JENAZAH Made Tiba di Jembrana & Isak Tangis Keluarga, Mahasiswa Magang Meninggal Dunia di Malaysia! 
January 30, 2026 09:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Jenazah mahasiswa magang yang dilaporkan meninggal dunia di Malaysia, I Made Berta Mahendra (22) tiba di rumah duka di Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis (29/1). Kedatangan jenazah tersebut disambut isak tangis dan diterima pihak keluarga. 

“Tiba di rumah duka sekitar pukul 21.45 WITA,” ungkap Kabid Penempatan, Pelatihan Produktivitas, dan Transmigrasi (P3T), Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, I Putu Agus Arimbawa saat dikonfirmasi, Jumat (30/1).

Arimbawa menuturkan, proses pemulangan jenazah Made Berta berjalan aman dan lancar. Almarhum tiba di Terminal Cargo Bandara Ngurah Rai Bali sekitar pukul 19.28 WITA.

Selanjutnya, tim dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali serta Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinasker dan Perin) Jembrana melakukan proses pengecekan dokumen serta pencabutan berkas. “Prosesnya juga disaksikan perwakilan dari keluarga almarhum,” sebutnya. 

Baca juga: VIRAL Turis Asing Ngamuk ke Staf, Ratusan Money Changer di Ubud Diduga Belum Kantongi Izin!

Baca juga: PENYEBAB Kematian Siswa Magang Belum Diketahui, LPK dan Kampus Jemput Jenazah Made Brata ke Malaysia

TIBA - Suasana saat proses serah terima jenazah mahasiswa magang di Malaysia, I Made Berta Mahendra kepada pihak keluarga di rumah duka Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Kamis 29 Januari 2026 malam.
TIBA - Suasana saat proses serah terima jenazah mahasiswa magang di Malaysia, I Made Berta Mahendra kepada pihak keluarga di rumah duka Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Kamis 29 Januari 2026 malam. (Tidak Ada/istimewa)

Setelah lengkap, kata dia, proses serah terima jenazah kemudian dilakukan sekitar pukul 19.40 WITA oleh tim dari BP3MI Bali kepada pihak keluarga.

Kemudian jenazah diberangkatkan ke rumah duka di Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo Jembrana. Setibanya di rumah duka, jenazah diserahkan kepada ayah almarhum I Ketut Budiarta (61) dan ibunya Ni Luh Martini (56).

“Kedatangan almarhum disambut isak tangis pihak keluarga yang sudah menunggu di rumah duka. Apalagi korban ini merupakan anak laki-laki satu-satunya dari keluarga tersebut,” ungkapnya.

Selanjutnya, prosesi ritual upacara pengabenan almarhum bakal dilaksanakan 5 Pebruari mendatang.
Sebelumnya, Kepala Dinasker dan Perin Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi menjelaskan, untuk penyebab pasti kematian almarhum masih butuh waktu karena menunggu hasil dari proses analisa sampel yang diambil pihak di Malaysia.

“Sesuai keterangan di surat kematian yang diterbitkan masih butuh waktu karena masih berproses,” kata mantan Sekretaris Camat Negara ini. 

Kemudian, kata dia, pihak keluarga korban juga bakal menerima santunan yang sebelumnya diasuransikan oleh pihak kampus. Saat ini masih dalam proses klaim. Selain itu, pihak keluarga juga tidak menanggung biaya apapun terkait proses pemulangan dan pencabutan dok jenazah di bandara atau cargo bandara. (mpa) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.