis dengan pemerintah daerah untuk turut mengatur kawasan perumahan agar bebas banjir," jelasnya.
Beberapa upaya dilakukan para pengembang adalah membuat drainase dan pembuangan air, sehingga tidak terjadi genangan air saat hujan deras.
"Pastinya kami perhatikan sama-sama," kata Ahyat.
Ahyat juga bersyukur di beberapa wilayah banjir cepat turun dan ia juga optimis proyek perumahan terus jalan sehingga di tahun 2026 ini bisa tercapai target 10 ribu rumah.
Lanjutnya, secara kemanusiaan, pengurus dan anggota REI Kalsel juga merasakan musibah yang dialami masyarakat di wilayah terendam banjir dan terpanggil untuk membantu masyarakat korban banjir di Kabupaten Banjar.
Sebagaimana pertengah Januari menyerahkan 500 paket sembako kepada masyarakat korban banjir di Desa Rantauan, Desa Sungai Nunukan, Desa Pembantanan RT 07, yang berada di wilayah Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)