Ramah Anak dan Mudah Diakses, Pemandian Air Panas Pincara jadi Pilihan Libur Keluarga
January 30, 2026 02:06 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU UTARA - Pemandian Air Panas Pincara menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat lokal maupun pengunjung yang berada di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Objek wisata yang terletak di Desa Pincara, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, ini berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Masamba.

Akses menuju lokasi terbilang mudah karena sebagian besar jalan telah diaspal dan dibeton, sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pemandian Air Panas Pincara memiliki daya tarik tersendiri.

Air panas alami dari sumber mata air mengalir ke tiga kolam kecil yang tersedia di kawasan permandian.

Asap yang terlihat mengepul dari permukaan air menjadi penanda suhu air yang cukup panas.

Selain itu, kedalaman kolam yang relatif dangkal membuat objek wisata ini aman dan ramah bagi anak-anak.

“Objek wisata pemandian air panas ini memiliki daya tarik khusus bagi pengunjung karena adanya kolam air panas,” ujar Kepala UPT Pengelola Objek Wisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Luwu Utara, Lukman, Jumat (30/1/2026).

Tidak hanya kolam air panas, di lokasi yang sama juga terdapat sungai besar dengan aliran air yang jernih dan bersih.

Keberadaan sungai tersebut menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung.

Berbagai fasilitas pendukung juga tersedia di kawasan Pemandian Air Panas Pincara.

“Di tempat ini tersedia beberapa fasilitas seperti lima gazebo, toilet, tempat ganti pakaian, serta pedagang makanan dan minuman,” jelasnya sembari menunjuk fasilitas di Permandian Air Panas Pincara.

Untuk memasuki kawasan wisata ini, pengunjung dikenakan retribusi sebesar Rp5 ribu per orang.

Lukman menyebutkan Pemandian Air Panas Pincara merupakan salah satu ikon wisata Kabupaten Luwu Utara.

Bahkan, beberapa tahun sebelumnya objek wisata ini menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar dari sektor pariwisata.

Namun, pasca terjadinya longsor dan banjir beberapa waktu lalu, jumlah pengunjung sempat mengalami penurunan.

Hal tersebut disebabkan sejumlah fasilitas, termasuk jembatan penghubung dari pintu masuk, yang rusak akibat bencana.

Meski demikian, Pemandian Air Panas Pincara tetap ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan dan momen tertentu.

“Biasanya ramai pada Sabtu dan Minggu. Jumlah pengunjung juga meningkat menjelang Ramadan serta perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Sebagai ikon wisata daerah, Lukman mengimbau para pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan saat berwisata di Pemandian Air Panas Pincara.

Salah seorang pengunjung, Fitrah, mengaku kerap menghabiskan waktu di lokasi wisata tersebut untuk melepas penat.

Menurutnya, pemandian Air Panas Pincara sangat cocok dijadikan tempat relaksasi.

“Tempatnya bagus. Saya biasa ke sini untuk refreshing. Sangat cocok juga untuk merefleksikan tubuh dengan berendam di kolam air panas, setelah itu mandi di sungai yang ada di dekatnya,” kata Fitrah. (*)

Laporan Wartawan Kontributor Tribun-Timur: Andi Bunayya Nandini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.