TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korea Selatan tidak hanya soal drama romantis atau musik K-Pop yang mendunia.
Dalam catatan perjalanan Isa Alamsyah dan Asma Nadia, dari Komunitas Bisa Menulis (KBM App), terungkap bahwa Negeri Ginseng memiliki "senjata rahasia" lain yang meresap hingga ke meja makan: ayam goreng inovatif dan buah-buahan hasil teknologi canggih.
Bersama rombongan penulis Diamond KBM App, mereka membagikan pengalaman sensorik yang unik saat menjelajahi sudut-sudut Seoul hingga ke area pegunungan bersalju.
Salah satu momen paling berkesan terjadi saat rombongan berada di sebuah resort ski salju di Gyeonggi, Korea Selatan.
Mereka mencicipi ayam goreng lokal yang memiliki cita rasa tak lazim namun sangat lezat.
"Enak sekali, rasa ayamnya malah seperti kepiting," seloroh salah satu penulis dalam rombongan tersebut.
Isa Alamsyah mencatat bahwa standar pengolahan makanan di Korea berada di level yang berbeda. Meski didominasi oleh merek lokal, ayam goreng di sana sangat inovatif.
Baca juga: Ahn Hyo Seop Jadi Pengisi Suara Iblis Jinu di Film Kpop Demon Hunters
Bahkan, menu ayam bakar yang biasanya dihindari saat grill di Indonesia karena tekstur keras, di Korea justru terasa sangat empuk, juicy, dan bumbunya meresap hingga ke tulang.
Selain kuliner ayam, keajaiban agrowisata Korea juga membuat rombongan takjub. Di berbagai pasar tradisional, mereka menemukan stroberi segar dengan ukuran yang tidak masuk akal—nyaris sebesar jambu air.
"Rasanya sangat segar dan manis alami tanpa tambahan pemanis apa pun," ungkap catatan tersebut.
Keunggulan stroberi Korea ini rupanya lahir dari implementasi Smart Farming dan teknologi Seolhyang.
Melalui riset canggih, Korea berhasil menghasilkan buah yang tidak hanya unggul secara ukuran, tetapi juga rasa.
Pengelolaannya pun sangat estetis; kebun menggunakan sistem hidroponik setinggi pinggang sehingga wisatawan tidak perlu membungkuk dan area tetap bersih.
Bagi Isa Alamsyah dan Asma Nadia, pengalaman ini memberikan pelajaran berharga mengenai ekonomi kreatif.
Stroberi tidak hanya dijual sebagai buah segar, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti stroberi kering berlapis cokelat yang merajai rak minimarket sebagai oleh-oleh kelas dunia.
"Kreativitas Korea Selatan ternyata meresap hingga ke meja makan. Strawberry dan ayam goreng bukan lagi sekadar komoditas, melainkan sebuah pengalaman emosional," tulis mereka.
Perjalanan ini diharapkan dapat memicu semangat inovasi bagi para penulis dan pegiat industri kreatif di tanah air.
Bahwa dengan riset dan kemasan yang "gila", produk pertanian sederhana pun mampu menjadi daya tarik wisata internasional yang mendatangkan devisa besar bagi negara.