Air Danau Kerinci Surut akibat Uji Coba Turbin PLTA saat Curah Hujan Rendah
February 03, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Surutnya debit air Danau Kerinci dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan dan petani yang menggantungkan hidup di kawasan sekitar danau.

Menanggapi situasi itu, DPRD Kabupaten Kerinci menggelar hearing bersama pihak PLTA Hidro Merangin Kerinci pada Selasa (3/2/2026) untuk meminta penjelasan terkait penyebab menyusutnya volume air Danau Kerinci.

“Mengeringnya Danau Kerinci sangat berdampak bagi nelayan dan petani.

"Kami berharap PLTA menyampaikan kondisi sebenarnya secara transparan,” tegas Ruslan, salah satu perwakilan warga.

Menjawab desakan tersebut, Humas PLTA, Asroli, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan uji coba turbin pada periode 1 hingga 15 Januari 2026.

Pada waktu yang bersamaan, wilayah Kerinci mengalami curah hujan yang relatif rendah.

Asroli menyebut, berkurangnya intensitas hujan berpengaruh terhadap pasokan air yang berasal dari Sungai Batang Merao dan beberapa sungai penyangga lainnya.

“Penurunan curah hujan ini berdampak langsung pada pasokan air dari Sungai Batang Merao serta sejumlah sungai penyangga lain yang bermuara ke Danau Kerinci,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada periode tersebut curah hujan di wilayah Kerinci jauh berada di bawah kondisi normal musim hujan.

Kondisi ini menyebabkan volume air yang masuk ke danau tidak terisi secara maksimal.

Secara klimatologis, wilayah Kerinci seharusnya masih berada pada fase basah hingga awal Februari.

Asroli juga mengungkapkan adanya kegiatan rekayasa cuaca di wilayah Sumatra Barat yang diduga turut memengaruhi pola hujan regional.

“Minimnya hujan membuat suplai air ke danau berkurang signifikan.

"Padahal secara iklim, Kerinci seharusnya masih berada dalam fase basah hingga awal Februari,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihak PLTA terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi hidrologi dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar operasional tetap berjalan dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Sementara itu, Anggota DPRD Kerinci, Irwandi, menilai persoalan surutnya air danau tidak hanya berdampak pada sektor perikanan dan pertanian, tetapi juga pada perekonomian daerah secara menyeluruh.

Menurutnya, Danau Kerinci merupakan destinasi wisata unggulan yang memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Danau Kerinci adalah sumber penghidupan sekaligus aset wisata. Kita harus benar-benar menelusuri akar persoalannya agar tidak terus berulang,” ujarnya.

Irwandi juga mendorong Pemerintah Kabupaten Kerinci agar terlibat aktif dengan menghadirkan kajian ilmiah dari para ahli lingkungan dan hidrologi.

Hal ini dinilai penting supaya penanganan masalah dilakukan berdasarkan data dan kajian objektif, bukan sekadar asumsi.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kerinci, Boy Edwar, memastikan lembaganya akan mengambil langkah konkret.

Ia meminta Sekretariat DPRD segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjadwalkan peninjauan langsung ke Danau Kerinci dan lokasi operasional PLTA.

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Setelah itu, kita rumuskan langkah nyata demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Melalui hearing dan rencana peninjauan tersebut, DPRD Kerinci berharap penyebab utama penyusutan debit air Danau Kerinci dapat terungkap secara jelas sekaligus menghasilkan solusi berkelanjutan bagi nelayan, petani, dan sektor ekonomi daerah.

 

(Tribunjambi.com/Herupitra)

 

Baca juga: Bau Arahkan Tetangga Dapati Penjual Es Cendol Selincah di Sumur Rumahnya

Baca juga: Masih Ada Saluran Limbah SPPG Bocor setelah Keracunan MBG di Muaro Jambi

Baca juga: Guru Honorer dan ASN Kerinci Tersandung Korupsi setelah Bagi Jatah PJU di 12 Ruas Jalan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.