TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Polisi membenarkan adanya barang berupa tabung Whip Pink di kamar selebgram Lula Lahfah saat ditemukan meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026).
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah juga memastikan kalau di tabung itu terdapat DNA Lula Lahfah.
Pihak kepolisian juga membeberkan kronologi kematian Lula mulai dari aktivitas dari satu hari sebelumnya.
Pada CCTV yang diungkap polisi, Lula Lahfah sempat pergi ke rumah sakit untuk berobat pada Kamis malam pukul 19.37 WIB.
Saat itu Lula Lahfah tampak ditemani oleh wanita berinisial C.
"Saudari LL melakukan pengobatan di salah satu RS di kawasan Jaksel," kata AKBP Mohamad Iskandarsyah dikutip dari Kompas TV, Jumat (30/1/2026).
Kemudian Lula kembali ke apartemennya pada pukul 22.51 WIB.
"Pukul 22.51 LL kembali ke unit apartemen. Di hari berikutnya tidak terlihat aktivitas LL seperti biasa, biasanya olahraga tapi tidak ada," jelasnya lagi.
Kemudian sore harinya, terlihat ART Lula yang berinisial A mencoba meminta bantuan untuk membuka paksa kamar.
Hal itu dilakukan karena Lula tidak memberikan respon sama sekali, dan kamar dalam kondisi terkunci dari dalam.
Dengan bantuan engineer dari apartemen, pintu kamar Lula kemudian dibuka paksa sekitar pukul 17.50 WIB.
"Kamar saudari LL terkunci dari dalam, lalu dibuka kunci secara paksa sehingga ditemukan saudari LL tergeletak membujur kaku," jelasnya.
Sang ART dan sopir pribadi kemudian menghubuhi beberapa teman Lula.
"Itu yang mengakibatkan A, R (sopir pribadi) panik, sehingga menghubungi beberapa teman terdekat saudari LL," kata dia lagi.
Lalu datang VA dan C sekitar pukul 18.14 untuk mengecek langsung kondisi Lula.
Barulah setelah itu sang kekasih, Reza Arap terlihat datang bersama dokter pada pukul 19.21 WIB.
"19.21 RA sudah hadir bersama dengan tim dokter yang merupakan kenalan C," katanya lagi.
Setelah Lula dinyatakan sudah meninggal dunia, C kemudian menghubungi ambulans.
"Melalui lift barang, pukul 21.20 RA menemani LL yang sudah ada dalam kantung jenazah, terus menuju ke RS Fatmawati," bebernya.
Di RS Fatmawati, Lula Lahfah dinyatakan meninggal dunia bukan karena penganiayaan.
Baca juga: Terjawab Alasan Orang Dekat Tak di TKP Saat Lula Lahfah Meninggal, Manajer Almarhumah Blak-blakan
"Keterangan dari RS bahwa LL meninggal dunia dengan kehabisan napas, dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan," kata dia.
Bahkan berdasarkan keyakinan polisi, jenazah Lula saat itu tidak dilakukan otopsi.
Selain CCTV, penyidik juga menemukan beberapa bukti menarik yang ada di TKP.
Barang bukti tersebut juga sudah dilakukan uji labfor.
"Kita pastikan barang-barang itu memang milik dari saudari LL, jadi kita mendapatkan DNA pembanding dari keluarga terdekat," jelasnya.
Pada layar yang ditunjukkan polisi, terlihat ada obat-obatan, dan tabung berwarna pink.
"Kita lihat ada barang bukti salah satunya tabung pink, tabung pink ini akan menjadi banyak polemik di masyarakat. Apa isi kandungan tabung pink itu, nanti dari pihak labfor akan menjelaskan lebih lanjut apa isi tabung pink tersebut," bebernya.
Ia pun meminta publik untuk tidak berspekulasi jauh tentang temuan tersebut.
"Tidak ditemukan ada peristiwa pidana, kita harus menghentikan penyidikan tentang kematian saudari LL. Kita hormati keluarga korban, kita doakan, di sini kita coba instrospeksi diri, jangan menimbulkan polemik-polemik saya minta. Karena apa yang sudah saudari LL laukkan di sini, saya rasa tidak ada yang melawan hukum," pungkasnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t