BANJARMASINPOST.CO.ID - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin mengejutkan warga Kalsel.
OTT KPK kali ini menjadi pemubuka memasuki tahun 2026.
Sejumlah fakta terungkap dalam OTT KPK yang dilakukan Rabu (4/2/2026) siang.
Apalagi yang turut terjaring adalah Kepala KPP Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo.
Baca juga: Buaya Muncul di Perairan Dermaga Pantai Pagatan Tanahbumbu, Menuju Masjid Apung
Baca juga: Lowongan Kerja Perusahaan Penyedia Barang dan Jasa, Penempatan di Banjarmasin
Berikut Beberapa Fakta Terungkap Dalam OTT KPK di KPP Madya Banjarmasin :
Terungkap sudah siapa yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu, (4/2/2026) siang di wilayah Kalsel.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan kalau yang terjaring OTT salah satunya adalah Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo.
2. Terkait Kasus Suap Pengurusan Pajak
Budi Prasetyo mengungkapkan penangkapan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa suap dalam pengurusan pajak.
"KPK mengamankan sejumlah tiga orang. Salah satunya adalah kepala kantor KPP Madya Banjarmasin," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).
Budi menjelaskan bahwa operasi ini bermula dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti secara cepat oleh tim KPK.
3. Kongkalikong PPN Sektor Perkebunan
Kasus ini diduga kuat berkaitan dengan kongkalikong proses restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di sektor perkebunan yang sedang berproses di KPP Madya Banjarmasin.
Nilai restitusi pajak yang diajukan oleh pihak swasta tersebut diketahui cukup fantastis, yakni mencapai puluhan miliar rupiah.
"Ini terkait dengan perpajakan, yaitu dalam proses restitusi PPN di sektor perkebunan. Ada dugaan pengondisian dalam proses restitusi itu dan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh para oknum di KPP Madya Banjarmasin," jelas Budi.
4. Barang Bukti Diamankan Uang Rp1Miliar
Lebih Dalam operasi tersebut, tim KPK tidak hanya mengamankan para terduga pelaku, tetapi juga menyita sejumlah uang tunai yang diduga sebagai bukti suap.
"Terkait dengan barang bukti yang diamankan, tim mengamankan uang tunai sejumlah sekitar Rp1 miliar lebih," ungkap Budi.
5. Kepala KPP Madya Banjarmasin Baru Dilantik
Mulyono yang menjabat Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin ternyata baru saja dilantik.
Pria yang suka kesenian wayang ini dilantik sebagai KPP Madya Banjarmasin pada Juni 2025.
Belum sampai satu tahun Mulyono berada di Banjarmasin.
Namun kini harus berurusan hukum dan akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.
Mulyono terjerat OTT KPK pada Rabu (4/2/2026) siang di Banjarmasin.
Kala itu mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melantik 202 pejabat di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dimana salah satu namanya dilantik yakni Mulyono.
Sebagai kepala KPP Madya Banjarmasin berada di bawah lingkungan Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah.
Berstatus sebagai ASN, Mulyono merupakan pejabat dengan posisi Eselon III.a (Jabatan Administrator).
Dengan tugasnya mengelola wajib pajak badan dan orang pribadi tertentu di wilayah tersebut.
Mengenai gaji sebagai pejabat eselon 3 bervariasi dengan secara umum terdiri dari gaji pokok sekitar Rp3,5 - Rp5,7 juta ditambah Tunjangan Jabatan Eselon III DJP (Ditjen Pajak) yang bisa mencapai Rp37-46 juta termasuk
(Tribunnews.com)