Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanian (STP) Flores Bajawa akan menggelar kegiatan Masa Bimbingan dan Pengabdian kepada Masyarakat (MABIM & PKM) di Desa Sebowuli, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, pada Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Sebowuli ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai. Program tersebut menggabungkan pembinaan mahasiswa baru dengan pengabdian langsung kepada masyarakat desa.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa semester l, lll, dan V. Pembukaan akan dilakukan oleh ketua STIPER Flores Bajawa Nicolaus Noywuli yang berlangsung di desa Sebowuli, kecamatan Inerie, kabupaten Ngada sekaligus penanaman Kopi.
Ketua Panitia Kanisius Alvensiusreo, mengatakan kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya dibina secara akademik, tetapi juga dilatih terjun langsung ke tengah masyarakat.
Baca juga: Bakti Sosial STIPER Flores Bajawa di Ngada Sasar Perkampungan Turekisa dan Fasilitas Umum
“Melalui MABIM dan PKM ini, mahasiswa belajar beradaptasi, berkomunikasi, serta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam kehidupan nyata,” ujarnya, Selasa (3/02/1026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa akan memberikan berbagai pelatihan dan praktik langsung kepada masyarakat.
Materi yang disiapkan meliputi teknik budidaya tanaman, pembuatan produk olahan hasil pertanian, pengelolaan limbah sampah, kegiatan ekonomi kreatif, serta penguatan kelembagaan melalui koperasi Merah Putih.
Selain praktik, masyarakat juga dibekali pemahaman dasar terkait pertanian dan peternakan, kesehatan lingkungan, pendidikan dasar, kewirausahaan, serta pengolahan hasil pertanian agar bernilai tambah.
Target utama kegiatan ini kata Kanisius, mendorong kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran pengelolaan pertanian dan peternakan yang baik, efektif, dan berkelanjutan.
Menurut Dia , kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Sebowuli, khususnya dalam peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan.
Di sisi lain, mahasiswa juga diharapkan tumbuh menjadi insan akademik yang peka terhadap persoalan sosial dan pembangunan daerah.
Selain itu, MABIM dan PKM ini juga diarahkan untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan kerja sama antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, dan pihak kampus, sekaligus membangun kemitraan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Panitia berharap program pengabdian ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi dapat berlanjut dalam jangka panjang sebagai bagian dari kontribusi nyata STP Flores Bajawa dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Ngada. (Cha).