Penyebab Komika Boiyen Gugat Cerai Rully Akbar, Tepis Soal Kasus Penipuan Suaminya Rp400 Juta 
February 04, 2026 08:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Penyebab Komika Boiyen menggugat cerai Rully Akbar suaminya setelah 2 bulan menikah. 

Sempat beredar rumor alasan Boiyen gugat cerai suaminya karena perkara dugaan penipuan yang menjerat Rully Akbar. 

Saat ini Rully Akbar sedang dilaporkan atas dugaan penipuan terhadap investornya. 

Setelah dugaan penipuan yang menyeret nama Rully Akbar, Boiyen pun mengajukan gugatan cerai. 

Padahal rumah tangga mereka baru seumur jagung, kalau kata orang lagi hangat-hangatnya. 

Namun dalam waktu singkat selama 1 bulan, Boiyen justru memilih mengakhiri rumah tangganya. 

Melalui kuasa hukumnya Anselmus Mallofiks, Boiyen curhat kalau dia ingin rumah tangganya dilandasi komunikasi yang bagus.

Tapi nyatanya, Boiyen tak mendapatkan hal itu dari Rully.

"Utamanya klien kami ingin membantu rumah tangga yang komunikasinya itu lancar," ujar Anselmus.

Dari curhatan itulah diduga alasan Boiyen gugat cerai Rully adalah karena masalah komunikasi yang tak baik.

"Setelah (menikah komunikasi kurang baik). Untuk komunikasi dan lain-lain, kami tidak bisa ngomong lebih lanjut lagi karena itu ranah substansi," pungkasnya.

Perihal kondisi Boiyen saat ini usai gugat cerai Rully, Anselmus blak-blakan.

Bahwa Boiyen masih terkejut dengan kasus hukum yang menimpa sang suami.

Seperti diketahui, Rully tengah terbelit kasus dugaan penipuan bisnis dengan rekannya.

Terkait kasus yang menimpa Rully itu, Boiyen tegas mengaku tak tahu menahu.

"Klien kami tidak akan mencampuri hal tersebut (masalah Rully digugat kasus penipuan)," sambungnya.

Dari kasus hukum yang menerpa Rully itu, muncul isu bahwa alasan Boiyen cerai adalah karena merasa ditipu.

Perihal isu tersebut, Anselmus membantahnya.

"Enggak sih (tidak merasa dibohongi oleh Rully), hanya kurang komunikasinya," ucap Anselmus.

Respon sahabat artis

Kabar perceraian Boiyen dengan Rully tak cuma mengangetkan publik.

Sahabat artis yang mengiringi pernikahan Boiyen dan Rully yakni Andre Taulany juga ikut syok.

Andre yang sempat didapuk jadi groomsman serta penasehat pernikahan Boiyen mengaku kaget sahabatnya itu melayangkan gugatan cerai.

"Gue sedih, prihatin, kok baru sebentar harus berpisah. Apalagi kami semua ikut gembira, menyempatkan diri untuk jadi groomsman dan bridesmaid Boiyen dan Rully. Doa-doa terbaik pasti kita panjatkan," kata Andre Taulany.

Telah menganggap Boiyen seperti adiknya sendiri, Andre mengaku prihatin dengan nasibnya.

Terlebih saat pernikahan Boiyen, Andre melayangkan doa baik untuk sang adik.

"Saya dari awal Boiyen menikah, kami abang-abangnya juga mensupport. Karena ini kan pernikahan, kami doa yang baik-baik," pungkas Andre.

Kendati kaget dan sedih, Andre mengaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk rumah tangga Boiyen.

Andre berharap polemik di antara Boiyen dan Rully tidak berlarut-larut.

"Kami sebagai sahabat dan abang tidak bisa terlalu masuk ke ranah pribadi. Hanya kami bisa mendoakan dan mensupport, semoga ini menjadi keputusan terbaik untuk keduanya. Agar masalah tidak berlarut-larut, karena memang harus cepat diselesaikan," ungkap Andre.

"Saya rasa Boiyen dan Rully yang bisa menyelesaikan dengan cara baik-baik. Harus saling ikhlas dan berbesar hati," sambungnya.

Sosok Suami Boiyen

Nama lengkap: Rully Anggi Akbar 

Nama panggilan: Ezel

Tanggal lahir: 7 Agustus 1991

Usia: 34 tahun

Agama: Islam

Hobi: Traveling

Instagram: @rullyanggiakbar

Profil Rully Anggi Akbar

Rully Anggi Akbar, yang dikenal dengan nama Ezel, lahir pada 7 Agustus 1991. Di usia 34 tahun, ia terpaut empat tahun lebih muda dari Boiyen.

Berdasarkan profil LinkedIn, Ezel menekuni dunia akademik, profesional, dan bisnis. Ia merupakan dosen tetap di Politeknik Sahid Jakarta sekaligus dosen tamu di sejumlah kampus di Indonesia.

Tak hanya berkegiatan di dunia pendidikan, Ezel juga terjun ke sektor usaha. Ia mengelola bisnis kuliner yang beroperasi di Yogyakarta dan Jakarta.

Sebelum mendalami bisnis dan akademik, Ezel pernah bekerja di bidang pemasaran, mulai dari tim marketing The Westlake Hotel and Resort hingga menjabat sebagai marketing manager di Gatra Mega Berjangka.

Adapun sejumlah usaha yang pernah dan masih ia jalankan meliputi Teman Travel Tour (sejak 2014), Restaurant Consultant (sejak 2017), serta menjadi owner CV Sateman Indonesia sejak 2022.

Sumber Kekayaan Rully Anggi Akbar

Nama Rully Anggi Akbar memang belum akrab di telinga publik. Berbeda dengan Boiyen yang kerap tampil di televisi, Rully lebih memilih menjaga privasi.

Akun Instagram pribadinya hanya berisi 16 unggahan, sebagian besar berupa foto lama dari periode 2020–2024.

Namun salah satu foto pentingnya memperlihatkan momen wisuda S3, di mana ia menuliskan bahwa dirinya merupakan lulusan Doktor Pariwisata UGM tahun 2022.

Dari latar pendidikan tersebut, muncul gambaran bahwa Rully bukan sosok sembarangan.

Ia memiliki fondasi akademis yang kuat dan selama bertahun-tahun aktif mengembangkan diri dalam dunia pendidikan serta industri pariwisata.

Berdasarkan profil LinkedIn-nya, pria berusia 34 tahun ini telah berkecimpung sebagai akademisi sejak 2013. 

Ia tercatat sebagai dosen tetap di Politeknik Sahid Jakarta, sekaligus pernah menjadi dosen tamu di sejumlah kampus lain.

Fokus keilmuannya berada pada pariwisata dan hospitality, dua bidang yang sangat erat dengan kebutuhan industri modern.

Tak hanya berkutat di dunia akademik, Rully juga mencurahkan energinya pada dunia wirausaha. Ia menjalankan bisnis kuliner bernama Sateman Indonesia, sebuah rumah makan di Yogyakarta yang menyajikan aneka sate dengan berbagai bumbu dan konsep kekinian.

Usaha ini sudah berjalan cukup lama dan dikenal memiliki pelanggan loyal, terutama di kalangan pecinta kuliner Nusantara.

Dengan kombinasi sebagai akademisi, praktisi pariwisata, dan pengusaha kuliner, tak heran bila sumber penghasilan Rully terbilang beragam dan stabil.

Posisinya sebagai dosen tetap, ditambah bisnis kuliner yang berkembang, membuatnya memiliki fondasi finansial yang kuat.

Di luar pekerjaan, Rully dikenal memiliki hobi bertualang.

Dalam biodata profesionalnya, ia menuliskan bahwa sejak tahun 2016 ia sudah menjelajahi 36 provinsi di Indonesia.

Tak hanya itu, ia juga telah mengunjungi lebih dari 23 negara, mulai dari Nepal, India, Filipina, hingga Jerman dan Belanda.

Kecintaannya pada perjalanan ini selaras dengan latar belakangnya sebagai akademisi pariwisata.

Pengalaman keliling dunia tersebut memperkaya wawasannya, sekaligus menjadi modal penting dalam menjalankan bisnis dan karier akademiknya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.