Persiapan Imlek di Vihara Maitreya Capai 50 Persen, Lampion Warna Warni Mulai Terpasang
February 03, 2026 09:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Persiapan perayaan Tahun Baru Imlek di Vihara Maitreya terus dimatangkan. Hingga awal Februari 2026, persiapan disebut telah mencapai sekitar 50 persen.

Pengurus vihara, Dicky, mengatakan sejumlah persiapan teknis sudah mulai dilakukan, seperti pemasangan lampion, dekorasi, hingga pembersihan area vihara.

“Untuk tahun ini persiapannya mungkin sudah sekitar 50 persen. Jadi kita sudah mulai pasang lampion, pasang dekor, bersih-bersih vihara, semua sudah mulai dilakukan. Mungkin sebelum hari H sudah rampung,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, perayaan Imlek tahun ini akan menghadirkan rangkaian acara yang lebih beragam dibandingkan tahun sebelumnya.

Panitia menyiapkan kegiatan setiap akhir pekan selama masa perayaan Imlek.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 21 Februari, 22 Februari, 28 Februari, 1 Maret, dan puncak acara pada 3 Maret 2026. Jadwal tersebut menyesuaikan dengan perayaan Imlek yang berlangsung selama 15 hari, yakni mulai 22 Februari hingga 5 Maret 2026.

Dalam rangkaian acara tersebut, akan digelar pentas seni yang melibatkan tim kesenian dari internal vihara serta partisipasi masyarakat umum, termasuk penyanyi dari luar.

“Setiap weekend kita akan ada pentas seni, kesenian, dari tim vihara dan juga masyarakat umum,” katanya.

Untuk tema, perayaan Imlek tahun ini mengusung tema sesuai shio Tionghoa, yakni Tahun Kuda Api. Dekorasi didominasi warna merah yang melambangkan keberuntungan dan semangat.

Selain itu, gerbang utama perayaan direncanakan akan diselesaikan mendekati hari puncak acara.

Panitia memperkirakan jumlah pengunjung selama 15 hari perayaan bisa mencapai ribuan orang. Namun pada tiga hari pertama, vihara akan dibuka khusus bagi umat yang ingin beribadah.

“Memang hari pertama sampai hari ketiga kita buka khusus umat untuk beribadah terlebih dahulu. Setelah itu baru dibuka untuk masyarakat umum dan wisatawan,” jelasnya.

Tahun ini, panitia juga menghadirkan program kartu harapan. Umat yang datang dapat menuliskan doa dan harapan mereka. Tema besar yang diangkat adalah doa untuk perdamaian dunia.

Melalui program tersebut, umat diajak tidak hanya beribadah, tetapi juga menuliskan harapan agar dunia menjadi lebih harmonis dan damai.

Secara filosofi, Tahun Kuda Api dimaknai sebagai semangat untuk segera meraih keberhasilan atau kemakmuran.

“Harapannya di tahun kuda ini kita semua bisa segera mencapai keberhasilan, kemakmuran, dan semoga Indonesia semakin harmonis,” pungkasnya.
(cr26/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.