TRIBUN-TIMUR.COM - Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (42) membawa empat kepala daerah ke Singapura, Rabu (4/2/2026).
“Pak Gubernur sedang melaksanakan tugas luar daerah atas izin Mendagri, menghadiri pameran PT Dirgantara Indonesia,” kata Kabiro Pemotda Setda Provinsi Sulsel, Yarham, Rabu sore.
Bupati dalam rombongan gubernur, Irwan Bachri Syam (Luwu Timur), Andi Abdullah Rahim (Luwu Utara), Muhammad Natsir Ali (Kepulauan Selayar), dan Frederik Victor Palimbong (Toraja Utara).
Selain itu, hadir juga Ketua PKK Sulsel Naoemi Octarina dan Anggota DPRD Sulsel Ani Nurbani.
Agenda utama mereka menghadiri Singapore Air Show (SAS) 2026 di Changi Exhibition Center, Singapura.
Sementara itu, dua kepala daerah juga mendapat undangan gubernur tidak ikut rombongan. Mereka Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Bupati Luwu Patahudding.
SAS adalah pameran kedirgantaraan dan pertahanan dua tahunan terbesar di Asia. Acara ini diikuti berbagai negara dan industri pertahanan dunia.
Sejumlah atraksi udara dijadwalkan tampil. Sedikitnya delapan tim aerobatik memeriahkan agenda tersebut.
Baca juga: Profil 4 Bupati Dampingi Andi Sudirman Sulaiman ke Singapura, 2 Kepala Daerah Ingin Pisah Sulsel
Di saat bersamaan, Sekda Sulsel, Jufri Rahman, menerima kunjungan Embassy of the Republic of Singapore-Jakarta.
Kunjungan diwakili First Secretary (Political) Malik Vickland. Pertemuan di Ruang Kerja Sekda Sulsel, Selasa (3/1/2026).
Agenda pertemuan membahas penguatan kerja sama bilateral antara Singapura dan Provinsi Sulsel.
Fokus kerja sama diarahkan pada sektor pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi, dan investasi.
Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki prospek strategis dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan itu, Malik Vickland menyatakan, Singapura memiliki sejumlah program pelatihan bagi pegawai negeri sipil.
Program ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas aparatur dan kualitas SDM pemerintahan.
Salah satunya melalui Singapore Cooperation Programme (SCP).
Keberangkatan para kepala daerah itu menjadi sorotan publik. Terlebih, agenda luar negeri dilakukan di tengah berbagai persoalan daerah yang masih bergulir.
Bupati Kepulauan Selayar, Muh Natsir Ali menyatakan ini tindak lanjut undangan resmi Pemerintah Provinsi Sulsel.
Undangan itu berdasarkan surat Sekretaris Daerah Sulsel yang memintanya mendampingi gubernur.
Agenda ini sekaligus memenuhi undangan PT Dirgantara Indonesia mengunjungi booth pameran.
Dalam kegiatan tersebut, PTDI menggelar sejumlah agenda strategis.
Di antaranya penandatanganan kerja sama internasional, pertemuan bisnis, serta promosi produk pesawat dan teknologi dirgantara Indonesia.
Bupati Selayar menegaskan kehadirannya tidak sekadar menghadiri pameran. Menurutnya, forum internasional ini membuka peluang jejaring kerja sama dan memperluas wawasan daerah.
Terutama terkait perkembangan teknologi kedirgantaraan dan industri aviasi global.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi daerah untuk melihat langsung kemajuan teknologi dirgantara,” ujarnya.
Izin Mendagri
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Sulsel, Yarham, menjelaskan keikutsertaan para kepala daerah dalam kunjungan ke Singapura bersama Gubernur Sulsel.
Ia mengatakan, agenda tersebut bertujuan mempelajari dunia penerbangan serta tata kelola bandara.
Menurut Yarham, kepala daerah yang ikut dalam rombongan memang berasal dari wilayah yang memiliki bandara.
Kunjungan itu juga menjadi tindak lanjut dari rencana kerja sama sharing subsidi penerbangan.
“Karena itu, Pak Gubernur didampingi beberapa kepala daerah yang memiliki bandara,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Ia memastikan seluruh kepala daerah yang berangkat telah mengantongi izin resmi dari Kemendagri.
Keberangkatan tersebut merupakan bagian dari tugas kedinasan.
“Pak Gubernur sedang melaksanakan tugas luar daerah atas izin Mendagri, menghadiri pameran PT Dirgantara Indonesia,” jelasnya.
Yarham menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian dukungan terhadap program kebijakan nasional.
Khususnya kebijakan berkaitan dengan penguatan industri pertahanan dan sektor kedirgantaraan nasional.
Kehadiran kepala daerah dalam forum internasional seperti SAS memiliki nilai strategis. Forum itu dinilai membuka ruang pertukaran informasi, penguatan kapasitas, serta pembangunan jejaring global.
Jejaring itu diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama konkret bagi pembangunan daerah.
“Ini dalam rangka mendukung kebijakan nasional di bidang industri pertahanan dan kedirgantaraan,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
Selain itu, momentum forum internasional juga dinilai penting sebagai sarana membangun kerja sama yang berorientasi jangka menengah dan panjang.
“Sekaligus mengoptimalkan momentum forum internasional sebagai sarana membangun jejaring kerja sama global yang berorientasi pada manfaat jangka menengah dan jangka panjang bagi daerah,” katanya.
Yarham menegaskan, kepala daerah yang ikut dalam kunjungan tersebut memang memiliki bandara regional di wilayahnya masing-masing.
Ia menyebut, di antaranya Bandara Andi Djemma di Masamba, Kabupaten Luwu Utara.
Kemudian Bandara Sorowako di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur. Serta Bandara Aroepala di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Jejak Diplomasi
Pada 2019, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman paparka potensi Sulsel di Hotel Royal Plaza On Scoots, Singapura, Rabu (20/11/2019).
Disampaikan dalam kegiatan networking evening, dihadiri perwakilan pemerintah Singapura dan Indonesia, serta para investor.
Sudirman menyampaikan potensi Sulsel di berbagai sektor strategis. Mulai dari pertanian, perkebunan, pariwisata, pertambangan, hingga perikanan.
Ia menegaskan, Pemprov Sulsel terbuka bagi investor yang ingin menjalin kerja sama. Pemprov terus menyederhanakan proses perizinan investasi.
Sulsel memiliki infrastruktur pendukung memadai. Di antaranya Pelabuhan Makassar, perluasan bandara, surplus listrik, serta ketersediaan air yang melimpah.
Pembangunan infrastruktur konektivitas juga terus dilakukan. Sudirman menilai seluruh kesiapan tersebut mampu mendukung optimalisasi investasi di Sulsel.
Dalam kesempatan itu, hadir Kemenlu Singapura, Kementerian Pembangunan Nasional Singapura, Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, serta KBRI Singapura.
Pada Agustus 2022, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bertemu Menteri Singapura Desmond Lee.
Desmond Lee menjabat Menteri Pengembangan Nasional sekaligus Plt Menteri Integrasi Layanan Sosial Singapura.
Sudirman menyebut, pertemuan tersebut merupakan pemenuhan undangan kementerian Singapura.
Agenda itu sekaligus untuk menjaga dan memperkuat hubungan bilateral kedua pihak. Di awal pertemuan, Sudirman menceritakan pengalaman kerjanya di Singapura di sektor korporasi sebelum terjun ke pemerintahan.
Selanjutnya, Sudirman memaparkan sejumlah potensi dimiliki Sulsel. Di antaranya ketersediaan pangan yang melimpah.
Pada 2023, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menerima kunjungan Menteri Singapura Masagos Zulkifli bin Masagos Mohamad.
Masagos menjabat Menteri Sosial dan Pembangunan Keluarga, Menteri Kesehatan Kedua, serta Menteri yang Bertanggung Jawab atas Urusan Muslim Singapura.
Pertemuan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (10/5/2023).
Keduanya membahas langkah strategis untuk mempererat kerja sama antara Pemprov Sulsel dan Pemerintah Singapura.
Sudirman menyampaikan, Sulsel memiliki kekayaan alam yang melimpah di berbagai sektor. Mulai dari pertanian, perikanan, pariwisata, hingga sektor lainnya.
Ia menyebut, Masagos melihat peluang kerja sama pada logistik ekspor-impor, seafood, dan pariwisata.
Selain potensi sumber daya alam, Andi menekankan keunggulan kultur dan kearifan lokal Sulsel.
Sementara itu, Masagos menilai hubungan Indonesia dan Singapura sangat penting untuk terus diperkuat.
Ia takjub dengan potensi Sulsel dan ingin mempromosikan wisata serta produk daerah ke Singapura.
Masagos berharap kerja sama tersebut dapat menghubungkan dan mendekatkan masyarakat kedua negara.