Dari Bangku SMP ke Rak Buku, Cerita Anak Tanahlaut Kini Bisa Dinikmati Publik
January 30, 2026 03:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Imajinasi yang biasanya hanya tersimpan di buku tulis sekolah, kini beralih rupa menjadi sebuah buku yang bisa dibaca siapa saja. 

Beberapa murid SMP di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), berhasil membuktikan bahwa cerita mereka layak dibukukan melalui karya berjudul Coretan Anak Tanah Laut.

Data media ini, Jumat (30/1/2025), sebanyak 24 murid yang karya goresan imajinasinya terhimpun pada buku yang diterbitkan oleh penerbit buku ternama, Gramedia, tersebut.

Buku kumpulan cerpen tersebut diluncurkan di Balairung Pelaihari, Kamis siang kemarin. Isinya merupakan tulisan anak-anak Tala yang lahir dari lomba menulis cerpen tingkat SMP, lalu dibukukan melalui kerja sama dengan penerbit Gramedia.

Hal yang membuat buku tersebut istimewa, cerita-cerita di dalamnya ditampilkan apa adanya, tanpa penyuntingan. Tiap kata, alur, dan sudut pandang dibiarkan tetap polos sebagaimana cara anak-anak memandang dunia.

Baca juga: 2 Pelaku Pencurian Uang Pengunjung RS Sultan Agung Banjarbaru Ditangkap, Embat Uang Jutaan Rupiah

Baca juga: Beredar Kabar Ada Kendala Proyek Pembangunan RS Tipe D Gambut, Kejari Banjar Buka Suara

Bupati Tala H Rahmat Trianto menyebut keberanian menulis menjadi nilai utama dari lahirnya buku tersebut. Menurutnya, tidak semua anak berani menuangkan pikiran dan perasaannya dalam bentuk tulisan.

“Ketika tulisan mereka dihargai dan dibukukan, kepercayaan diri anak-anak akan tumbuh. Ini modal penting agar mereka berani berkarya lebih baik dan lebih hebat ke depan,” ujarnya.

Ia menilai menulis bukan sekadar keterampilan bahasa, tetapi juga latihan berpikir, keberanian menyampaikan gagasan, serta kemampuan mengolah pengalaman hidup menjadi cerita. 

Di tengah derasnya arus digital, kebiasaan menulis dinilai semakin penting untuk menjaga daya kritis dan imajinasi anak.

Buku tersebut dikatakannya bukan hanya kumpulan cerpen. Lebih dari itu bukti bahwa dari mimpi dan imajinasi, anak-anak bisa menghasilkan karya yang bernilai,..

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tala Myrza Fazrina menjelaskan buku Coretan Anak Tanah Laut ditulis oleh 24 siswa SMP dari berbagai sekolah di Tala. 

Mereka merupakan peserta terpilih dari lomba menulis cerpen yang digelar khusus untuk pelajar SMP.

Ia mengatakan lomba ini merupakan tindak lanjut dari gagasan Bupati Tala agar karya siswa tidak berhenti di meja lomba atau sekadar piagam penghargaan, tetapi dapat dinikmati masyarakat luas.

“Harapannya, anak-anak merasa bahwa tulisan mereka punya tempat, punya pembaca, dan punya arti,” ujarnya.

Bagi para penulis cilik itu, buku ini bukan hanya kumpulan cerita. Ia menjadi jejak pertama—bahwa suatu hari, dari Tanahlaut, mimpi-mimpi sederhana bisa berangkat lewat tulisan.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.