Ayah Lula Bantah Putrinya Pakai Barang Terlarang: Saya Tahu Betul Putri Saya 
February 01, 2026 04:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Penyebab kematian Lula Lahfah sempat dikaitkan dengan barang-barang terlarang. 

Bahkan saat Lula ditemukan meninggal dunia di apartemennya dengan kondisi kaku dan mulut mebiru, muncul spekulasi bahwa Lula tewas karena overdosis. 

Sebab pihak kepolisian menemukan puluhan butir obat-obatan tepat di samping jasad Lula Lahfah yang di atas kasur. 

Spekulasi publik soal Lula yang meninggal secara tak wajar pun makin jadi sorotan publik. 

Hingga akhirnya pihak kepolisian menerangkan bahwa obat-obatan yang ditemukan adalah obat atas penyakit yang dideritanya, yakni gerd, ginjal dan radang usus besar. 

Terkait vape yang dihirup oleh Lula murni hanya nikotin tidak terdapat bahan terlarang lainnya seperti narkoba. 
 
Namun ditemukan sebuah tabung gas whip pink dalam keadaan kosong di apartemen Lula. 

Terkait apakah benar Lula menghirup whip pink atau istrilah ngebalon yang ramai diperbincangkan, hal itu tidak bisa dikonfirmasi. 

Sebab, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jasad Lula. 

Pihak keluarga menegaskan percaya penuh bahwa Lula meninggal karena sakit bukan karena obat-obatan terlarang. 

Ayah Lula pun menegaskan bahwa putrinya tidak pernah mengonsumsi barang-barang terlarang. 

"Lula nggak makek gitu-gituan saya tau banget lula nggak makek, saya keras kalo Masalah itu," 

"Masalah barang-barang itu saya keras banget sama dia, saya bilang kalo sampek lu kayak begitu gue bilang gue nggak mau tau iya kan nggak mau nengokin nggak mau bantuin iya kan , nggak mau urusan deh sama gitu-gituan kita keras kalo masalah itu," tegas Feroz Marikar ayah Lula, Minggu (1/2/2026).

Dia menegaskan jika memang benar anaknya menggunakan barang terlarang tersebut pasti ketahuan olehnya. 

"Kalo misalkan dia kayak gitu pasti ketahuan sama saya,kita kan seringkan ketemu bukan nggak kan, akhir-akhir ini dia jarang kerumah lebih sering kita yang kesana datang-datang tidur-tidur di kamar dia nggak ada barang-barang aneh saya gertak benaran saya gertak kalo barang-barang gitu kita tanyain kalo yang pink-pink itu nggak ada nggak ada nggak ya  Lula kalo  yang begitu-gitu tu nurut," pungkasnya. 

Riwayat Sakit Lula Lahfah 

Lula mengakui bahwa dirinya sudah sakit sejak lama bahkan sejak 2020 lalu. 

"Tadi tiba-tiba susah banget buat nafas terus dada nyeri banget sampe ke RS, ngeri jantung gitu tapi pas diperiksa bersyukur banget ternyata gue asam lambung, tetep sih nyiksa sakitnya, tapi setidaknya jantung gue sehat sentosa," tulis Lula 8 Februari 2020 di akun Twitter (X) @lullipop dikutip Sabtu, 24/1/2026). 

Tak  cuma itu beberapa waktu lalu, Lula juga sempat mengeluhkan bahwa kondisi badannya kembali tidak sehat.

"Awalnya meriang dan sebadan-badan ngilu, sendi ngilu, dipegang aja ngilu, terus demam tinggi ternyata, terus perut aku keram banget, nafas aja sakit, akhirnya pas ke RS di cek aku infeksi bakteri," ucap Lula di instagram pribadinya @lulalahfah. 

"Terus pas ditelusuri bakterinya dari urin, jadi aku ISK (Infeksi Saluran Kemih), aku emang punya riwayat ISK karena dulu suka nahan buang air kecil, nah aku bingung aku kok nggak ada gejala sama sekali ternyata karena aku kurang minum air putih makanya perut jadi keram" lanjut Lula. 

Ia pun menceritakan selama ini memang kurang minum, sekalipun itu sehabis makan. 

"Aku tu entah kenapa selalu lupa untuk minum, aku takut kalo minum air banyak takut pengen pipis disaat yang tidak tepat, contoh dijalan aku tiba-tiba kebelet tapi ternyata malah bikin ISK," 

"Perutku masih sakit banget jadinya tadi di CT scan, semoga aja hasilnya aman aman aja yaa, aamiin," tutup Lula. 

Tak cuma sampai disitu, Lula bahkan lagi-lagi mengakui bahwa dirinya sedang sakit. 

"Overthinking sampe GERD lalu makin overtinking karena takut meninggal," tulis Lula di akun Twitter  dikutip Tribunbengkulu, Sabtu (24/1/2026). 

Kronologi Lula Ditemukan 

Kronologi Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemen kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026).

Jasad Lula ditemukan petugas keamanan pukul 18.44 WIB.

Lula ditemukan tak bernyawa dalam kondisi telentang di tempat tidur berselimut putih. 

Kamarnya pun terkunci dari dalam.

Kematian Lula pertama kali disadari ART, Asiah.

Dia merasa curiga karena Lula tidak memberi respon apapun saat berada di kamar.

Pasalnya Lula juga dalam kondisi tidak sehat.

Atas kekhawatiran itulah Asiah meminta pertolongan pada empat orang manajemen apartemen untuk membuka kamar.

Ketika dibuka, Lula ditemukan dengan kondisi mulut terbuka dan warna kebiruan.

"Tidak ada tanda penganiayaan," katanya.

Dekat posisi Lula, ditemukan pula sejumlah obat-obatan.

"Ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan RSPI," katanya.

Penemuan itu segera dilaporkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan surat kematian yang diterbitkan, Lula dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.20 WIB.

Saat ini, Satreskrim Polres Jakarta Selatan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menelusuri lebih jauh kronologi serta penyebab pasti kematian korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto turut memberikan penjelasan terkait beredarnya informasi kondisi tubuh Lula saat ditemukan, termasuk kabar adanya perubahan warna pada mulut dan lebam di beberapa bagian tubuh.

“Lebam itu kan bisa saja dari lebam mayat. Untuk memastikan akibat kematian harus lakukan otopsi,” kata Budi saat dihubungi terpisah, Jumat malam.

Pernyataan ini menegaskan bahwa penyebab kematian belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan medis lanjutan melalui proses otopsi.

Dokumen Medis Akhirnya Membuka Fakta

Setelah spekulasi beredar tanpa kendali, dokumen medis resmi akhirnya muncul ke publik dan menjadi jawaban atas simpang siur yang beredar.

Surat Keterangan Kematian bernomor 023/I/2026/SKK/MMC yang diterbitkan oleh Mardhiyah Medical Clinic menegaskan penyebab wafatnya Lula Lahfah.

Dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa Lula meninggal dunia akibat henti jantung (henti jantung henti nafas).

Fakta medis ini sekaligus menutup ruang bagi berbagai rumor yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Surat tersebut ditandatangani langsung oleh dr. Rizki Nirwandhi Putra dan mencatat bahwa Lula dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.20 WIB.

Dengan demikian, isu yang mengaitkan kepergian Lula dengan penyalahgunaan obat-obatan, termasuk narasi "Lula Lahfah OD" dan "Lula Lahfah overdosis", dipastikan tidak berdasar.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.