TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi keberadaan kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kepulauan Meranti, Dodi Hamdani.
Menurut Dodi, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan maupun informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas atau kelompok LGBT di Kepulauan Meranti.
“Sampai sekarang belum ada indikasi dan belum ada laporan dari masyarakat terkait keberadaan kelompok tersebut di Kepulauan Meranti,” ujar Dodi kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Sejumlah Wilayah di Kepulauan Meranti Masih Dilanda Karhutla, Petugas Berjaga hingga Malam
Meski demikian, Dodi menegaskan Kesbangpol tetap melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemantauan serta menjalin koordinasi bersama berbagai pihak terkait.
“Kami tetap melakukan upaya pencegahan dan pengawasan dengan berkoordinasi lintas sektor agar tidak berkembang perilaku-perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku di daerah,” jelasnya.
Langkah antisipasi tersebut, lanjut Dodi, dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial serta ketenteraman masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Baca juga: LAM Riau Desak Pemerintah Buat Perda LGBT, Sanksi Adat Bisa Diberlakukan
Baca juga: Soal Maraknya THM dan LGBT, DPRD Riau: Aturan Sudah Ada Tapi Lemah Pengawasan
Sementara itu, tanggapan juga datang dari masyarakat.
Salah seorang warga, Saputra, menyampaikan kekhawatirannya apabila perilaku LGBT sampai masuk dan berkembang di Kepulauan Meranti.
Ia menilai Kepulauan Meranti memiliki kearifan lokal yang kuat, baik dari sisi budaya maupun nilai-nilai keagamaan, sehingga masyarakat berharap lingkungan sosial tetap terjaga.
“Kami sebagai masyarakat tentu merasa khawatir. Daerah ini menjunjung tinggi budaya lokal dan nilai agama. Harapannya, wilayah Kepulauan Meranti tetap aman, damai, dan terhindar dari hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai yang kami anut,” ujarnya.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah terus melakukan pengawasan serta langkah-langkah pencegahan guna menjaga ketertiban dan keharmonisan sosial di Kabupaten Kepulauan Meranti.
( Tribunpekanbaru.com / Teddy Tarigan)