Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TAJURHALANG - Sejumlah tokoh menghadiri pemakaman istri eks Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Hoegeng di Taman Pemakanan Giri Tama.
Salah satu tokoh yang mengantarkan Eyang Meri ke tempat peristirahatan terkahirnya yaitu Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.
Pria yang karib disapa Ahok itu datang ke pemakaman yang berada di wilayah Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol kedukaan.
Dalam kesempatan itu, Ahok terlihat menyampaikan ucapan bela sungkawanya kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.
Ia juga sempat berpelukan dan sedikit berbincang dengan cucu pertama Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Imam Santoso, Krisnadi Ramajaya Hoegeng.
Selain itu, nampak sejumlah pelayat yang mengajaknya berswafoto setelah prosesi pemakaman berlangsung.
Bagi Ahok, wanita yang menghembuskan nafas terakhirnya di usia ke-100 tahun itu bukanlah orang lain, akan tetapi sudah dianggapnya sebagai seorang ibu.
Bahkan, ia pun mengaku sempat menemani Eyang Meri di rumah sakit hingga ibu dari tiga orang anak tersebut berpulang kepada Sang Pencipta.
"Beliau seperti orang tua, juga yang terus ingatkan kasih, lisan untuk tetap bersih, jujur, adil, masih berani berdiri untuk kebenaran, untuk kemanusiaan," ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Ahok pun mengenang jasa Eyang Meri yang selalu memberikan support selama ia menjalani masa hukuman atas kasus yang menjeratnya pada tahun 2016 silam.
Atas kebaikan-kebaikan yang diberikan terhadapnya, Ahok pun menyelipkan nama Eyang Meri dalam doa paginya.
"Saya di tahanan, beliau masak, kirim ke saya juga. Beliau selalu bahkan datang terus kirim makanan," ungkapnya.