Hassan Wirajuda: Kritik Board of Peace Muncul karena Informasi Tak Utuh
February 05, 2026 01:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda meminta publik untuk tidak terburu-buru melontarkan kritik terhadap keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace.

Menurut Hassan, Board of Peace merupakan inisiatif yang masih berada pada tahap awal pembentukan, sehingga peran dan sepak terjangnya belum terlihat secara nyata.

Selain itu, ia menilai sebagian kritik muncul karena penilaian dilakukan berdasarkan informasi yang belum utuh.

“Proses Board of Peace ini kan masih awal, jadi juga kita mesti lebih terbuka untuk jangan tergesa-gesa menilai. Apalagi kalau kita hanya mendasarkan pada informasi yang tidak cukup utuh,” ujar Hassan di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Menlu Sebut Iuran Rp 17 T Gabung Board of Peace Bisa Dicicil, Pemerintah Hitung Skema APBN

Oleh karenanya, Hassan menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto karena telah memberikan penjelasan komprehensif mengenai keterlibatan Indonesia di Board of Peace di hadapan para pakar dan ahli politik luar negeri di Istana Negara.

Dalam pertemuan tersebut, Hassan mengatakan bahwa Prabowo memaparkan mengenai proses keterlibatan Indonesia ke badan tersebut. Prabowo juga disebutnya membeberkan kontribusi apa yang akan diberikan Indonesia di dalam Board of Peace.

“Pertemuan ini memberikan kepada kita semua penjelasan yang lebih utuh tentang apa yang disebut dengan Board of Peace, apa kontribusi kita,” tambahnya.

Kendati demikian, Hasan memahami kondisi tersebut karena sebagian kebijakan diplomasi pada dasarnya bersifat konfidensial.

“Karena itu, ini satu kesempatan berharga bahwa sore ini, kita mendapat pencerahan dan banyak informasi yang tidak kita ketahui,” pungkas Hasan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.