WARTAKOTALIVE.COM - Wali Kota Cilegon Robinsar bantah kebocoran pabrik yang membuat 46 warga keracunan hingga dibawa ke Puskesmas.
Robinsar mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa pabrik kimia PT Vopak Terminal Merak yang sempat diduga mengalami kebocoran hingga mengeluarkan asap berwarna oranya.
Robinsar mengaku menyambangi PT Vopak Terminal Merak, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Sabtu (31/1/2026) usai video dugaan kebocoran pabrik viral.
Pihaknya juga telah komunikasi dengan manajemen perusahaan terkait video asap berwarna oranye keluar.
“Siang tadi memang terjadi kepulan uap berwarna oranye yang terlihat jelas dari luar area pabrik dan menjadi perhatian masyarakat. Saya bersama Kapolres langsung ke lokasi, berkomunikasi dengan manajemen perusahaan, dan mengecek langsung titik kejadian,” ujar Robinsar dalam pernyataannya, Minggu (1/2/2026) seperti dimuat TribunBanten.
Menurut Robinsar, hasil pengecekan sementara tidak menemukan indikasi adanya kebocoran pada instalasi utama pabrik.
Ia menegaskan tidak terjadi ledakan maupun kerusakan pada sistem penyimpanan bahan kimia.
Namun dia membenarkan ada uap berwarna kuning oranye seperti yang ada dalam video.
“Kami pastikan tidak ada kebocoran pipa dan tidak ada kebocoran tangki. Tidak ada ledakan. Yang muncul adalah uap berwarna kuning-oranye. Kami ingin menenangkan masyarakat bahwa kondisi di sekitar pabrik saat ini aman,” tegasnya.
Robinsar juga membenarkan sebanyak 46 warga mengalami keluhan kesehatan dan sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
“Sebanyak 46 warga sempat dibawa ke puskesmas. Keluhannya rata-rata sesak napas. Alhamdulillah tidak ada yang harus dirawat inap dan tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit,” kata Robinsar.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan pengambilan sampel kualitas udara di sejumlah titik di sekitar pabrik.
Pemeriksaan juga diperluas dengan pengambilan sampel darah warga terdampak untuk diuji di laboratorium rumah sakit.
Baca juga: Pengakuan Pelaku Terduga Pembunuh Anak Politisi PKS Cilegon, Bongkar Cara Masuk Rumah
“DLH sudah menempatkan alat pemantau di empat titik di sekitar kawasan pabrik. Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap warga untuk memastikan tidak ada dampak jangka panjang,” ujarnya.
Di sisi lain, Robinsar menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak perusahaan.
Ia meminta manajemen PT Vopak melakukan pembenahan dan penguatan standar operasional prosedur (SOP) agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami minta SOP pabrik ditingkatkan. Keamanan dan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan TribunBanten.com di lokasi pabrik PT Vopak, kawasan Cikuasa, Kelurahan Gerem, pada Sabtu sore sekitar pukul 15.15 WIB, kondisi sudah kembali normal.
Tidak terlihat lagi kepulan uap maupun asap berwarna kuning dari dalam area pabrik.
Seorang warga yang berada di sekitar lokasi mengaku sempat melihat langsung kepulan gas tersebut. Menurutnya, kejadian berlangsung relatif singkat, namun cukup membuat warga sekitar panik.
“Tadi memang ada asap keluar, warnanya kuning. Tidak lama, kira-kira sekitar 30 menit, setelah itu sudah tidak ada lagi,” ujar warga tersebut yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu salah satu warga, Rismone Lumban Tobing (52) mengatakan, peristiwa asap tebal berwarna kuning terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Saat itu, warga mencium bau menyengat sebelum gas keluar dari dalam pabrik yang berada tepat di pinggir jalan Raya Cilegon-Merak.
"Saya lihat asap itu, kabur saya ke belakang takut kenapa-kenapa, karena baunya enggak kuat, bau kimia gitu,” kata Rismone kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).
Dikatakan Rismone, kepulan asap pekat yang keluar berlangsung sekitar setengah jam tanpa ada suara ledakan. "Banyak warga yang ngeluh sesak, langsung dibawa ke Puskesmas," ujar dia.
(Wartakotalive.com/DES/TribunBanten)