Terima Rp 100 Juta Tapi Masih Ngaku Susah, Suderajat Penjual Es Gabus Disemprot Dedi Mulyadi
January 30, 2026 09:04 PM

Namun kali ini sorotan bukan lagi soal tuduhan tersebut, melainkan pengakuan-pengakuannya yang belakangan dianggap tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Namanya kembali mencuat setelah sejumlah pernyataannya dinilai tidak jujur, bahkan disebut sempat menyesatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Kondisi itu memicu kecurigaan publik. Tidak sedikit yang menilai Suderajat sengaja membangun narasi kesulitan hidup demi meraih simpati luas, yang kemudian berujung pada banyaknya bantuan mengalir kepadanya.

Bantuan tersebut datang dari berbagai arah, mulai dari pejabat, donatur pribadi, hingga hadiah perjalanan umrah.

Berikut sejumlah pernyataan Suderajat yang belakangan terbukti tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya:

Baca juga: IGD RSUD Ahmad Ripin Sengeti Muaro Jambi Mendadak Penuh, Siswa Beberapa Sekolah Keracunan 

1. Mengaku Belum Pernah Menerima Bantuan

Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di mobil bersama Dedi Mulyadi, Suderajat sempat menyatakan dirinya belum memperoleh bantuan apa pun sejak kisahnya viral.

Pengakuan itu disampaikan dalam tayangan YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada Rabu (28/1/2026).

Padahal faktanya, ia telah menerima satu unit sepeda motor serta bantuan modal usaha dari Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras.

Mendengar hal itu, Dedi langsung meminta Suderajat untuk bersikap jujur mengenai bantuan yang sudah diterimanya.

2. Mengaku Tunggakan Sekolah Anak Rp 1,5 Juta

Suderajat juga sempat menyampaikan kepada Dedi bahwa dirinya memiliki tunggakan biaya sekolah anak selama empat bulan di sekolah negeri.

Ia menyebut total tunggakan mencapai Rp 1,5 juta.

Namun setelah ditelusuri lebih rinci, biaya yang dimaksud ternyata hanya sekitar Rp 200 ribu per bulan.

Dedi pun mengoreksi pernyataan tersebut.

Sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi mempertanyakan klaim itu karena sekolah negeri telah digratiskan pemerintah.

Belakangan diketahui anak Suderajat ternyata bersekolah di lembaga pendidikan swasta, bukan sekolah negeri seperti yang sebelumnya disampaikan.

3. Mengaku Mengontrak Rumah Rp 800 Ribu per Bulan

Kepada Dedi, Suderajat juga bercerita bahwa ia tinggal di rumah kontrakan dengan biaya sewa Rp 800 ribu per bulan.

Ia bahkan mengaku menunggak pembayaran selama empat bulan karena tidak memiliki uang.

Namun fakta berbeda terungkap dalam tayangan lain di kanal YouTube Dedi Mulyadi.

Ketua RW setempat di wilayah tempat tinggal Suderajat, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memberikan klarifikasi.

Menurut Ketua RW, Suderajat sudah menetap selama 19 tahun di rumah milik sendiri yang dibeli oleh orang tuanya.

“19 tahun ngontrak terus?” tanya Dedi dalam video yang tayang Jumat (30/1/2026).

“Nggak pak, rumah sendiri. Lalu juga dapat bantuan Rutilahu. Sebelum kejadian itu, sudah dapat Rutilahu,” ujar Ketua RW.

Dedi pun menyayangkan ketidakjujuran tersebut.

“Lho babe bilangnya ngontrak. Kok bohong sih,” ucapnya.

Suderajat hanya menanggapi dengan permintaan maaf sambil tertawa.

4. Mengaku Warisan Hanya Rp 200 Ribu

Dalam kesempatan lain, Suderajat mengklaim dirinya hanya menerima Rp 200 ribu dari hasil penjualan rumah warisan orang tuanya.

Namun setelah dikonfirmasi kepada Ketua RW, rumah yang dijual orang tua Suderajat ternyata berada di Jakarta, bukan rumah yang kini ia tempati di Bogor.

Di Bogor, Suderajat justru telah menerima warisan berupa rumah dan tanah.

“Babe bohong lagi ke saya. Ngomong cuma dikasih Rp 200 ribu, padahal dikasih rumah,” kata Dedi.

Ketua RW menyebut rumah tersebut dibeli orang tua Suderajat dengan harga sekitar Rp 35–40 juta.

Dedi pun menyesalkan sikap Suderajat yang dinilai tidak jujur terkait kondisi ekonominya.

5. Mengaku Tidak Punya Uang, Padahal Banyak Bantuan

Ketua RW juga menjelaskan kepada Dedi bahwa Suderajat sebenarnya telah menerima banyak bantuan.

Jumlahnya tidak sedikit, bahkan disebut mencapai lebih dari Rp 110 juta jika ditotal.

Berbagai bantuan itu antara lain:

– Satu unit sepeda motor dari Kapolres Metro Depok serta bantuan modal usaha
– Bantuan program Rutilahu tahun 2025 senilai Rp 18 juta dalam bentuk material bangunan serta Rp 2 juta untuk upah tukang
– Bantuan dari Dedi Mulyadi sebesar Rp 15 juta pada tahap awal
– Tambahan bantuan Dedi Mulyadi Rp 20 juta untuk ongkos tukang
– Bantuan dari Bidan Seruni Rp 10 juta dan sembako
– Donasi dari Budi Amal TikTok Rp 25 juta
– Bantuan Owner HOB Rp 10 juta
– Bantuan dari staf Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Rp 10 juta
– Hadiah perjalanan umrah dari Aisar Khaled untuk Suderajat dan istrinya

Melihat berbagai fakta tersebut, Dedi Mulyadi mengingatkan Suderajat agar tidak lagi menyampaikan cerita yang tidak sesuai kenyataan.

“Babe nggak boleh lagi ngomong nggak punya duit,” tegas Dedi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.