Atap Seng Jadi Perhatian Presiden, Warga Pekanbaru: Kalau Digantikan Gratis Mengapa Tidak
February 03, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Wacana penggantian atap rumah masyarakat mencuat setelah Presiden menyampaikan hal tersebut baru-baru ini.

Presiden menilai penggunaan atap seng pada rumah warga dinilai kurang baik dan perlu diganti dengan material yang lebih layak.

Pernyataan ini kemudian memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat, termasuk warga di Kota Pekanbaru.

Banyak di antara warga menilai atap seng masih menjadi pilihan paling realistis bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain harganya terjangkau, material ini juga mudah didapat dan pemasangannya tidak rumit.

"Kalau untuk masyarakat kecil seperti kami, atap seng itu sudah paling murah dan cukup kuat. Dari dulu juga pakai seng, jadi sudah terbiasa," kata Rudi, warga Suka Karya, Sasa (3/2/2026).

Hal senada disampaikan Siti, ibu rumah tangga di Purwodadi. Menurutnya, persoalan utama bukan jenis atap, melainkan kemampuan ekonomi warga untuk membeli material bangunan.

"Kalau kita bukan soal indah atau tidaknya, yang penting itu murah dan bisa melindungi rumah dari panas dan hujan. Kalau pemerintah mau mengganti dan memberikannya ke masyarakat, ya silakan saja, mengapa tidak, kami tentu senang," kata Siti kepada Tribun.

Sementara itu, warga lainnya, Erdin berharap jika memang ada rencana penggantian atap oleh pemerintah atau presiden, bantuan tersebut diberikan secara merata dan tidak menyulitkan masyarakat.

"Kalau memang mau diganti dan diberikan gratis, kenapa tidak. Tapi jangan sampai warga dipersulit dengan syarat macam-macam," ujar Erdin, warga Marpoyan Damai.

Di sisi lain, ada juga warga yang berpandangan bahwa kualitas atap perlu menjadi perhatian, terutama untuk jangka panjang. Mereka menilai atap yang lebih kuat dan tahan lama bisa mengurangi biaya perawatan rumah ke depan.

"Kalau kualitasnya lebih baik dan tahan lama, tentu bagus. Tapi jangan sampai harganya malah membebani masyarakat. Sementara, untuk makan saja masih banyak masyarakat yang harus berjuang keras dulu, jadi belum memikirkan keindahan atas," ujar Yuni, warga Sukajadi.

Beberapa warga juga menilai pentingnya menyesuaikan jenis atap dengan kondisi cuaca di Riau yang panas dan curah hujan cukup tinggi.

Meski demikian, mayoritas warga sepakat bahwa kebijakan apa pun terkait perumahan harus berpihak pada masyarakat kecil. Mereka berharap keputusan yang diambil tidak hanya bersifat pendapat, tetapi benar-benar membantu kebutuhan dasar warga.

Warga juga berharap pemerintah melibatkan masyarakat dalam perencanaan kebijakan, sehingga solusi yang ditawarkan sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Intinya kami tidak menolak perubahan, asalkan itu memang membantu dan tidak memberatkan. Seng murah saja sudah cukup bagi kami," tutur Yuni.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.