Wamendukbangga Puji Kampung KB Manggala, Jadi Contoh Wujudkan Generasi Emas 2045
January 30, 2026 02:06 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengunjungi Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulsel, Jumat (30/1/2026). 

Kampung KB Kelurahan Manggala merupakan percontohan, mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional pada 2025.

Wamendukbangga didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Shodiqin. 

Kehadirannya disambut hangat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua TP PKK Melinda Aksa, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Irwan Bangsawan. 

Hadir juga Camat Manggala Andi Eldi Indra Malka, lurah setempat hingga penyuluh KB Kelurahan Manggala. 

Wamen Ayu Isyana menilai, Kampung KB Manggala sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Khususnya Asta Cita keempat tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Program-program besar itu mulainya dari keluarga. Kalau keluarganya berkualitas, anak-anak tumbuh sehat, maka cita-cita Generasi Emas 2045 bisa tercapai,” katanya.

Wamen juga mengapresiasi prestasi Kampung KB Manggala yang berhasil meraih juara harapan kedua tingkat nasional. 

Ia menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa program-program di Kampung KB telah berjalan baik.

Ragam inovasi di kampung KB ini juga dapat apresiasi. 

Misalnya keberadaan berbagai kelompok kegiatan (Poktan) seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL) yang aktif dijalankan di Kampung KB Manggala.

Selain itu, Wamen menegaskan pentingnya pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 

Termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD.

“Kalau masih ada stunting, tentu sulit mencetak SDM unggul. Karena itu intervensi harus dimulai sejak bayi masih dalam kandungan,” jelasnya.

Baginya, kader adalah ujung tombak keberhasilan program BKKBN di lapangan.

Tanpa kader, program-program tidak akan berjalan. Mereka adalah garda terdepan.

Ke depan, Wamen berharap Pemkot Makassar dapat terus berkolaborasi dalam pengembangan program prioritas BKKBN lainnya.

Seperti Taman Asuh Sayang Anak (Kamasya) dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, demi mendukung keluarga berkualitas dan peningkatan partisipasi kerja perempuan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen Pemkot dalam mengawal dan menyukseskan program pemerintah pusat menuju Generasi Emas 2045. 

Menurutnya, secara teknis pengawalan dilakukan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Makassar yang berkolaborasi erat dengan Perwakilan BKKBN.

Peningkatan kualitas keluarga menjadi faktor kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di masa depan.

“Peningkatan kualitas keluarga ini menjadi sangat penting hubungannya dengan Generasi Emas 2045 yang akan datang,” katanya.

Munafri juga menyambut positif berbagai program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. 

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi Pemkot Makassar dalam membangun masyarakat dari lingkungan terkecil.

Ragam Inovasi di Kampung KB Manggala

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Makassar, Irwan Bangsawan menyampaikan, Kampung KB Manggala sendiri dicanangkan pada tahun 2017.

Kemudian Kampung KB Manggala terdiri dari 13 RW, dengan jumlah 72 RT.

Banyak inovasi yang dilakukan Kampung KB ini sepanjang perjalannya. 

Beberapa diantaranya, program Lumbung Sikede. Merupakan pencegahan stunting berbasis pangan lokal. 

"Menunya itu telur, ikan kembung, nasi, kelor, dan wortel. Pemberian makanan dengan pangan yang kaya gizi," jelas Irwan. 

Selanjutnya program Mattabe' (Manggala Tanggap Bencana), program samah tukar emas. 

Program ini hadir untuk mengajak masyarakat memilah sampah dan bisa ditukarkan dengan emas. 

"Jadi sudah banyak inovasi yang dilakukan, kampung KB Manggala patut jadi percontohan," ujar Irwan Bangsawan. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.