Ucapan Terakhir Istri Bos Sate Kambing Sebelum Dicekik Perampok : Utangmu Anggap Saja Lunas
January 31, 2026 06:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Keluarga korban kasus perampokan disertai kekerasan di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede mengungkapkan bahwa pelaku AG (30) sempat ditagih membayar utang oleh Daryanti (34) sebelum terjadi insiden penganiayaan dan pembunuhan tragis.

Daryanti adalah ibunda AO (6) yang meninggal dunia setelah dianiaya oleh AG. 

Keluarga menyebutkan bahwa Daryanti menagih utang kepada tetangganya tersebut sekitar 5 atau 6 hari lalu. 

Penagihan tersebut diduga memicu kemarahan AG.

Wahyudi (60), salah satu keluarga korban, menyampaikan bahwa informasi penangkapan pelaku diperoleh langsung dari Kapolres Boyolali.

"Dari identitas yang disampaikan Kapolres itu, AG merupakan juga merupakan warga Dukuh/Desa Pengkol," jelas Wahyudi.

Meski belum ada keterangan resmi lengkap dari kepolisian, keluarga dan warga setempat mulai berspekulasi terkait kasus ini.

Ia menambahkan, AG tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban, namun keduanya saling mengenal. 

Bahkan, hubungan antara korban dan pelaku disebut cukup baik.

"Bahkan isterinya terduga pelaku ini sering main ke sini (rumah korban)," ungkapnya.

Wahyudi menuturkan bahwa insiden ini kemungkinan besar dipicu masalah utang piutang antara korban dan pelaku.

"Setahu saya kalau ga salah 5-6 hari lalu itu si Daryanti (korban) minta (menagih utang) sama AG. Karena belum ada AG marah dan seterusnya, berujung penganiayaan," pungkasnya.

Polisi telah mengamankan AG sebagai terduga pelaku pembunuhan anak dan penganiayaan terhadap Daryanti.

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana, mengatakan pihaknya masih meminta keterangan lebih lanjut dari AG terkait kasus ini.

"Kami juga berhasil mengamankan barang bukti berupa kendaraan milik korban,” ujar AKBP Indra.

Pihak kepolisian juga tengah mendalami motif di balik peristiwa ini serta kemungkinan adanya pelaku lain.

"Untuk motif dan lain-lain, harap sabar, masih dalam proses pendalaman lebih lanjut,” tambahnya.

Saat kejadian, Purwanto diketahui berada di Kalimantan Barat.

Peristiwa tersebut berujung pada tewasnya anak bungsu mereka.

AO (6) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan dengan posisi tenggelam di dalam bak mandi.

Sementara itu, sang ibu, Daryanti, mengalami luka pada bagian leher akibat kejadian tersebut. 

Peristiwa perampokan sadis di rumah bos sate kambing itu ternyata diawali dengan perbincangan antara pelaku dan Daryanti.

Baca juga: Kronologi Perampokan Rumah Bos Sate Kambing di Boyolali, Bocah 6 Tahun Tewas di Kamar Mandi

Hal itu berdasarkan video berisi pengakuan Agus kepada polisi, dikutip Tribunnews dari Kompas.com.

Dalam video yang beredar di media sosial itu, Agus mengaku sempat berbincang dengan korban.

Agus mengaku masuk rumah begitu saja lantaran pintu pagar tidak dikunci.

Ia kemudian memanggil Daryanti. Korban pun keluar. Agus kemudian menanyakan nomor rekening kepada korban.

Setelah diberikan, Agus mengaku sempat mencatat nomor itu. Namun, beberapa detik setelahnya, Agus mencekik leher Daryanti.

Saat itu, Daryanti sempat memohon kepada Agus agar melepaskan tangannya dari leher korban.

Daryanti juga akan menganggap utang Agus lunas.

Namun, Agus justru melukai leher Daryanti menggunakan cutter.

"Gus, apa ini? Sudah, utangmu anggap lunas saja," kata Agus, menirukan ucapan Daryanti.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.