Berita Populer Arema FC Selasa 3 Feb 2026 : Rio dan Hansamu Bersinar, Marcos Tegaskan 3 Poin Penting
February 03, 2026 05:50 AM

Pertama adalah komentar Marcos Santos usai raih kemenangan tipis atas Persijap.

Lalu ada Rio Fahmi dan Hansamu yang sukses jadi kreator gol di debutnya bersama Singo Edan.

  1. Pelatih Arema FC Puji Rio Fahmi dan Hansamu Yama, Langsung Cetak Assist dan Gol di Laga Debut

Kemenangan Arema FC 1-0 atas Persijap Jepara tak terlepas dari kontribusi Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata, Senin (2/2/2026).

Kedua pemain yang baru didatangkan dari Persija Jakarta ini langsung memberikan kontribusi kepada tim Arema FC.

Proses gol Arema FC diciptakan melalui kombinasi kedua pemain ini pada menit 35.

Sepakan spekulasi dari luar kotak penalti yang dilakukan oleh Rio Fahmi membentur kaki dari Hansamu Yama.

Bola tersebut kemudian berbelok arah dan tak mampu dijangkau oleh penjaga gawang Persijap Jepara Sendri Johansah.

SUPER LEAGUE - Selebrasi pemain Arema FC saat menjamu Persijap Jepara dalam laga Super League 2025/2026. Pertandingan ini digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (2/2/2026).
SUPER LEAGUE - Selebrasi pemain Arema FC saat menjamu Persijap Jepara dalam laga Super League 2025/2026. Pertandingan ini digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (2/2/2026). (SURYAMALANG.COM)

Selain berkontribusi atas gol Arema FC, keduanya juga tampil bagus di lini pertahanan Singo Edan.

Beberapa kali usaha yang dilakukan lini depan Persijap Jepara mampu dipatahkan oleh solidnya barisan belakang Arema FC

Bahkan Rio Fahmi didapuk sebagai pemain terbaik dalam pertandingan ini.

Pelatih Arema FC Marcos Santos pun memuji performa apik dari kedua pemain tersebut.

"Saya suka dengan permainan Rio Fahmi dan Hansamu Yama dalam pertandingan ini,"

"Kontribusi mereka cukup besar kepada tim setelah didatangkan dari Persija," kata Marco seusai pertandingan.

Berkat sumbangsih kedua pemain ini, Singo Edan mampu mengunci kemenangan dengan skor tipis 1-0.

Meski Persijap Jepara sempat memberikan perlawanan, namun Arema FC mampu mengamankan hasil akhir pertandingan.

Marcos Santos meyakini, baik Rio Fahmi maupun Hansamu Yama akan lebih banyak membantu Arema FC di putaran kedua BRI Super League 2025-2026.

Keputusan untuk merekrut keduanya juga dianggap sebagai keputusan yang cukup baik untuk membantu lini pertahanan Arema FC.

Setelah dalam beberapa pertandingan sebelumnya, gawang Arema FC selalu kebobolan oleh lawan.

"Rio dan Hansamu ini baru sekali menjalani latihan dan langsung memberikan kontribusi,"

"Saya yakin, pasti pekan depan mereka akan lebih bagus lagi bersama kami," ujarnya.

Kemenangan ini membuat Arema FC untuk sementara bertengger di urutan 11 dengan torehan 24 poin.

Mereka naik satu peringkat dan mengkoleksi poin yang sama dengan Dewa United di urutan 10.

Di laga selanjutnya, Singo Edan akan berhadapan dengan Persija Jakarta pada 8 Februari 2026 mendatang.

2. Marcos Santos Komentari Performa Anak Asuhnya

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui laga melawan Persijap Jepara berlangsung cukup sulit. Ia menyebut beberapa skema permainan tidak berjalan sesuai rencana, meskipun akhirnya timnya mampu mengunci kemenangan.

Marcos menegaskan, yang terpenting bagi Arema FC adalah hasil akhir berupa tiga poin.

“Lawan Persib kemarin kami bermain bagus tapi kami kalah. Lawan Persija juga begitu, kami bermain bagus juga akhirnya kalah. Termasuk di laga kemarin saat lawan Dewa United. Kami main bagus juga akhirnya kalah,” ucap Marcos.

“Gak penting kami harus bermain bagus. Yang penting kami mampu meraih tiga poin,” lanjutnya.

Puji Persijap Jepara, Marcos: Lebih Kuat di Putaran Kedua
Marcos Santos juga memberikan pujian kepada Persijap Jepara yang kini diasuh Divaldo Alves. Menurutnya, performa Persijap mengalami peningkatan signifikan dibanding putaran pertama.

Perombakan pemain dan pergantian pelatih dinilai membuat Persijap lebih kompetitif serta layak diwaspadai oleh tim-tim lain.

“Saya akui, Persijap di putaran kedua ini lebih bagus ketimbang putaran pertama. Mereka cukup kuat dan patut diwaspadai,” ujar Marcos.

Kemenangan atas Persijap Jepara menjadi modal berharga bagi Arema FC menatap laga berikutnya. Pada pekan ke-20, Singo Edan dijadwalkan bertandang ke markas Persija Jakarta pada 8 Februari 2026 mendatang.

Hasil positif ini diharapkan bisa menjaga momentum Arema FC untuk terus bersaing di papan atas BRI Super League 2025/2026.

3. Pelatih Persijap Divaldo Alves Salahkan Wasit Saat Pertandingan Lawan Arema FC

Persijap Jepara harus menelan pil pahat saat bertandang ke markas Arema FC di pekan 19 kompetisi BRI Super League 2025-2026 pada Senin (2/2/2026).

Anak asuh Divaldo Alves ini harus kalah dengan skor tipis 1-0 di Stadion Kanjuruhan Malang.

Sempat unggul lebih dulu pada menit 5 melalui kaki Iker Guarrotxena, namun gol tersebut dianulir oleh wasit Aidil Azmi.

Penyerang asal Spanyol itu lebih dulu terjebak offside sebelum membobol gawang Adi Satryo, kiper Arema FC.

Begitu juga gol Carlos Franca pada menit 65 yang kembali harus dianulir oleh wasit.

Lagi-lagi, Iker Guarrotxena dianggap offside terlebih dulu sebelum memberikan umpan kepada Carlos Franca.

Dua gol yang dianulir itu dianggap oleh Divaldo Alves sempat menurunkan mental pemain.

Ia menyoroti keputusan wasit Aidil Azmi yang menurutnya kurang tegas dalam mengambil keputusan dalam pertandingan ini.

"Ada beberapa keputusan dari wasit mulai merusak mental kami,"

"Ketika kami mau menyerang ketika kami mau transisi dan mengambil keputusan pertandingan tiba-tiba berhenti,"

"Saya tidak tahu kenapa itu bisa terjadi. Padahal saya sudah main sejak 2008 dan tidak pernah saya mengomentari wasit. Saya tidak paham dengan keputusan itu," ucapnya seusai pertandingan.

Dalam jumpa pers, Divaldo juga memberikan bukti kalau gol kedua yang dicetak oleh Carlos Franca bukanlah offside.

Ia menyampaikan kepada awak media sembari memegangi ponselnya untuk menunjuk bukti video kalau gol tersebut onside.

Namun wasit menganggap bahwa gol tersebut tidak sah setelah sebelumnya Iker Guarrotxena yang memberikan umpan kepada Carlos Franca sudah terjebak dalam posisi offside.

"Lihat, gol yang terjadi itu tidak offside. Wasit sempat kasih gol terus tiba-tiba keputusannya tidak gol. Saya nggak paham, I don't understand," ujarnya.

Eks pelatih Persik Kediri itu menilai, sebenarnya kedua tim bermain imbang dalam pertandingan ini.

Ia mengakui, Arema FC bermain bagus di babak pertama, namun Persijap Jepara juga bermain bagus di babak kedua.

Untuk itu, skor imbang menurutnya menjadi hasil yang adil dalam pertandingan kedua tim pada hari ini.

"Saya lihat dua tim hari ini harus dapat skor 1-1 atau 0-0, karena keduanya main bagus hari ini,"

"Tapi ya itulah, bagaimana keputusan dari wasit? Saya tidak bisa berkomentar banyak," tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh kapten tim Persijap Jepara Wahyudi Hamisi.

Ia menilai, kalau wasit merusak pertandingan Arema FC Vs Persijap yang menurutnya sudah berjalan cukup menarik.

Banyak kejadian yang dianggapnya cukup merugikan Persijap Jepara.

Apalagi setelah dua gol Persijap Jepara harus dianulir oleh wasit.

"Pertandingan yang bagus, tapi yang merusak pertandingan itu adalah wasitnya,"

"Ada banyak kejadian di dalam lapangan yang mungkin orang di luar tidak tahu dan banyak juga yang wasit ucapkan yang orang di luar tidak tahu karena emang saya paling dekat dengan wasit," ucap Hamisi.

Atas hasil ini, Persijap Jepara masih berkutat di zona degradasi dengan raihan 12 poin dari 19 pertandingan.

(tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.