SURYAMALANG.COM, BATU - Kerusakan pipa utama di Sumber Banyuning, menyebabkan distribusi air bersih ke sejumlah pelanggan di Kota Batu dan Kota Malang terganggu.
Akibat rusaknya pipa utama berukuran 12 dim itu beberapa wilayah di Kota Batu terdampak, di antaranya wilayah Temas, Sisir, Mojorejo, Dusun Sekar Putih dan beberapan wilayah di Desa Pendem.
Sedangkan di Kota Malang meliputi Perum Griya Shanta, Sudimoro, wilayah Kerto, Mayjen Panjaitan, MT Haryono, Suhat, Tasikmadu dan lain-lain.
Pelanggan Perumdam Among Tirto Kota Batu, Suntari, mengaku air dirumahnya yang berada di Sisir mati sejak, Rabu (4/2/2026) pagi. Untuk itu pihaknya berharap agar kerusakan pipa dapat segera diperbaiki.
Baca juga: Kerusakan Pipa Sumber Banyuning Mengganggu Distribusi Air Bersih di Kota Batu dan Kota Malang
“Tentu bingung kalau air mati gini. Apalagi setiap waktu kita selalu pakai air untuk masak dan mandi."
"Kalau ini nanti sampai lama, untuk masak kami mau tidak mau beli air galon isi ulang itu,” kata Suntari kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (4/2/2026).
Sedangkan pelanggan lainnya, Agustina warga Sisir mengaku akibat distribusi air terganggu, pihaknya bingung untuk mencuci karena ia tak memiliki tandon.
“Dari pagi gak bisa cuci piring dan lain-lain. Saya tunggu sampai sore juga tidak nyala. Kami pelanggan ingin solusinya,” ujar Agustina.
Direktur Perumdam Among Tirto Kota Batu, Achmad Yusuf tak menampik jika akibat kerusakan pipa ini, berdampak signifikan terhadap debit air yang mengalir ke pelanggan, sehingga banyak pelanggan tak teraliri.
“Akibat kerusakan pipa distribusi Banyuning-Tandun di wilayah Beji membuat debit air menurun drastis hingga sekitar 10 liter per detik (LPS,red) dan ini tidak cuma berdampak di Kota Batu jata, tetapi pelanggan di Kota Malang juga merasakan dampaknya,” tutur Achmad Yusuf.
Lanjut Achmad Yusuf, persoalan utama kerusakan pipa ini terletak pada posisi pipa yang tertanam sangat dalam di bawah tanah, sehingga proses perbaikan tidak bisa dilakukan secara cepat.
“Kami harus memasukan kamera ke dalam untuk mengetahui penyebabnya, apakah terjadi kebocoran atau sumbatan,” jelasnya.
Pihaknya menambahkan kendala lain yang mengakibatkan proses perbaikan pipa ini memerlukan waktu yang cukup lama karena pipa tertanam sepanjang 100 meter dengan kedalaman sekitar 7 meter.
Sehingga apabila diperbaiki menggunakan alat berat, dikhawatirkan akan berdampak ke jalan utama yang berada di atasnya.
“Kami khawatir ke depan justru bisa terjadi amblesan atau masalah lain yang tidak diinginkan."
"Sehingga kami harus betul-betul berhati-hati dan tepat dalam memperbaiki ini,” ujar pria yang akrab disapa Gendon itu.
Menurut Gendon, bagi wilayah yang terdampak pihaknya telah melakukan rekayasa distribusi menggunakan pipa portable dan menyalurkan air melalui tangki, bekerja sama dengan Damkar dan Dinas Lingkungan Hidup. Bagi pelanggan yang membutuhkan air tangki dapat menghubungi 081321333111.