SRIPOKU.COM — TNI menanggapi isu dugaan pengawasan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh anggota intelijen saat berada di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kodam IV/Diponegoro menegaskan bahwa pertemuan tersebut terjadi secara kebetulan dan tidak terkait aktivitas pengawasan.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV/Diponegoro, Kolonel Inf Andy Soelistyo, menyampaikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan Anies Baswedan berfoto bersama tiga anggota TNI.
Video tersebut sebelumnya memicu spekulasi publik mengenai dugaan pengawasan oleh aparat intelijen.
“Benar, tiga orang yang berfoto dengan Bapak Anies dalam video tersebut adalah anggota intel Kodim Karanganyar,” ujar Andy dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (5/2/2026).
Andy menjelaskan, peristiwa itu terjadi di Warung Soto Mbok Giyem, Karanganyar.
Saat itu, ketiga anggota intel sedang makan siang usai menghadiri rapat pemantauan wilayah dan tidak mengetahui bahwa Anies Baswedan juga akan datang ke lokasi yang sama.
“Tidak ada rencana atau agenda pertemuan sebelumnya. Mereka sedang makan siang, lalu Bapak Anies datang dan secara spontan mengajak ketiganya untuk berfoto bersama,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada kepentingan dari pihak TNI untuk mengawasi aktivitas Anies Baswedan.
Menurut Andy, Anies saat ini berstatus sebagai warga sipil biasa dan tidak sedang menjalani pengamanan khusus.
“Poin penting yang perlu kami sampaikan, tidak ada kegiatan pengawasan. Bapak Anies adalah masyarakat biasa,” tegasnya.
Sebelumnya, video berdurasi 46 detik yang memperlihatkan Anies Baswedan berbincang dan berfoto bersama tiga pria yang disebut sebagai intel TNI viral di media sosial sejak Senin (2/2/2026).
Video tersebut disertai narasi bahwa Anies tengah diawasi oleh aparat, namun situasi berakhir dengan foto bersama.
Dalam video itu, Anies terdengar berseloroh kepada ketiga pria tersebut dan menutup pertemuan dengan ucapan terima kasih serta menitipkan salam kepada atasan mereka.