Profil Jaya Hartono, Pelatih Baru Persiraja Banda Aceh di Kancah Sepak Bola Indonesia
February 04, 2026 07:54 PM

TRIBUNGAYO.COM - Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam telah menunjuk Jaya Hartono sebagai pelatih kepala baru untuk menghadapi lanjutan kompetisi Liga Championship musim 2025/2026.

Jaya Hartono menggantikan pelatih Ahkyar Ilyas yang pamit sementara dari Persiraja Banda Aceh.

Bagi Laskar Rencong rekam jejak panjang dan pengalaman dimiliku Jaya Hartono di sepak bola Indonesia atau nasional dapat membawa Persiraja juara.

Melansir Serambinews.com, penunjukan tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak yang telah dilakukan di Banda Aceh pada Selasa (3/2/2026).

Jaya Hartono dipercaya memimpin Persiraja pada fase krusial kompetisi, yakni putaran ketiga yang menjadi putaran penentuan dalam Championship musim ini.

Manajemen Persiraja menilai pengalaman dan rekam jejak sang pelatih menjadi faktor utama dalam keputusan tersebut.

Pelatih berlisensi A AFC itu dikenal sebagai salah satu pelatih senior di sepak bola nasional.

Sosok dan Kiprah Jaya Hartono

Jaya Hartono bukanlah nama asing di kancah sepak bola Indonesia. 

Pelatih kelahiran Medan, 20 Oktober 1963 ini dikenal sebagai salah satu arsitek tim yang telah malang melintang menangani berbagai klub besar Tanah Air. 

Salah satu pencapaian paling prestisius dalam kariernya adalah saat membawa Persik Kediri menjuarai Liga Indonesia musim 2002/2003, sebuah prestasi bersejarah yang hingga kini masih dikenang publik sepak bola nasional.

Selain Persik Kediri, Jaya Hartono juga pernah dipercaya menangani klub papan atas seperti Persib Bandung. 

Bersama Maung Bandung, ia sukses membawa tim tampil kompetitif dan mencatatkan periode positif di kompetisi nasional. 

Ia membawa Persib Bandung finis di peringkat ketiga Indonesia Super League (ISL) 2008/09, sekaligus mencatatkan rekor tak terkalahkan hingga 17 pertandingan pada musim tersebut.

Pengalamannya melatih klub dengan tekanan besar seperti Persib dinilai menjadi modal penting dalam menangani Persiraja yang memiliki basis suporter fanatik.

Tak hanya itu, Jaya Hartono juga tercatat pernah menukangi sejumlah klub lain, di antaranya Persijap Jepara, Persiba Balikpapan, PSCS Cilacap, Persiram Raja Ampat, hingga Sulut United. 

Pengalaman luas tersebut membuatnya dikenal sebagai pelatih yang adaptif dan memahami karakter kompetisi sepak bola Indonesia di berbagai level.

Pemain Senior Timnas

Sebelum dikenal sebagai pelatih, Jaya Hartono merupakan mantan pemain Timnas Indonesia senior yang aktif membela Merah Putih sejak pertengahan dekade 1980-an. 

Ia tercatat sebagai salah satu pemain penting pada masanya dan sempat menjadi bintang Persib Bandung, berduet dengan Roby Darwis.

Jaya memulai debutnya bersama Timnas Indonesia pada tahun 1986, saat tim nasional tampil di Asian Games 1986. 

Pada ajang tersebut, Timnas Indonesia berhasil melangkah hingga babak semifinal, sebuah pencapaian prestisius pada era itu.

Puncak prestasi Jaya Hartono bersama Timnas Indonesia terjadi pada SEA Games 1987, ketika Indonesia berhasil meraih medali emas. 

Selain itu, Jaya juga turut mempersembahkan medali perunggu SEA Games 1989 dan 1993, serta menjadi bagian dari skuad Timnas pada SEA Games 1995.

Di level turnamen internasional lainnya, Jaya Hartono juga memperkuat Timnas Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia zona Asia pada tahun 1989 dan 1995.

Pada ajang Piala Kemerdekaan, Jaya menjadi bagian dari skuad yang menjuarai turnamen tahun 1986, serta meraih runner-up pada edisi 1987 dan 1996. 

Ia juga turut tampil dalam sejumlah turnamen internasional bergengsi lainnya seperti President Cup di Seoul (1989 dan 1990), Merdeka Games (1988 dan 1990), serta King’s Cup pada edisi 1986, 1987, 1988, dan 1990.

Harapan Dek Gam

Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam menyampaikan harapannya agar kehadiran Jaya Hartono mampu membawa dampak positif bagi performa tim pada putaran akhir kompetisi.

Menurutnya, Persiraja membutuhkan sosok pelatih yang matang secara pengalaman dan mampu mengelola tekanan pada fase penentuan.

“Putaran ketiga adalah fase paling krusial. Kita berharap coach Jaya bisa membawa Persiraja tampil lebih solid dan konsisten,” ujar Dek Gam.

Sementara itu, Jaya Hartono menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah sebagai pelatih kepala Persiraja.

Ia menegaskan akan segera beradaptasi dengan kondisi tim serta memaksimalkan persiapan menjelang laga perdana putaran ketiga.

Persiraja sendiri akan memulai putaran ketiga Championship 2025/26 dengan laga kandang menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion H Dimurthala, Lampineung pada Sabtu, 14 Februari 2026 mendatang.

Kehadiran Jaya Hartono diharapkan dapat memberikan energi baru bagi Laskar Rencong. 

Publik Tanah Rencong pun menanti sentuhan tangan dinginnya untuk membawa klub kebanggaan Aceh tersebut meraih hasil maksimal di sisa musim kompetisi.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Baca juga: Nazaruddin Dek Gam Tunjuk Jaya Hartono sebagai Pelatih Baru Persiraja Banda Aceh

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.