Update Banjir Gempol Pasuruan: Ratusan Rumah Terendam Air, Warga Butuh Bantuan
February 03, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Sejumlah wilayah di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), masih terendam banjir hingga Selasa (3/2/2026) pagi. Pantauan SURYA.co.id di lokasi, air masih menutupi akses jalan dan masuk ke dalam rumah warga.

Banjir ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Senin (2/2/2026) siang. Kondisi ini membuat debit air sungai meluap, dan menggenangi permukiman warga dengan arus yang cukup tenang namun merata.

Berdasarkan data yang dihimpun SURYA.co.id, genangan air masih merendam Dusun Wonoayu. Di wilayah ini, sebanyak 247 rumah warga terdampak dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter.

Ratusan Rumah Terdampak di Desa Gempol

Kondisi serupa terlihat di lokasi lain, tepatnya di Desa Gempol. Di desa ini, lebih dari 200 rumah warga tergenang air. Pantauan SURYA.co.id menunjukkan ketinggian air di wilayah ini cukup bervariasi antara 40 hingga 70 sentimeter.

Merespons kondisi darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan bergerak cepat bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Gempol dan Camat Gempol.

Koordinasi lapangan terus dilakukan untuk penanganan darurat di titik-titik terdampak. Petugas di lapangan mulai mendistribusikan makanan siap saji, dan kebutuhan dasar bagi warga yang tidak bisa memasak akibat dapur mereka terendam.

DPRD Desak Perbaikan Sistem Drainase

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang menimpa warga Gempol tersebut. Kepada SURYA.co.id, ia mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menangani warga terdampak.

Menurutnya, banjir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada keselamatan, kesehatan dan perekonomian warga yang terhenti sementara akibat genangan.

"Terima kasih respons cepat Pemkab Pasuruan, karena Penanganan darurat sudah berjalan baik. Namun ke depan dibutuhkan langkah strategis yang berkelanjutan," ujarnya.

Samsul Hidayat menekankan pentingnya perbaikan sistem drainase, normalisasi sungai, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna mencegah banjir berulang di masa mendatang.

DPRD Kabupaten Pasuruan berkomitmen mengawal penanganan darurat hingga pemulihan pasca banjir. Hal ini bertujuan agar kondisi segera pulih, dan masyarakat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi.

Tips Menghadapi Banjir dan Cuaca Ekstrem

Mengingat curah hujan yang masih tinggi, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan beberapa poin berikut:

  • Pastikan aliran listrik di dalam rumah sudah dimatikan jika air mulai masuk ke dalam bangunan untuk menghindari risiko korsleting.
  • Simpan dokumen penting dan barang berharga di tempat yang lebih tinggi atau wadah kedap air.
  • Segera hubungi posko darurat atau perangkat desa setempat jika membutuhkan evakuasi, terutama bagi lansia dan balita.
  • Waspadai munculnya hewan melata seperti ular yang seringkali muncul saat banjir melanda permukiman.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.