Jakarta (ANTARA) - Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin meminta semua pihak untuk mencari solusi bersama terkait pengoperasian RDF Plant Rorotan yang sampai saat ini masih dipermasalahkan warga sekitar lokasi.
"Ini masalah kita bersama, saya berharap kita duduk bareng untuk memikirkan solusi bersama," kata Khoirudin di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, RDF Plant Rorotan dibangun menggunakan dana yang cukup besar dan diharapkan dapat mengurangi masalah sampah di Ibu Kota.
Menurut dia, permasalahan yang terjadi harus dicari solusi secara bersama-sama, karena sampah sudah menjadi masalah yang berlarut, apalagi setiap hari bisa menghasilkan 8 ribu ton lebih.
"Untuk Rorotan tentu semua yang kita sediakan untuk masyarakat dan kita akan diskusi lagi dengan masyarakat, karena ini dana yang cukup besar yang kita gelontorkan," ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meningkatkan teknologi pengendalian lingkungan sebagai komitmen pengelolaan lingkungan di RDF Plant Rorotan dengan memasang sejumlah alat.
"Peningkatan teknologi ini kami lakukan untuk meminimalkan potensi dampak lingkungan, khususnya terkait bau dan emisi udara," kata Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Minggu (1/2).
Menurut dia, RDF Plant Rorotan telah melakukan peningkatan pada sistem perangkat pengendali polusi udara (air pollution control devices/APCD) sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Untuk itu, di RDF Rorotan saat ini telah terpasang empat unit alat penetral bau tak sedap (deodorizer), meningkat dari sebelumnya tiga unit, yang bekerja menekan bau sejak dari sumber proses sebelum berpotensi menyebar ke lingkungan sekitar.
Sebelumnya, warga sekitar masih mengeluhkan pengoperasian RDF Plant Rorotan yang dinilai mencemari lingkungan mereka, terutama terkait bau sampah dan membuat warga sekitar tidak nyaman.







