TRIBUN-BALI.COM – Sederet pemain muda Bali United kembali mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas U-17 Indonesia dalam laga persahabatan internasional melawan China sebagai rangkaian persiapan menghadapi Piala Asia U-17 2026.
Tercatat ada enam pemain muda Bali United yang dipanggil pelatih Nova Arianto untuk laga timnas U-17 Indonesia melawan China dalam dua pertandingan yang dilangsungkan di Indomilk Arena, Tangerang.
Keenam pemain muda Bali United tersebut di antaranya Noah Leo Duvart (kiper), Putu Ekayana Yoga P (bek tengah), Made Arbi Ananta (bek kanan), Keanu Sanjaya (gelandang), Real Alvaro Salim (bek kiri), I Komang Semadi (sayap).
Sementara, Nova Arianto masih akan bertugas menangani Timnas U-17 Indonesia dalam dua pertandingan uji coba melawan China. Di dua pertandingan uji coba tersebut akan menjadi proses pematangan tim sekaligus evaluasi menyeluruh pada pemain yang dipanggil.
Baca juga: MAURO Zijlstra Gabung Persija, Striker Timnas Jadi Rekrutan Anyar Macan Kemayoran di Paruh Musim!
Baca juga: BALI Vs Persebaya, Moreira & Raickovic Absen, Misi Raih Poin Tavares Siapkan Pelapis Laga Tandang
Melansir dari laman BolaSport, mayoritas pemain yang dipanggil dalam daftar kali ini merupakan wajah baru hasil pemantauan dari berbagai klub Liga Indonesia, akademi, hingga klub luar negeri.
Kendati demikian, Nova Arianto masih belum melupakan pemain generasi sebelumnya. Dari generasi tahun lalu, masih ada Mierza Firjatullah.
Pemain akademi Persik Kediri tersebut pernah jadi bagian Garuda Asia saat tampil di Piala Dunia U-17 2025 di Qatar. Selain itu ada Nicholas Indra yang main bareng klub asal Norwegia, Rosenborg Balklub.
Dari klub lokal, Bali United dan Persik Kediri mendominasi daftar pemanggilan dengan mengirim enam nama. Sementara di posisi kedua ada Madura United yang mengirim tiga wakilnya ke Garuda Asia.
Melalui dua laga uji coba internasional ini, tim pelatih akan menguji kesiapan pemain dari berbagai aspek, mulai dari teknik, fisik, pemahaman taktik, hingga mental bertanding di level internasional. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun kerangka tim menuju Piala Asia U-17 2026.
Timnas U-17 Indonesia dipastikan bakal langsung ikut putaran final Piala Asia U-17 2026. Hal ini disebabkan karena Garuda Asia berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia U-17 2025.
Sebagai informasi, pertandingan pertama Timnas U-17 Indonesia lawan China akan berlangsung pada Minggu, (8/2), dengan kick-off pukul 22.00 Wita atau 21.00 WIB.
Sementara pertandingan kedua dijadwalkan pada Rabu, (11/2), dengan kick-off pukul 19.30 Wita atau pukul 18.30 WIB, tetap bertempat di Indomilk Arena, Tangerang. (uci/BolaSport)
Sosok Kurniawan Dwi Yulianto akhirnya resmi ditunjuk sebagai pelatih anyar Timnas U-17 Indonesia. Kabar tersebut mulanya beredar luas dari Whatsapp story Indra Sjafri pada Rabu (4/2).
"Selamat coach Kurniawan diamanahi sebagai head coach timnas U-17 Indonesia," tulis Indra Sjafri.
Kemudian mengonfirmasi kabar tersebut, Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji tak menampik kabar tersebut.
“Iya nanti ke depannya Kurniawan yang jadi pelatih timnas U-17,” kata Sumardji disitir dari BolaSport.
Kurniawan Dwi Yulianto akan mendampingi Nova Arianto dalam laga tersebut. “Pelatih Timnas U-17 nanti untuk sementara Coach Nova. Nanti akan didampingi oleh Coach Kurniawan,” beber Sumardji.
Kurniawan Dwi Yulianto merupakan pelatih berusia 49 tahun berpengalaman baik lokal maupun internasional. Kurniawan sempat menjadi asisten pelatih Borneo FC, timnas Indonesia, timnas U-23 Indonesia dan timnas U-20 Indonesia.
Pada 2023 lalu, Kurniawan menjadi asisten pelatih Indra Sjafri saat membawa timnas U-23 Indonesia meraih emas SEA Games. Lalu Kurniawan juga sempat menjadi Direktur Teknis PSPS Riau sejak awal musim 2025-2026.
Namun seiring hasil yang tak membaik buat Askar Bertuah, Kurniawan mengundurkan diri dari PSPS Riau pada September 2025. Sementara untuk pengalaman internasional Kurniawan sempat menjadi pelatih kepala tim Malaysia, Sabah FC dan asisten pelatih Como U-19. (uci/BolaSport)
Kiper (GK): Syahdan Caesar (ASIOP), Moh. Fahrizal (Persib Bandung), Noah Leo Duvart (Bali United)
Pemain belakang (CB): Waliyuddin Shofa A (Persib Bandung), Putu Ekayana Yoga P (Bali United), Farik Rizqi (Madura United), Shoyyo Himawan P (Persis Solo), Zidane Raditya Chandra (Persis Solo),
Bek kanan (RB): Farrel Luckyta W (PS Sleman), Made Arbi Ananta (Bali United), Handri Dimas Sulityo (Persik Kediri).
Bek kiri (LB): Real Alvaro Salim (Bali United), Pandu Aryo (Persik Kediri), Peres Akwila Tjoe (Persija Jakarta).
Gelandang (MF): Fardan Faras Prawita (Borneo FC), M. Azhar Muzzaki (Persebaya Surabaya), Girly Andrade Guevara (Persik Kediri), Chico Jerichoy (ASIOP), Keanu Sanjaya (Bali United), M. Rain Rizki Pamungkas (Bhayangkara Presisi), Miraj Riski Sulaiman (Madura United)
Gelandang Sayap (WFW): Mohammad Albar Firdaus (Persik Kediri), I Komang Semadi (Bali United), Dava Yunna Adi (Persebaya Surabaya), Sean Rahman Castor (Persik Kediri),
Penyerang (CF): Fardhan Ary (Madura United), M. Mierza F (Persik Kediri), Nicholas Indra (Rosenborg BK).