TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Kota Bukittinggi menyumbang sebanyak 80 hingga 85 ton sampah setiap harinya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aie Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Pernyataan itu disampaikan oleh Kadis DLH Bukittinggi, Aldiasnur saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Selasa (3/2/2026).
Dalam keterangannya, sampah yang diangkut dari Kota Bukittinggi ke TPA Aie Dingin bervariasi.
Hal itu dikarenakan volume sampah di bank sampah di Bukittinggi tidak selalu sama. Untuk itu ia menafsir sebanyak 80 hingga 85 ton.
"Sekitar 80 sampai 85 ton, jumlahnya tidak sama setiap harinya. Sampah ini dibawa menggunakan enam truk dari Bukitinggi ke TPA Aie Dingin, Padang," ungkapnya.
Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem Sumbar Mengintai hingga Malam, Wilayah Ini Bakal Dihantam Hujan Lebat
Namun, pengantaran sampah dari Bukittinggi ke Padang dilakukan pada malam hari. Hal itu disebabkan oleh akses buka tutup di Lembah Anai, usai jalan ambles dan diperbaiki.
Sampah ini memang berakhir di TPA Air Dingin, Kota Padang. Sesuai juga dengan MoU dengan Pemko Padang dalam jangka 5 tahun. Sekarang, MoU tersebut baru berjalan dua tahun.
"Biasanya kita antar pagi hingga siang, namun karena jalan buka tutup di Lembah Anai, terpaksa mengantarnya malam," tambahnya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bukittinggi merespon terkait keluhan warga Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang terkait pembuangan sampah ke TPA Air Dingin.
Pihaknya menyebut, permasalahan tersebut berakar dari aktivitas pembuangan sampah saat malam hari.
Baca juga: Selasar Pasar Raya Padang Dibersihkan, Puluhan Pedagang Terpaksa Pindah ke Basemen Fase VII
Sehingga akhirnya, muncul keluhan warga kepada sopir truk pengangkut sampah dari Bukittinggi ke TPA Air Dingin tersebut.
Diketahui, keluhan warga ini juga viral di media sosial Instagram @sudutbukittinggi, memperlihatkan perdebatan masyarakat dengan sopir pengangkut sampah dari Bukittinggi.
Dalam perdebatan itu terdengar bahwa warga meminta kepada sopir jangan membuang sampah ke daerahnya.
"Jan buang sampah ka tampek den" ucap warga kepada sopir yang mengangkut sampah dari Bukittinggi ke TPA Air Dingin itu.
Video tersebut juga mendapatkan berbagai respon dari masyarakat, ada yang mendukung aksi warga hingga menyebut pembuangan sampah dari Kota Bukittinggi ke TPA Air Dingin Padang, sesuai dengan perjanjian kerjasama.
Baca juga: KemenHAM Kawal Kasus Nenek Saudah, DPR Minta APH Usut Tuntas Hingga Tambang Ilegal
Postingan itu mendapatkan like sebanyak 2.626, 333 komentar 135 kali dibagikan. Sedangkan postingan sudah tayang selama 21 jam, saat dilihat pukul 09:57 WIB.
Menanggapi itu, Kadis DLH Bukittinggi Aldiasnur menyebut pembuangan sampah ke TPA Air Dingin berdasarkan perjanjian kerjasama dengan Pemko Padang.
Saat sekarang, kerjasama tersebut sudah berjalan selama dua tahun, dari target lima tahun.
Ia menjelaskan, keluhan warga Kelurahan Balai Gadang terjadi akibat aktivitas pembuangan sampah dari Bukittinggi ke TPA Air Dingin Padang terjadi saat malam hari.
Hal itu memunculkan tanda tanya, sehingga viral perdebatan masyarakat dengan sopir pengangkut sampah DLH Bukittinggi itu.
Baca juga: Kisah Asmanidar 35 Tahun Mengepul Sampah di TPA Aie Dingin Padang, Berhasil Kuliahkan Anak
"Biasanya kan kami buang sampah sore, namun karena akses buka tutup di Lembah Anai mulai di buka saat malam hari," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunPadang.com.
Aldiasnur juga mengaku sudah membicarakan masalah tersebut kepada warga Balai Gadang.
Hingga kesepakatannya, pembuangan sampah dari Bukittinggi ke TPA Air Dingin Padang tetap berlangsung saat malam hari.
"Ke depannya tetap malam, warga sudah menerima, karena sudah disampaikan alasannya, kalau jalan di Lembah Anai buka pukul 20:00 WIB hingga 05:00 WIB pagi," tambahnya.(*)