Pertemuan Dedi Mulyadi dan Suderajat Penjual Es Gabus Tegang, KDM Kesal Dibohongi: Jangan Ngarang!
January 30, 2026 12:48 PM

 

SRIPOKU.COM - Curhatan Suderajat, penjual es gabus berujung tegang lantaran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kesal.

Dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi terlihat terkejut dengan cerita yang disampaikan oleh Suderajat.

 
 Gubernur yang akrab disapa KDM tersebut bahkan sempat mencurigai pengakuan Suderajat.

Kecurigaan itu bukan berkaitan dengan kasus fitnah es kue berbahan spons yang sempat viral sebelumnya.

Sebaliknya, KDM justru menyoroti kisah kehidupan pribadi Suderajat yang disampaikannya secara langsung.

Kepada KDM, penjual es kue asal Bogor itu mengaku tengah pusing memikirkan kondisi ekonomi keluarganya.

Suderajat mengatakan ia tidak memiliki cukup uang untuk membayar kebutuhan sekolah anaknya.

Ia juga mengaku sudah beberapa hari tidak berjualan.

VIRAL ES KUE - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku tak percaya pada cerita penjual es kue asal Bogor yang viral. KDM pun menginterogasi Suderajat.
VIRAL ES KUE - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku tak percaya pada cerita penjual es kue asal Bogor yang viral. KDM pun menginterogasi Suderajat. (Kolase/YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

Baca juga: Kang Dedi Gebrak Meja Merasa Dibohongi Suderajat Si Penjual Es Gabus Viral, Bohong Itu Banyak Sial

Mendengar curhatan tersebut, KDM pun merespons dengan pertanyaan untuk memperjelas kondisi Suderajat.

"Udah berapa hari enggak usaha (dagang)?" tanya Dedi Mulyadi.

"Udah empat hari. Saya mau nangis pak, mana mau bayaran, belum bayar ngontrak," kata Suderajat.

"Bayaran apa? bayar sekolah berapa?" tanya Dedi.

"Rp1,5 juta pak," pungkas Suderajat.

Diminta Jujur

Tak lantas percaya, KDM kembali bertanya ke Suderajat.

Yakni terkait dengan kebenaran bayar sekolah.

Diketahui KDM, sekolah negeri di wilayah Bogor gratis.

Tapi kata Suderajat, anak-anaknya masih dimintai bayaran padahal sekolah di SD negeri.

"Kok gede banget?" tanya KDM.

"Empat bulan enggak bayar-bayar," akui Suderajat.

"Sebulannya katanya Rp200 ribu? harus dipastiin dulu. Saya yakin bukan sekolah negeri deh," imbuh KDM.

"Negeri," ujar Suderajat.

"Enggak mungkin pak sekolah negeri, SD bayar Rp200 ribu, enggak mungkin pak. Nanti saya cek deh sekolahnya," pungkas KDM.

Dicecar KDM, Suderajat gelagapan.

Hingga akhirnya ia mengaku bahwa anaknya belum bayaran sekolah selama satu bulan, bulan empat bulan seperti cerita awalnya.

"Satu bayar sekolah, emang udah berapa bulan enggak bayar?" tanya KDM.

"Satu bulan," ujar Suderajat.

"Bapak nih, empat bulan atau satu bulan (belum) bayar sekolah?" tanya KDM lagi.

"Sebulan," pungkas Suderajat.

"Berarti Rp200 ribu dong bukan Rp1,5 juta. Jangan ngarang. Gimana? kalau ingin hidup maju harus jujur. Kalau kitanya tidak jujur nanti banyak dapat susah dalam hidupnya," ungkap KDM.

Tak cuma itu, Suderajat juga mengaku punya utang di warung Rp400 ribu.

Selain itu, pria yang karib disapa Jajat itu juga mengaku butuh uang untuk modal usaha jualan es kue lagi sebanyak Rp400 ribu.

Mendengar permintaan Suderajat, KDM pun langsung memberikan uang gepokan Rp10 juta.

"Ini saya aturin, biar bapak beres. Ini bayar kontrakan setahun, setahun dikali Rp800 ribu berapa? Rp9,6 juta. Bayar sekolah Rp200 ribu, bayar ke warung Rp200 ribu. Pas Rp10 juta," ungkap KDM.

"Iya, iya," pungkas Jajat.

Sempat memberikan uang gepokan tersebut, KDM lantas mengambilnya lagi.

Diakui KDM, ia tidak percaya pada Jajat bakal membayar semua utangnya itu.

Karenanya, KDM pun mengambil lagi uang Rp10 juta tersebut lalu berjanji akan membayarkan semua utang Jajat.

Sebagai gantinya, KDM memberikan uang Rp5 juta untuk modal Jajat berdagang.

"Atau nanti uangnya saya ambil, sama saya langsung bayarin kontrakannya, takut enggak dibayarin. Ini saya kasih untuk bayaran sekolah, sambil ngecek ke sekolahnya. Benar enggak dulu, kontrakannya akan saya bayar. Saya enggak percaya sama bapak ini bayaran kontrakan sama sekolah. Sama bayar ke warungnya, langsung nanti stafnya saya bayarin. Ini aja buat modal bapak Rp5 juta," kata KDM.

"Alhamdulillah," ujar Jajat.

Kang Dedi Gebrak Meja

Selain itu, Kang Dedi Sempat gebrak meja lantaran merasa telah dibohongi oleh Suderajat si penjual es gabus.

Kebohongan itu mengenai rumah yang dihuni Suderajat. Sebelumnya Suderajat rumah yang dihuninya status ngontrak, tapi faktanya rumah tersebut adalah rumah warisan keluarga.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi diketahui telah memberikan bantuan uang tunai kepada Suderajat.

Bantuan tersebut diberikan setelah Suderajat mengaku tinggal di rumah kontrakan dan mengalami kesulitan ekonomi pasca peristiwa viral yang menimpanya.

Namun, dalam pertemuan terbaru terungkap bahwa Suderajat sebenarnya tidak tinggal di rumah kontrakan, melainkan menempati rumah milik sendiri.

Fakta ini kemudian menjadi perhatian publik dan memicu beragam tanggapan di media sosial.

Meski demikian, Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya kejujuran dalam menyampaikan kondisi diri, terutama saat menerima bantuan sosial dari berbagai pihak.

Dalam keterangan postingannya, Kang Dedi memberikan capiton Aduh !!! Ternyata Babeh Ajat penjual es tidak pernah ngontrak, tapi menempati rumah sendiri. Saya tidak bermaksud menguliti dan mempermalukan tapi ada mentalitas yang harus diubah. Awas loh beh, banyak bohong itu banyak sial.

Viral Difitnah

Sosok Suderajat viral lantaran difitnah dan diduga dianiaya oleh oknum aparat saat menjajakan dagangannya yakni es kue di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Suderajat dituduh menjual es kue berbahan Spons oleh oknum polisi dan TNI pada Sabtu (24/1/2026).

Video saat Suderajat diinterogasi oleh oknum aparat pun viral di media sosial.

Dalam video terlihat Suderajat dicecar soal es kue yang ia jual.

Kata oknum polisi dan TNI tersebut, Suderajat menjual makanan tak layak konsumsi.

Tapi setelah diperiksa Labfor Polri hingga Dinas Kesehatan DKI Jakarta, ternyata es kue yang dijual Suderajat dinyatakan aman konsumsi.

Usai insiden tersebut, dua oknum aparat yang memfitnah Suderajat yakni Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo telah meminta maaf langsung ke sang penjual es kue.

Kasus tersebut hingga kini masih menyedot perhatian publik.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.